Minggu, 16 Desember 2018 | 07:20 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Irak sebut pengakuan AS atas Yerusalem bawa konflik baru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AZc52S
Sumber foto: http://bit.ly/2AZc52S
<p>Irak mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan mengatakan tindakan tersebut akan membawa wilayah itu ke ambang konflik baru, kata Kementerian Luar Negeri Irak pada Rabu (6/12).</p><p>"Kami mengutuk keputusan pemerintah AS, yang akan membuat wilayah ini dan bahkan dunia berada di ambang konflik baru," kata Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim Al-Jafari di dalam satu pernyataan.</p><p>"Tindakan ini akan menciptakan suasana tegang dan memperparah kerusuhan yang telah diderita rakyat Palestina untuk waktu lama," tambah Al-Jafari, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (7/12) pagi.</p><p>Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan pengakuan resminya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pada Rabu mengatakan Departemen Luar Negeri Amerika akan "segera" bertindak atas instruksi Presiden Donald Trump dan memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.</p><p>Pada Rabu pagi, dalam pidato yang ditayangkan televisi Trump mengatakan ia secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota itu.</p><p>Tillerson, yang sedang melakukan kunjungan ke Eropa, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa Amerika Serikat "telah berkonsultasi dengan banyak teman, mitra dan sekutu" sebelum keputusan Trump diumumkan.</p><p>Meskipun dipuji oleh Israel, pengumuman Trump segera menarik penentangan kuat dan kecaman luas dari negara Arab dan Eropa bahwa tindakan semacam itu akan mengobarkan ketegangan dan menyulut kerusuhan di Timur Tengah.</p><p>Tillerson mengatakan Amerika Serikat telah melakukan tindakan untuk melindungi rakyat Amerika di wilayah tersebut.</p><p>"Keselamatan orang Amerika adalah prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri, dan sejalan dengan lembaga lain federal, kami telah menerapkan rencana keamanan yang kuat untuk melindungi keselamatan warga negara Amerika di wilayah yang terpengaruh," katanya.</p><p>Pengumuman Trump menandai pemisahan diri dramatis dari kebijakan luar negeri para pendahulunya. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Irak mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan mengatakan tindakan tersebut akan membawa wilayah itu ke ambang konflik baru, kata Kementerian Luar Negeri Irak pada Rabu (6/12).</p><p>"Kami mengutuk keputusan pemerintah AS, yang akan membuat wilayah ini dan bahkan dunia berada di ambang konflik baru," kata Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim Al-Jafari di dalam satu pernyataan.</p><p>"Tindakan ini akan menciptakan suasana tegang dan memperparah kerusuhan yang telah diderita rakyat Palestina untuk waktu lama," tambah Al-Jafari, sebagaimana dikutip Xinhua, yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (7/12) pagi.</p><p>Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan pengakuan resminya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pada Rabu mengatakan Departemen Luar Negeri Amerika akan "segera" bertindak atas instruksi Presiden Donald Trump dan memulai persiapan untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.</p><p>Pada Rabu pagi, dalam pidato yang ditayangkan televisi Trump mengatakan ia secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke kota itu.</p><p>Tillerson, yang sedang melakukan kunjungan ke Eropa, mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa Amerika Serikat "telah berkonsultasi dengan banyak teman, mitra dan sekutu" sebelum keputusan Trump diumumkan.</p><p>Meskipun dipuji oleh Israel, pengumuman Trump segera menarik penentangan kuat dan kecaman luas dari negara Arab dan Eropa bahwa tindakan semacam itu akan mengobarkan ketegangan dan menyulut kerusuhan di Timur Tengah.</p><p>Tillerson mengatakan Amerika Serikat telah melakukan tindakan untuk melindungi rakyat Amerika di wilayah tersebut.</p><p>"Keselamatan orang Amerika adalah prioritas tertinggi Departemen Luar Negeri, dan sejalan dengan lembaga lain federal, kami telah menerapkan rencana keamanan yang kuat untuk melindungi keselamatan warga negara Amerika di wilayah yang terpengaruh," katanya.</p><p>Pengumuman Trump menandai pemisahan diri dramatis dari kebijakan luar negeri para pendahulunya. (Ant) </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com