Kamis, 19 Juli 2018 | 13:02 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Menkominfo: Kesadaran keamanan siber masyarakat rendah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2iz00H0
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Sumber foto: http://bit.ly/2iz00H0
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan kesadaran keamanan siber masyarakat di Tanah Air masih rendah.</p><p>"Penduduk Indonesia masih lemah dalam menerapkan teknologi keamanan siber. Saat ini, indeks keamanan siber Indonesia berada di peringkat ke-70 dunia, jauh di bawah Malaysia dan Singapura," ujar Rudi dalam acara keamanan siber di Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Dia mengatakan keamanan siber sudah menjadi isu global dan mendapat perhatian khusus nyaris semua negara. Menurut dia, khusus negara anggota ASEAN, manifestasi keamanan siber dirangkum dalam deklarasi "Siengrip" yang disepakati semua menteri komunikasi dan informatika di Kamboja pekan lalu.</p><p>"Keamanan siber ini bukan hanya isu di Indonesia. Isu global dan regional. Satu klausul dari deklarasi itu adalah kolektif usaha. Kita masih nomor 70 kalau tidak salah, jadi masih banyak yang harus dikejar."</p><p>Dia menambahkan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap keamanan siber, terutama bagi generasi muda. Keamanan siber sangat penting bagi pertumbuhan bisnis masa depan seiring gencarnya penetrasi teknologi informatika berbasis internet.&nbsp;</p><p>"Saya minta bantuan teman-teman media, untuk selalu mensosialisasikan mengenai keamanan siber ini. Harus ada semacam kesadaran pada diri masyarakat dari semua mengenai hal ini. Contoh, ini kan teman-teman pasti pakai email, kapan terakhir ganti password? Ada yang enggak pernah, itu bahaya."</p><p>Sementara itu, Direktur Penjualan dan Pemasaran ESET APAC Parvinder Walia menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi negara besar pembangun ekonomi digital.&nbsp;</p><p>"Keamanan siber di Indonesia harus diperkuat agar dunia usaha dan bisnis digital berjalan pesat. Indonesia akan menjadi pemain ekonomi digital terbesar di Asia. Pada 2020, kami yakin, keamanan siber memainkan peran penting untuk mewujudkan tujuan ekonomi digital," ujar Parvinder.</p><p>Parvinder juga menambahkan keamanan siber tak hanya bagi perusahaan namun juga perorangan. Selama ini, keamanan siber untuk perorangan kurang diperhatikan.</p><p>"Terutama untuk pengguna ponsel pintar berbasis Android, karena dasarnya adalah open source yang semua orang bisa memodifikasinya," imbuh Parvinder. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:49 WIB

DPR rapat dengan Menperin bahas pertanggungjawaban keuangan

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:32 WIB

Saksi: Pelempar molotov rumah Mardani berjumlah dua orang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

DPR pertimbangkan setujui pengajuan kenaikan anggaran PKH

Ekonomi | 19 Juli 2018 - 12:16 WIB

Garis kemiskinan di Jambi naik 7,54 persen

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com