Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

100 GP Ansor ‘serbu’ Pengadilan Negeri Kediri

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AARjUC
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2AARjUC
<p>Sekitar 100 masa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kediri, Jawa Timur melakukan orasi di Pengadilan Negeri Kediri, Jawa Timur. Mereka memberikan dukungan kepada salah satu santri yang didakwa telah membeli sebuah telepon genggam yang merupakan hasil dari pencurian.</p><p>Fendi Lesmana, Kontributor Elshinta melaporkan, santri yang berasal dari sebuah pondok pesantren di wilayah Kediri tersebut bernama Saifrudin. Saifrudin sendiri tidak mengetahui jika ponsel yang dibelinya adalah barang curian.</p><p>Menurut Sekertaris GP Ansor, Kediri, Khudori, mengatakan bahwa aksinya tersebut merupakan suatu solidaritas peduli santri. “Tujuannya yang jelas kita mendampingi ini adalah keberatan,” paparnya.</p><p>Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya keberatan terhadap tuntutan jaksa penuntut umum yang diduga sebagai tersangka. Namun sesungguhnya, Ia adalah pihak ketiga yang tidak mengetahuinya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 24 Oktober 2018 - 08:58 WIB

Direktur CIA ke Turki terkait kasus Khashoggi

Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

<p>Sekitar 100 masa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Kediri, Jawa Timur melakukan orasi di Pengadilan Negeri Kediri, Jawa Timur. Mereka memberikan dukungan kepada salah satu santri yang didakwa telah membeli sebuah telepon genggam yang merupakan hasil dari pencurian.</p><p>Fendi Lesmana, Kontributor Elshinta melaporkan, santri yang berasal dari sebuah pondok pesantren di wilayah Kediri tersebut bernama Saifrudin. Saifrudin sendiri tidak mengetahui jika ponsel yang dibelinya adalah barang curian.</p><p>Menurut Sekertaris GP Ansor, Kediri, Khudori, mengatakan bahwa aksinya tersebut merupakan suatu solidaritas peduli santri. “Tujuannya yang jelas kita mendampingi ini adalah keberatan,” paparnya.</p><p>Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya keberatan terhadap tuntutan jaksa penuntut umum yang diduga sebagai tersangka. Namun sesungguhnya, Ia adalah pihak ketiga yang tidak mengetahuinya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.&nbsp;&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com