Kamis, 21 Juni 2018 | 18:52 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Polisi kembangkan kasus penipuan libatkan keluarga Keraton Surakarta

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2Azd4X1
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2Azd4X1
<p>Kepolisian Resor Kota Surakarta masih mengembangkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan melibatkan keluarga Keraton Surakarta, KGPH Benowo, terkait sewa lapak untuk berjualan pada Pesta Rakyat Sekaten di Kawasan Alun-Alun Solo.</p><p>"Kami masih melakukan pengembangan dengan memeriksa saksi dari kerabat keraton yang terlibat membuat surat kuasa dari tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi, di Solo, Rabu (6/12).</p><p>Tim penyidik Polres, kata Agus Puryadi, akan menambah dua orang saksi lagi, tetapi baru satu orang yang dapat dimintai keterangan yang mengetahui pembuatan surat kuasa, sehingga totalnya sudah delapan orang.</p><p>Namun, Kasat Reskrim masih enggan penyebutkan identitas saksi kedelapan yang dimintai keterangannya oleh tim penyidik.</p><p>"Kami pemberkasan sudah hampir selesai dan diharapkan pekan ini, dapat diserahkan ke kejaksaan," kata Kasat Reskrim.</p><p>Kasus penipuan dan penggelapan dengan korban para pedagang Pesta Rakyat Sekaten di Kawasan Alun-Alun Solo tersebut melibatkan salah satu anggota keraton, KGPH Benowo dan Robby Hendro Purnomo, selaku ketua panitia Pesta Rakyat Sekaten Solo.</p><p>Menurut Kepala Polresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo pihaknya sudah memeriksa tujuh saksi, yakni dua orang dari Pemerintah Kota Surakarta, tiga dari pedagang lapak, dan dua orang pengusaha wahana permainan. </p><p>Tim penyidik kepolisian setempat juga sedang menelusuri aliran dana dari hasil setoran para pedagang lapak dan pengelola wahana permainan itu ke mana saja.</p><p>Menurut dia, penyidik sudah mengumpulkan sejumlah barang yang bisa dijadikan bukti, antara lain surat kuasa yang dikeluarkan tersangka Benowo kepada tersangka lainnya, Robby Hendro Purnomo, dan kuitansi setoran uang dari keraton. Kasus ini, mengakibatkan para pedagang lapak dan pengelola wahana permainan mengalami kerugian sekitar Rp30 juta. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 18:46 WIB

Presiden Jokowi belum tentukan waktu temui KPK

Megapolitan | 21 Juni 2018 - 18:23 WIB

Stasiun Pasar Senen masih dipadati warga hendak mudik

Aktual Dalam Negeri | 21 Juni 2018 - 18:09 WIB

Hari pertama kerja, ribuan ASN Pemkab Kudus ikuti halal bihalal

Asian Games 2018 | 21 Juni 2018 - 17:57 WIB

Menpora minta manajer tim jaga mental atlet

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com