Kamis, 21 Juni 2018 | 18:49 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Irak sebut pengakuan AS atas Yerusalem bawa konflik baru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AZc52S
Sumber foto: http://bit.ly/2AZc52S
<p>Irak mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan mengatakan tindakan tersebut akan membawa wilayah itu ke ambang konflik baru, kata Kementerian Luar Negeri Irak pada Rabu (6/12).</p><p>"Kami mengutuk keputusan pemerintah AS, yang akan membuat wilayah ini dan bahkan dunia berada di ambang konflik baru," kata Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim Al-Jafari di dalam satu pernyataan.</p><p>"Tindakan ini akan menciptakan suasana tegang dan memperparah kerusuhan yang telah diderita rakyat Palestina untuk waktu lama," tambah Al-Jafari, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (7/12) pagi.</p><p>Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan pengakuan resminya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pada Rabu mengatakan Departemen Luar Negeri Amerika akan "segera" bertindak atas instruksi Presiden Donald Trump dan memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.</p><p>Pada Rabu pagi, dalam pidato yang ditayangkan televisi Trump mengatakan ia secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota itu.</p><p>Tillerson, yang sedang melakukan kunjungan ke Eropa, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa Amerika Serikat "telah berkonsultasi dengan banyak teman, mitra dan sekutu" sebelum keputusan Trump diumumkan.</p><p>Meskipun dipuji oleh Israel, pengumuman Trump segera menarik penentangan kuat dan kecaman luas dari negara Arab dan Eropa bahwa tindakan semacam itu akan mengobarkan ketegangan dan menyulut kerusuhan di Timur Tengah.</p><p>Tillerson mengatakan Amerika Serikat telah melakukan tindakan untuk melindungi rakyat Amerika di wilayah tersebut.</p><p>"Keselamatan orang Amerika adalah prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri, dan sejalan dengan lembaga lain federal, kami telah menerapkan rencana keamanan yang kuat untuk melindungi keselamatan warga negara Amerika di wilayah yang terpengaruh," katanya.</p><p>Pengumuman Trump menandai pemisahan diri dramatis dari kebijakan luar negeri para pendahulunya. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 18:46 WIB

Presiden Jokowi belum tentukan waktu temui KPK

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 18:23 WIB

Stasiun Pasar Senen masih dipadati warga hendak mudik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 18:09 WIB

Hari pertama kerja, ribuan ASN Pemkab Kudus ikuti halal bihalal

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 17:57 WIB

Menpora minta manajer tim jaga mental atlet

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com