Selasa, 23 Oktober 2018 | 04:59 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

YLKI: Selama ini pengendara `dipaksa` Jasa Marga

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2izgOO6
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2izgOO6
<p>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, selama ini ketika ada kenaikan tarif tol, Jasa Marga lebih melihat perspektif inflasi saja tetapi tidak pada pelayanan. </p><p>"Jadi selama ini konsumen dipaksakan mereka harus menerima ketika ada kenaikan tarif tol dengan alasan adanya inflasi, konsumen tidak mendapatkan apa-apa, pelayanannya mandek di tempat," kata pengurus harian YLKI, Agus Suyatno saat dihubungi Elshinta guna menanggapi kenaikan tarif tol. <br></p><p>Menurut Agus, dari pandangan YLKI, konsumen belum mendapatkan pelayanan seperti ekspektasinya.<br></p><p>“Kecepatan rata-rata di dalam tol itu ya karena berbayar harusnya mereka kan harus tidak ada hambatan. Tetapi contohnya Tol Dalam Kota, kecepatan rata-rata tidak terpenuhi, karena dalam tol sama saja macetnya. Ketika masuk ke dalam tol, ternyata masuk ke dalam jalan kemacetan juga,” kata dia. <br></p><p>Hal selanjutnya yang disoroti Agus ialah jumlah ideal mobil yang hendak masuk ke dalam tol atau yang mengantre di gerbang tol.<br></p><p>“Misalkan maksimal 10 antrean, ketika sudah terjadi lebih dari 10 antrean, apa sih tidakan dari operator untuk kemudian lebih mencairkan atau lebih memecah kemacetan tersebut atau antrean tersebut? Nah ini juga selama ini tidak terpenuhi” tandasnya. <br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno</p><p>Editor: Dewi Rusiana</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, selama ini ketika ada kenaikan tarif tol, Jasa Marga lebih melihat perspektif inflasi saja tetapi tidak pada pelayanan. </p><p>"Jadi selama ini konsumen dipaksakan mereka harus menerima ketika ada kenaikan tarif tol dengan alasan adanya inflasi, konsumen tidak mendapatkan apa-apa, pelayanannya mandek di tempat," kata pengurus harian YLKI, Agus Suyatno saat dihubungi Elshinta guna menanggapi kenaikan tarif tol. <br></p><p>Menurut Agus, dari pandangan YLKI, konsumen belum mendapatkan pelayanan seperti ekspektasinya.<br></p><p>“Kecepatan rata-rata di dalam tol itu ya karena berbayar harusnya mereka kan harus tidak ada hambatan. Tetapi contohnya Tol Dalam Kota, kecepatan rata-rata tidak terpenuhi, karena dalam tol sama saja macetnya. Ketika masuk ke dalam tol, ternyata masuk ke dalam jalan kemacetan juga,” kata dia. <br></p><p>Hal selanjutnya yang disoroti Agus ialah jumlah ideal mobil yang hendak masuk ke dalam tol atau yang mengantre di gerbang tol.<br></p><p>“Misalkan maksimal 10 antrean, ketika sudah terjadi lebih dari 10 antrean, apa sih tidakan dari operator untuk kemudian lebih mencairkan atau lebih memecah kemacetan tersebut atau antrean tersebut? Nah ini juga selama ini tidak terpenuhi” tandasnya. <br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno</p><p>Editor: Dewi Rusiana</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com