Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kemenkes: Jangan lagi ada penolakan imunisasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2AUFf3s
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2AUFf3s
<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh berharap tidak ada lagi penolakan terhadap imunisasi dari masyarakat.</p><p>"Dalam pelaksanaan&nbsp;outbreak response immunization&nbsp;nanti kita berharap sudah tidak ada lagi penolakan dari masyarakat," kata Subuh di Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Imunisasi untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) difteri yang terjadi di 95 kabupaten-kota akan dijadwalkan pada 11 Desember 2017 di 12 kabupaten-kota pada Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.</p><p>Imunisasi tersebut sebagai penanganan KLB difteri sebanyak 593 kasus dengan 32 kasus kematian di seluruh Indonesia.</p><p>Subuh menjelaskan penyakit difteri yang sangat mudah sekali menular ini bisa dihilangkan dengan cara imunisasi dengan syarat minimal 95 persen cakupan dari penduduk yang ada.</p><p>Pada angka 95 persen cakupan imunisasi itulah terjadi kekebalan kelompok di mana bakteri tidak bisa menyebar dan menginfeksi orang lain.</p><p>"Saat ini diperlukan imunisasi rutin. Penguatan imunisasi harus benar-benar mencapai minimal 95 persen," kata Subuh.</p><p>Kekebalan kelompok baru akan bisa dicapai sampai 95 persen cakupan imunisasi. "Kalau di bawah itu tidak akan terwujud," kata Subuh.</p><p>&nbsp;Dia mengatakan kasus kejadian luar biasa difteri yang terjadi pada 2017 harus menjadi pelajaran agar para orang tua mau dan tidak menolak pelaksanaan imunisasi pada anak-anaknya guna mencegah penyebaran penyakit difteri.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh berharap tidak ada lagi penolakan terhadap imunisasi dari masyarakat.</p><p>"Dalam pelaksanaan&nbsp;outbreak response immunization&nbsp;nanti kita berharap sudah tidak ada lagi penolakan dari masyarakat," kata Subuh di Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Imunisasi untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) difteri yang terjadi di 95 kabupaten-kota akan dijadwalkan pada 11 Desember 2017 di 12 kabupaten-kota pada Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.</p><p>Imunisasi tersebut sebagai penanganan KLB difteri sebanyak 593 kasus dengan 32 kasus kematian di seluruh Indonesia.</p><p>Subuh menjelaskan penyakit difteri yang sangat mudah sekali menular ini bisa dihilangkan dengan cara imunisasi dengan syarat minimal 95 persen cakupan dari penduduk yang ada.</p><p>Pada angka 95 persen cakupan imunisasi itulah terjadi kekebalan kelompok di mana bakteri tidak bisa menyebar dan menginfeksi orang lain.</p><p>"Saat ini diperlukan imunisasi rutin. Penguatan imunisasi harus benar-benar mencapai minimal 95 persen," kata Subuh.</p><p>Kekebalan kelompok baru akan bisa dicapai sampai 95 persen cakupan imunisasi. "Kalau di bawah itu tidak akan terwujud," kata Subuh.</p><p>&nbsp;Dia mengatakan kasus kejadian luar biasa difteri yang terjadi pada 2017 harus menjadi pelajaran agar para orang tua mau dan tidak menolak pelaksanaan imunisasi pada anak-anaknya guna mencegah penyebaran penyakit difteri.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com