Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Menkominfo nyatakan Thailand ingin belajar dari Indonesia tangani 'OTT'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menkominfo Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2zSgYqI
Menkominfo Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2zSgYqI
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Thailand ingin belajar ke Indonesia dalam menangani perusahaan layanan berbasis internet (over the top/OTT).</p><p>Asa Thailand itu, menurut Menkominfo di Jakarta, Rabu (6/12), juga dipicu oleh keberhasilan Indonesia dalam menarik pajak Google.</p><p>"Kemarin Google dah bayar, itu aja udah kemajuan, orang aja lihat pingin belajar dari Indonesia, gimana caranya google bisa bayar. Saya janjian sama menteri Thailand, Menteri Thailand akan mengirim orang belajar ke Indonesia bagaimana Indonesia menghadapi yang namanya OTT sehingga pajak google kemarin dibayar, saya bilang `welcome`, tapi nanti kita `joint effort` (usaha bersama)," tuturnya.</p><p>Seperti diberitakan, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memastikan perusahaan berbasis teknologi informasi asal Amerika Serikat, Google, telah melunasi tunggakan pajak untuk tahun pajak 2015.</p><p>"Perusahaan dengan inisial `G` telah melunasi pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/11).</p><p>Ken mengatakan jenis pajak yang telah dibayarkan tersebut merupakan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).</p><p>Meski demikian, Ken tidak mengungkapkan jumlah nominal yang dibayarkan karena terkait dengan kerahasiaan SPT Wajib Pajak yang tercantum dalam pasal 34 UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.</p><p>"Jumlahnya saya tidak bisa menyebutkan karena ada UU kerahasiaan pasal 34. Kalau mau tanya kepada (perusahaan) yang bersangkutan," ujar Ken.</p><p>Ia menambahkan Indonesia merupakan negara keempat setelah Inggris, India dan Australia yang berhasil memungut pajak dari perusahaan berbasis digital ini.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Thailand ingin belajar ke Indonesia dalam menangani perusahaan layanan berbasis internet (over the top/OTT).</p><p>Asa Thailand itu, menurut Menkominfo di Jakarta, Rabu (6/12), juga dipicu oleh keberhasilan Indonesia dalam menarik pajak Google.</p><p>"Kemarin Google dah bayar, itu aja udah kemajuan, orang aja lihat pingin belajar dari Indonesia, gimana caranya google bisa bayar. Saya janjian sama menteri Thailand, Menteri Thailand akan mengirim orang belajar ke Indonesia bagaimana Indonesia menghadapi yang namanya OTT sehingga pajak google kemarin dibayar, saya bilang `welcome`, tapi nanti kita `joint effort` (usaha bersama)," tuturnya.</p><p>Seperti diberitakan, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memastikan perusahaan berbasis teknologi informasi asal Amerika Serikat, Google, telah melunasi tunggakan pajak untuk tahun pajak 2015.</p><p>"Perusahaan dengan inisial `G` telah melunasi pajak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/11).</p><p>Ken mengatakan jenis pajak yang telah dibayarkan tersebut merupakan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).</p><p>Meski demikian, Ken tidak mengungkapkan jumlah nominal yang dibayarkan karena terkait dengan kerahasiaan SPT Wajib Pajak yang tercantum dalam pasal 34 UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.</p><p>"Jumlahnya saya tidak bisa menyebutkan karena ada UU kerahasiaan pasal 34. Kalau mau tanya kepada (perusahaan) yang bersangkutan," ujar Ken.</p><p>Ia menambahkan Indonesia merupakan negara keempat setelah Inggris, India dan Australia yang berhasil memungut pajak dari perusahaan berbasis digital ini.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com