Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

15 jembatan di Bantul roboh akibat banjir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2AybAMQ
Sumber foto: http://bit.ly/2AybAMQ
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat 15 jembatan di daerah ini roboh akibat diterjang banjir luapan sungai setelah diguyur hujan sebagai dampak badai Siklon Tropis Cempaka akhir November lalu.</p><p>"Dampak infrastruktur karena kejadian banjir kemarin terus bertambah datanya, dan yang kita verifikasi dan data terakhir itu ada 15 jembatan yang roboh dan tidak bisa difungsikan kembali," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Kamis (7/12).</p><p>Menurut dia, hujan deras disertai angin kencang dampak badai Cempaka 28 November mengakibatkan banjir di seluruh 17 kecamatan, selain itu sungai-sungai di wilayah Bantul meluap sehingga jembatan tidak kuat menahan derasnya aliran air.</p><p>Pihaknya tidak merinci jembatan yang roboh karena diterjang banjir itu, namun diataranya jembatan Nambangan di Dusun Nambangan Desa Seloharjo dan jembatan gantung di Desa Selopamioro di atas aliran Sungai Oya.</p><p>Selain merobohkan jembatan, kata dia, banjir bandang juga merusak jalan di sembilan titik bahkan terputus, kerusakan talud di 22 titik, kerusakan di 13 bendung atau bangunan air, gorong-gorong empat titik, sekolah 44 titik, satu rumah sakit dan 178 rumah rusak.</p><p>"Estimasi kerugian karena dampak kejadian 28 November itu semuanya kurang lebih sekitar Rp167 miliar, dengan kerugian paling besar karena kerusakan infrastruktur kurang lebih sebesar Rp162 miliar," katanya.</p><p>Dwi Daryanto mengatakan, kejadian banjir tersebut juga menggenangi lahan pertanian di Bantul seluas 161 hektare, merusak kolam-kolam perikanan dan kandang ternak, yang kerugiannya mencapai sekitar Rp,9 miliar.</p><p>Selain berakibat kerusakan infrastruktur dan sektor lainnya, lanjut dia, kejadian 28 November juga mengakibatkan sekitar 9.000 jiwa warga Bantul mengungsi ke lokasi yang aman, karena rumahnya kebanjiran, maupun rusak berat karena banjir atau tertimpa longsor.</p><p>"Untuk pengungsi karena kejadian itu berlangsung kurang lebih tiga hari, karena pada hari kedua pascabanjir air sudah surut, dan yang masih tergenang tinggal di kecamatan pesisir yaitu Kretek, Sanden dan Srandakan," katanya.</p><p>Namun demikian, kata dia, kalau di wilayah yang terdampak banjir terparah yaitu Desa Sriharjo dan Selopamioro Kecamatan Imogiri pada 28 November banjir, namun keesokan harinya atau pada 29 November air sudah surut.</p><p>"Sehingga pengungsi hanya tiga hari berada di titik-titik pengungsian, selanjutnya mereka pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat 15 jembatan di daerah ini roboh akibat diterjang banjir luapan sungai setelah diguyur hujan sebagai dampak badai Siklon Tropis Cempaka akhir November lalu.</p><p>"Dampak infrastruktur karena kejadian banjir kemarin terus bertambah datanya, dan yang kita verifikasi dan data terakhir itu ada 15 jembatan yang roboh dan tidak bisa difungsikan kembali," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Kamis (7/12).</p><p>Menurut dia, hujan deras disertai angin kencang dampak badai Cempaka 28 November mengakibatkan banjir di seluruh 17 kecamatan, selain itu sungai-sungai di wilayah Bantul meluap sehingga jembatan tidak kuat menahan derasnya aliran air.</p><p>Pihaknya tidak merinci jembatan yang roboh karena diterjang banjir itu, namun diataranya jembatan Nambangan di Dusun Nambangan Desa Seloharjo dan jembatan gantung di Desa Selopamioro di atas aliran Sungai Oya.</p><p>Selain merobohkan jembatan, kata dia, banjir bandang juga merusak jalan di sembilan titik bahkan terputus, kerusakan talud di 22 titik, kerusakan di 13 bendung atau bangunan air, gorong-gorong empat titik, sekolah 44 titik, satu rumah sakit dan 178 rumah rusak.</p><p>"Estimasi kerugian karena dampak kejadian 28 November itu semuanya kurang lebih sekitar Rp167 miliar, dengan kerugian paling besar karena kerusakan infrastruktur kurang lebih sebesar Rp162 miliar," katanya.</p><p>Dwi Daryanto mengatakan, kejadian banjir tersebut juga menggenangi lahan pertanian di Bantul seluas 161 hektare, merusak kolam-kolam perikanan dan kandang ternak, yang kerugiannya mencapai sekitar Rp,9 miliar.</p><p>Selain berakibat kerusakan infrastruktur dan sektor lainnya, lanjut dia, kejadian 28 November juga mengakibatkan sekitar 9.000 jiwa warga Bantul mengungsi ke lokasi yang aman, karena rumahnya kebanjiran, maupun rusak berat karena banjir atau tertimpa longsor.</p><p>"Untuk pengungsi karena kejadian itu berlangsung kurang lebih tiga hari, karena pada hari kedua pascabanjir air sudah surut, dan yang masih tergenang tinggal di kecamatan pesisir yaitu Kretek, Sanden dan Srandakan," katanya.</p><p>Namun demikian, kata dia, kalau di wilayah yang terdampak banjir terparah yaitu Desa Sriharjo dan Selopamioro Kecamatan Imogiri pada 28 November banjir, namun keesokan harinya atau pada 29 November air sudah surut.</p><p>"Sehingga pengungsi hanya tiga hari berada di titik-titik pengungsian, selanjutnya mereka pulang ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa-sisa banjir," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com