Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:45 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Dinkes Aceh distribusikan obat ke wilayah banjir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2zZ6XIg
Sumber foto: http://bit.ly/2zZ6XIg
<p>Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh mengirimkan dan mendistribusikan obat-obatan ke Lhoksukon, Aceh Utara, yang dilanda banjir.</p><p>"Kami sudah kirimkan bantuan obat-obatan sebanyak 50 dus dari 13 jenis. Dari seluruh obat yang dikirim, paling banyak obat salep gatal," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Hanif di Banda Aceh, Kamis (7/12).</p><p>Hanif menyebutkan obat-obatan yang dikirim lebih diutamakan untuk mengobati penyakit yang ditimbul akibat banjir, seperti penyakit kulit dan infeksi saluran pernafasan akut atau.</p><p>"Rata-rata korban banjir di Lhoksukon terserang gatal-gatal. Selain itu juga kita kirimkan antibiotik untuk meningkatkan kekebalan tubuh korban bencana banjir," ujar Hanif menyebutkan.</p><p>Selain mengirimkan antibiotik dan salep kulit, Dinkes Aceh juga telah mengirim 10 ampul obat antibisa ular ke Dinas Kesehatan Aceh Utara. Selanjutnya, antibisa tersebut didistribusikan ke sejumlah pelayanan kesehatan membutuhkan, terutama wilayah dilanda banjir.</p><p>Hanif menyebutkan, obat antibisa ular tersebut didistribusikan menyusul ada tiga korban banjir digigit ular. Apalagi persediaan serum antibisa ular di daerah tersebut sudah habis, kata Hanif.</p><p>"Kami akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat serta gejala-gejala penyakit yang timbul pascabanjir, sehingga penyakit yang mulai menyerang korban banjir bisa cegah sedini mungkin," ujar dia.</p><p>Terkait fasilitas kesehatan, Hanif menyatakan pelayanan tetap berjalan, meski beberapa pusat layanan terendam air. Namun, tempat pelayanannya dipindahkan ke lokasi yang tidak terendam air.</p><p>"Operasional sejumlah pusat pelayanan kesehatan terpaksa dipindahkan karena banjir. Lokasi pelayanan dipindahkan ke tempat yang tidak terkena banjir. Termasuk membuka posko kesehatan di sejumlah titik daerah yang dilanda banjir," kata Hanif. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh mengirimkan dan mendistribusikan obat-obatan ke Lhoksukon, Aceh Utara, yang dilanda banjir.</p><p>"Kami sudah kirimkan bantuan obat-obatan sebanyak 50 dus dari 13 jenis. Dari seluruh obat yang dikirim, paling banyak obat salep gatal," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Hanif di Banda Aceh, Kamis (7/12).</p><p>Hanif menyebutkan obat-obatan yang dikirim lebih diutamakan untuk mengobati penyakit yang ditimbul akibat banjir, seperti penyakit kulit dan infeksi saluran pernafasan akut atau.</p><p>"Rata-rata korban banjir di Lhoksukon terserang gatal-gatal. Selain itu juga kita kirimkan antibiotik untuk meningkatkan kekebalan tubuh korban bencana banjir," ujar Hanif menyebutkan.</p><p>Selain mengirimkan antibiotik dan salep kulit, Dinkes Aceh juga telah mengirim 10 ampul obat antibisa ular ke Dinas Kesehatan Aceh Utara. Selanjutnya, antibisa tersebut didistribusikan ke sejumlah pelayanan kesehatan membutuhkan, terutama wilayah dilanda banjir.</p><p>Hanif menyebutkan, obat antibisa ular tersebut didistribusikan menyusul ada tiga korban banjir digigit ular. Apalagi persediaan serum antibisa ular di daerah tersebut sudah habis, kata Hanif.</p><p>"Kami akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat serta gejala-gejala penyakit yang timbul pascabanjir, sehingga penyakit yang mulai menyerang korban banjir bisa cegah sedini mungkin," ujar dia.</p><p>Terkait fasilitas kesehatan, Hanif menyatakan pelayanan tetap berjalan, meski beberapa pusat layanan terendam air. Namun, tempat pelayanannya dipindahkan ke lokasi yang tidak terendam air.</p><p>"Operasional sejumlah pusat pelayanan kesehatan terpaksa dipindahkan karena banjir. Lokasi pelayanan dipindahkan ke tempat yang tidak terkena banjir. Termasuk membuka posko kesehatan di sejumlah titik daerah yang dilanda banjir," kata Hanif. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com