Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Jokowi akan datang langsung ke sidang OKI bahas Trump terkait Yerusalem

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zVIUtM
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2zVIUtM
<p>Presiden RI, Joko Widodo menyatakan bahwa dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), agar OKI segera mengadakan sidang khusus tentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pada kesempatan pertama sidang. </p><p>Pemerintah Indonesia juga telah meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS ini.<br></p><p>Demikian disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangan persnya, Kamis (7/12) siang. <br></p><p>Terkait dengan hal ini, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Luar Negeri RI untuk memanggil Duta Besar AS di Indonesia, untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia. <br></p><p>Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. <br></p><p>"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," jelasnya. <br></p><p>Saat ditanya apakah hal tersebut mempengaruhi hubungan AS dengan Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan, belum mengetahuinya. “Tapi yang jelas, nanti kalau OKI memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung,” ucapnya. <br></p><p>Presiden Jokowi menyebut, sidang OKI itu sendiri rencananya akan diselenggarakan pada 13 Desember mendatang.</p><p>“Karena kita sudah menghubungi hampir semua negara, kita sudah komunikasi terus sehingga muncul tanggal 13 di Istambul, Turki,” pungkas Presiden Jokowi.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Presiden RI, Joko Widodo menyatakan bahwa dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI), agar OKI segera mengadakan sidang khusus tentang pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pada kesempatan pertama sidang. </p><p>Pemerintah Indonesia juga telah meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS ini.<br></p><p>Demikian disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangan persnya, Kamis (7/12) siang. <br></p><p>Terkait dengan hal ini, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Luar Negeri RI untuk memanggil Duta Besar AS di Indonesia, untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia. <br></p><p>Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. <br></p><p>"Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," jelasnya. <br></p><p>Saat ditanya apakah hal tersebut mempengaruhi hubungan AS dengan Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan, belum mengetahuinya. “Tapi yang jelas, nanti kalau OKI memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung,” ucapnya. <br></p><p>Presiden Jokowi menyebut, sidang OKI itu sendiri rencananya akan diselenggarakan pada 13 Desember mendatang.</p><p>“Karena kita sudah menghubungi hampir semua negara, kita sudah komunikasi terus sehingga muncul tanggal 13 di Istambul, Turki,” pungkas Presiden Jokowi.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana. </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com