Kamis, 26 April 2018

YLKI: Selama ini pengendara `dipaksa` Jasa Marga

Kamis, 07 Desember 2017 11:17

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2izgOO6 Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2izgOO6
Ayo berbagi!

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, selama ini ketika ada kenaikan tarif tol, Jasa Marga lebih melihat perspektif inflasi saja tetapi tidak pada pelayanan. 

"Jadi selama ini konsumen dipaksakan mereka harus menerima ketika ada kenaikan tarif tol dengan alasan adanya inflasi, konsumen tidak mendapatkan apa-apa, pelayanannya mandek di tempat," kata pengurus harian YLKI, Agus Suyatno saat dihubungi Elshinta guna menanggapi kenaikan tarif tol. 

Menurut Agus, dari pandangan YLKI, konsumen belum mendapatkan pelayanan seperti ekspektasinya.

“Kecepatan rata-rata di dalam tol itu ya karena berbayar harusnya mereka kan harus tidak ada hambatan. Tetapi contohnya Tol Dalam Kota, kecepatan rata-rata tidak terpenuhi, karena dalam tol sama saja macetnya. Ketika masuk ke dalam tol, ternyata masuk ke dalam jalan kemacetan juga,” kata dia. 

Hal selanjutnya yang disoroti Agus ialah jumlah ideal mobil yang hendak masuk ke dalam tol atau yang mengantre di gerbang tol.

“Misalkan maksimal 10 antrean, ketika sudah terjadi lebih dari 10 antrean, apa sih tidakan dari operator untuk kemudian lebih mencairkan atau lebih memecah kemacetan tersebut atau antrean tersebut? Nah ini juga selama ini tidak terpenuhi” tandasnya. 

Penulis: Yuno

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar