Rabu, 19 September 2018 | 05:23 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Fenomena langit di Hulu Sungai Tengah, masyarakat gempar

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AAEyeK
Sumber foto: http://bit.ly/2AAEyeK
<p>Fenomena langit di Banua Anam, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Rabu (6/12) sekitar pukul 18.30 WITA, sempat menggemparkan masyarakat setempat dan ramai di sejumlah grup media sosial.</p><p>Menurut warga Barabai Budi, usai pulang kerja pada waktu senja, dirinya melihat matahari yang mulai tenggelam dengan cahayanya memancarkan empat garis lurus memanjang berwarna jingga ke kuning-kuningan.</p><p>"Saya juga terkejut karena banyak anak dan masyarakat memandang ke langit pada waktu itu. Akhirnya, saya bersama teman berhenti dan ikut melihat sambil mengabadikan dengan kamera ponsel," katanya.</p><p>Menurut dia, cahaya indah itu tidak berapa lama akhirnya tertutup awan karena cuaca mendung serta berangin dan sudah mulai gelap.</p><p>"Kami baru pertama kalinya melihat fenomena alam seperti itu terbit di kota Barabai dan sangat indah, hingga beberapa orang di sekitar kami tidak henti-hentinya mengucapkan subhanallah," ucapnya.</p><p>Di media sosial ternyata fenomena itu juga dilihat oleh beberapa masyarakat Kabupaten Balangan yang mengunggah foto yang sama dengan yang dijumpai warga Barabai.</p><p>Seperti yang diungkapkan Warga Batu Mandi, Reza, yang juga mengabadikan momen indah itu.</p><p>"Subhanallah lihat indahnya langit sore ini di belakang masjid di desa kami Batu Mandi," katanya.</p><p>Di beberapa grup media sosial, indahnya langit sore tersebut, mengundang perdebatan banyak pihak, ada yang menyebutnya aurora dan ada juga yang mengatakan tanda akan banjir atau musim hujan.</p><p>Berdasarkan wikipedia, secara ilmiah peristiwa itu disebut dengan sinar krepuskular, yaitu suatu fenomena alam ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu.</p><p>Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam. Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan sinar Tuhan.</p><p>Sinar krespukular biasanya berwarna merah dan kuning serta lebih mudah dilihat pada saat pagi atau sore hari.</p><p>Pada siang hari partikel udara menyebarkan cahaya gelombang pendek berwarna biru dan hijau jauh lebih kuat daripada cahaya gelombang panjang, yaitu berwarna kuning dan merah. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 18 September 2018 - 21:50 WIB

Farhat Abbas dilaporkan ke Bareskrim dugaan ujaran kebencian

Lingkungan | 18 September 2018 - 21:38 WIB

Pertamina kembangkan transplantasi terumbu karang buatan

Pembangunan | 18 September 2018 - 21:27 WIB

Bursa Inovasi Desa jadi alternatif pembangunan

Sosbud | 18 September 2018 - 21:16 WIB

Pangdam I/BB serahkan piagam ke peserta lomba HUT TNI

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:58 WIB

Tanggapi keluhan warga, Ridwan Kamil luncurkan JabarQR

Aktual Dalam Negeri | 18 September 2018 - 20:45 WIB

Pansus LPj 2017 endus maraknya papan reklame bodong di Medan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

Sabtu, 15 September 2018 - 19:57 WIB

Asyik swafoto, dua orang tewas terseret ombak

Sabtu, 15 September 2018 - 10:35 WIB

Revitalisasi Kalimalang jadi wisata alam perdana Bekasi

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com