Jumat, 14 Desember 2018 | 04:30 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Konferensi Internet Dunia Pertama Kali Keluarkan Buku Biru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Konferensi Internet Dunia ke-4 ditutup di Kota Wuzhen, Provinsi Zhejiang Tiongkok, pada hari Selasa kemarin (5/12). Konferensi Internet Dunia ke-4 untuk pertama kalinya mengeluarkan Buku Biru Laporan Perkembangan Internet Dunia 2017 dan Laporan Perkembangan Internet Tiongkok 2017. Kedua laporan tersebut telah secara menyeluruh memaparkan situasi perkembangan internet global dan prestasi perkembangan internet Tiongkok. Di samping itu, laporan juga untuk pertama kalinya mengumumkan sistem indeks perkembangan internet dunia dan mengadakan pemeringkatan terhadap perkembangan internet di 38 negara dan ekonomi new-emerging. <p>Sistem indeks perkembangan internet dunia yang ditetapkan Buku Biru itu mencakup ekonomi utama dan negara-negara di lima benua dengan perkembangan internet yang relatif baik. Buku biru itu secara keseluruhan memanifestasikan perkembangan terbaru internet negara utama di berbagai benua. Dalam jumpa pers hari Senin lalu, Kepala Akademi Penelitian Cyber Tiongkok Yang Shuzheng menunjukkan, sistem indeks perkembangan internet dunia bertujuan untuk secara komprehensif mengevaluasi level perkembangan internet suatu negara, baik secara nasional maupun per kapita. Ini akan bermanfaat untuk mewujudkan sebuah penilaian yang lebih komprehensif, objektif dan akurat terhadap level keseluruhan perkembangan internet. <p>38 negara tersebut meliputi 6 negara di Benua Amerika, 13 negara Asia, 14 negara Eropa, satu negara Oceania dan 4 negara Afrika. Hasil evaluasi menunjukkan, AS, Tiongkok, Korsel, Jepang dan Inggris masing-masing menempati urutan pertama hingga kelima. Secara keseluruhan, level perkembangan internet negara maju paling tinggi, disusul negara-negara new-emerging di Eropa dan Asia. Akan tetapi, negara-negara Amerika-Latin dan negara-negara Afrika di bagian selatan Sahara juga tengah memperbesar intensitas perkembangannya. <p>Buku Biru Laporan Perkembangan Internet Tiongkok 2017 telah meninjau kembali keadaan perkembangan internet selama 5 tahun terakhir, sekaligus memperkenalkan pengalaman Tiongkok dalam pengelolaan internet. <p>Laporan menunjukkan, Guangdong, Beijing, Zhejiang, Jiangsu dan Shanghai menempati urutan lima besar dalam peringkat indeks. Laporan juga menunjukkan bahwa skala pengakses internet di Tiongkok menempati urutan nomor satu di dunia, skala ekonomi digital Tiongkok naik ke urutan kedua di dunia dan omzet penjualan online Tiongkok adalah yang terbesar di dunia. <p>Laporan Internet Dunia 2017 menunjukkan pula, kecerdasan buatan dan teknologi Cyber lainnya menjadi kancah persaingan iptek global. Sementara itu, ekonomi digital juga menjadi tenaga pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia. <p>Menurut keterangan, Buku Biru Laporan Perkembangan Internet Dunia dan Laporan Perkembangan Internet Tiongkok akan diumumkan dalam penyelenggaran Konferensi Internet Dunia tiap tahun, tujuannya adalah memperlihatkan teori baru, praktek baru, tren baru dan kecenderungan baru perkembangan internet. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Konferensi Internet Dunia ke-4 ditutup di Kota Wuzhen, Provinsi Zhejiang Tiongkok, pada hari Selasa kemarin (5/12). Konferensi Internet Dunia ke-4 untuk pertama kalinya mengeluarkan Buku Biru Laporan Perkembangan Internet Dunia 2017 dan Laporan Perkembangan Internet Tiongkok 2017. Kedua laporan tersebut telah secara menyeluruh memaparkan situasi perkembangan internet global dan prestasi perkembangan internet Tiongkok. Di samping itu, laporan juga untuk pertama kalinya mengumumkan sistem indeks perkembangan internet dunia dan mengadakan pemeringkatan terhadap perkembangan internet di 38 negara dan ekonomi new-emerging. <p>Sistem indeks perkembangan internet dunia yang ditetapkan Buku Biru itu mencakup ekonomi utama dan negara-negara di lima benua dengan perkembangan internet yang relatif baik. Buku biru itu secara keseluruhan memanifestasikan perkembangan terbaru internet negara utama di berbagai benua. Dalam jumpa pers hari Senin lalu, Kepala Akademi Penelitian Cyber Tiongkok Yang Shuzheng menunjukkan, sistem indeks perkembangan internet dunia bertujuan untuk secara komprehensif mengevaluasi level perkembangan internet suatu negara, baik secara nasional maupun per kapita. Ini akan bermanfaat untuk mewujudkan sebuah penilaian yang lebih komprehensif, objektif dan akurat terhadap level keseluruhan perkembangan internet. <p>38 negara tersebut meliputi 6 negara di Benua Amerika, 13 negara Asia, 14 negara Eropa, satu negara Oceania dan 4 negara Afrika. Hasil evaluasi menunjukkan, AS, Tiongkok, Korsel, Jepang dan Inggris masing-masing menempati urutan pertama hingga kelima. Secara keseluruhan, level perkembangan internet negara maju paling tinggi, disusul negara-negara new-emerging di Eropa dan Asia. Akan tetapi, negara-negara Amerika-Latin dan negara-negara Afrika di bagian selatan Sahara juga tengah memperbesar intensitas perkembangannya. <p>Buku Biru Laporan Perkembangan Internet Tiongkok 2017 telah meninjau kembali keadaan perkembangan internet selama 5 tahun terakhir, sekaligus memperkenalkan pengalaman Tiongkok dalam pengelolaan internet. <p>Laporan menunjukkan, Guangdong, Beijing, Zhejiang, Jiangsu dan Shanghai menempati urutan lima besar dalam peringkat indeks. Laporan juga menunjukkan bahwa skala pengakses internet di Tiongkok menempati urutan nomor satu di dunia, skala ekonomi digital Tiongkok naik ke urutan kedua di dunia dan omzet penjualan online Tiongkok adalah yang terbesar di dunia. <p>Laporan Internet Dunia 2017 menunjukkan pula, kecerdasan buatan dan teknologi Cyber lainnya menjadi kancah persaingan iptek global. Sementara itu, ekonomi digital juga menjadi tenaga pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia. <p>Menurut keterangan, Buku Biru Laporan Perkembangan Internet Dunia dan Laporan Perkembangan Internet Tiongkok akan diumumkan dalam penyelenggaran Konferensi Internet Dunia tiap tahun, tujuannya adalah memperlihatkan teori baru, praktek baru, tren baru dan kecenderungan baru perkembangan internet. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com