Kamis, 20 September 2018 | 00:42 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Negara-negara besar kecam rencana pemindahan kantor kedutaan AS ke Yerusalem

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2nzAwhX
Sumber foto: http://bit.ly/2nzAwhX
<p>Sejumlah negara besar seperti China, Rusia, Iran, dan Turki pada Rabu (6/12), mengecam rencana Amerika Serikat untuk memindahkan kantor kedutaan mereka ke Yerusalem.</p><p>Kebijakan itu berarti mengakui kota suci tiga agama tersebut sebagai ibu kota Israel.</p><p>Sebelumnya pada Selasa, sejumlah pejabat senior Amerika Serikat mengatakan bahwa Presiden Donald Trump akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana untuk merelokasi kantor kedutaan AS dari Tel Aviv.</p><p>Pengakuan Trump terhadap klaim sepihak Israel atas status Yerusalem merupakan pembalikan arah kebijakan lama Amerika Serikat yang sebelumnya selalu menyatakan bahwa status kota tua itu harus diputuskan melalui perundingan dengan Palestina, yang menuntut Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.</p><p>Menanggapi keputusan tersebut, Baijing mengatakan bahwa kebijakan Amerika Serikat berpotensi "memperuncing konflik regional" di Timur Tengah, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang.</p><p>"Semua pihak harus berbuat lebih banyak demi perdamaian di kawasan ini, mereka harus lebih berhati-hati, dan menghindari langkah-langkah yang bisa memicu kerusuhan baru di kawasan," kata Geng.</p><p>Meski tidak terlalu aktif dalam persoalan regional Timur Tengah, China sudah sejak lama menyatakan sikap bahwa Palestina harus bisa mendirikan negara merdeka.</p><p>Sementara itu, pada hari yang sama, Rusia mengaku khawatir konflik antara Israel dengan Palestina akan semakin parah oleh keputusan terbaru Trump memindahkan kantor perwakilan Amerika Serikat ke Yerusalem.</p><p>"Meski demikian, kami belum akan berkomentar mengenai keputusan yang belum diambil," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam konferensi pers.</p><p>Di Iran, Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei menanggapi berita ini dengan menyatakan bahwa rencana Amerika Serikat merupakan tanda ketidakmampuan dan kegagalan politik luar negeri negara tersebut.</p><p>"Bahwa mereka (Amerika Serikat, red) menyatakan ingin menjadikan Quds sebagai ibu kota Palestina yang diduduki, itu adalah karena ketidakmampuan dan kegagalan mereka," kata Khamenei yang menggunakan nama Arab bagi Yerusalem.</p><p>Iran adalah negara yang selalu mendukung kelompok-kelompok pembebasan Palestina yang bertempur menggunakan senjata melawan Israel.</p><p>"Mengenai persoalan Palestina, tangan-tangan Amerika Serikat sudah terikat dan mereka tidak bisa mencapai tujuannya," kata Khamenei yang yakin rakyat Palestina akan keluar menjadi pemenang dalam memperjuangkan kemerdekaan.</p><p>"Para pejabat pemerintah Amerika Serikat mengatakan sendiri bahwa mereka harus memulai peperangan di kawasan untuk melindungi keamanan rezim Zionis Israel," kata Khamenei.</p><p>Ada banyak penguasa di kawasan Timur Tengah yang menurut pada kehendak Washington, mereka "menari sesuai dengan nada-nada yang dimainkan Amerika Serikat," kata Khamenei yang menyindir rival regional negaranya, Arab Saudi.</p><p>Di sisi lain, Turki juga mengutarakan kecaman serupa.</p><p>Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Casuvoglu mengatakan Amerika Serikat akan "melakukan kesalahan besar" jika meneruskan rencananya memindahkan kedutaan dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.</p><p>Casuvloglu mengaku sudah mengingatkan hal ini kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menjelang pertemuan bilateral di kantor pusat NATO di Brussel.</p><p>"Ini adalah kesalahan besar yang tidak akan membawa stabilitas, melainkan kekacauan," kata dia.</p><p>"Dunia sepenuhnya mengecam hal ini," kata dia.</p><p>Proses pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat diperkirakan akan memakan waktu selama tiga sampai empat tahun, kata sejumlah pejabat setempat.</p><p>Komunitas internasional sendiri tidak mengakui kedaulatan Israel terhadap keseluruhan kota Yerusalem, yang merupakan kota suci bagi penganut agama Islam, Yahudi, dan Kristen. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com