Kamis, 14 Desember 2017

Dukung Pernikahan Sesama Jenis Berkat Pengalaman Sang Putri

Rabu, 06 Desember 2017 16:56

(Courtesy: AustraliaPlus) Anggota Parlemen dari Partai Liberal Australia, Andrew Wallace, berbicara di forum DPR tentang hari ketika putrinya mengaku kepada dirinya dan sang istri bahwa ia berhubungan dengan seorang perempuan. (Courtesy: AustraliaPlus) Anggota Parlemen dari Partai Liberal Australia, Andrew Wallace, berbicara di forum DPR tentang hari ketika putrinya mengaku kepada dirinya dan sang istri bahwa ia berhubungan dengan seorang perempuan.
Ayo berbagi!

Anggota Parlemen Australia, Andrew Wallace, kaget saat putrinya memberitahunya bahwa ia menjalin kasih dengan seorang perempuan.

"Saya tak percaya hal itu terjadi pada kami," kata politis Partai Liberal ini.

"Kami pergi ke gereja setiap hari Minggu, itu benar-benar kejutan nyata, saya tak bisa mempercayainya."

Anggota Parlemen asal Queensland ini dan istrinya, Leonie, adalah penganut Katolik yang berjuang untuk mendukung pernikahan sesama jenis.

"Leonie dan saya sama-sama marah. Itu bertentangan dengan keyakinan tradisional kami dan apa yang telah kami percayai di Gereja Katolik," ujarnya.

"Tapi kami mengerti ini adalah saatnya untuk tidak mengucilkan dia, tapi justru momen untuk merangkulnya dan mencurahinya dengan kasih sayang dan memberinya semua dukungan yang ia butuhkan."

Caroline sekarang berusia 22 tahun, namun pada usia 10 tahun ia didiagnosa menderita anoreksia dan bulimia.

Ia berjuang mengatasi gangguan ini selama beberapa tahun dan dokter memperingatkan Wallace serta istrinya, Leonie, bahwa Caroline mungkin tak bisa bertahan.

"Saya tak berpikir bahwa masalah kesehatan mentalnya disebabkan oleh ketertarikan sesama jenis, tapi saya pasti berpikir bahwa perjuangan internal yang ia derita tak bisa membantunya," kata Wallace.

Pada hari Selasa (5/12/2017), Wallace menceritakan kisah putrinya di Parlemen, di saat debat pernikahan sesama jenis berlanjut di Dewan Perwakilan Rakyat Australia.

"Putri saya mengatakan sesuatu kepada saya yang sangat menyentuh dalam diskusi awal itu," sebutnya.

"Ia berkata: 'Ayah, di tahun-tahun mendatang, generasiku akan melihat ke belakang dan menilai generasimu tentang bagaimana kalian menangani masalah homoseksualitas dengan cara yang sama seperti generasi kalian menganggap generasi orang tua kalian menangani warga Aborijin’.”

Wallace mengatakan, terlepas dari masalah putrinya, latar belakang hukumnya juga membantunya membentuk pandangan baru tentang pernikahan sesama jenis.

"Kita tak mendiskriminasikan seseorang karena tempat di mana mereka dilahirkan atau warna kulit mereka ... dan undang-undang seharusnya tidak melakukan diskriminasi terhadap seseorang karena preferensi seksual mereka," ujarnya.

Istri Wallace berada di Canberra untuk menyaksikan pidato tersebut.

"Saya tak mengerti orang tua yang berpaling dari anak-anak mereka karena mereka memiliki cara hidup yang berbeda dari harapan orang tua," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sekarang dirinya memiliki perspektif yang berbeda mengenai pernikahan sesama jenis.

"Ia anak saya dan saya akan mencintainya apapun kondisinya," kata istri Wallace.

Wallace akan mendukung rancangan undang-undang pernikahan sesama jenis, tapi ia akan mendorong adanya amandemen.

Ia khawatir tak ada cukup perlindungan untuk upacara sipil, badan amal dan sekolah agama.

Dewan Perwakilan Rakyat Australia telah memperpanjang jam sidang dalam upaya untuk mengizinkan lebih dari 80 anggota Parlemen untuk menyampaikan pendapatnya tentang masalah ini.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar