Kamis, 20 September 2018 | 00:44 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

PPIP kecam Trump tetapkan Jerussalem ibukota Israel

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
<p>Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) atau <i>Indonesia-Palestine Friendship Initiative</i> (IPFI) M. Din Syamsuddin mengecam keras dan menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan memindahkan Kedubes AS ke sana.</p><p><br></p><p>Dalam rilisnya yang diterima <i><strong>redaksi elshinta.com</strong></i> via WA, Din menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk agresi, provokasi, dan radikalisme yang nyata.</p><p><br></p><p>"Keputusan tersebut membuka dan membuktikan kedok standart ganda AS selama ini yang tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan konflik Israel-Palestina secara berkeadikan," kata Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI dan Ketua PPIP.</p><p><br></p><p>Menurut Din, keputusan tersebut jelas akan mematikan proses perdamaian yang telah berlangsung lama dan akan mendorong radikalisasi di kalangan umat Islam sebagai reaksi terhadap radikalisme dan ketidakadilan global yang diciptakan AS. </p><p><br></p><p>Din berpendapat, untuk Jerusalem, sebaiknya dibagi dua (Jerusalem Timur untuk Palestina dan Jerusalem Barat untuk Israel. "Atau Jerusalem dijadikan sebagai Kota Suci Internasional bagi pemeluk tiga Agama Samawi yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam," ujar Din, Kamis (7/12).</p><p><br></p><p>Din mendesak Presiden Donald Trump untuk mencabut keputusannya, dan mendesak OKI untuk melakukan langkah politik dan diplomatik untuk membatalkan atau mengabaikan keputusan tersebut.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 21:39 WIB

Dua paket misterius dari China buat heboh Bawaslu Sumut

Sosbud | 19 September 2018 - 21:12 WIB

Bubur Asyura, makanan khas penanda buka luwur Sunan Kudus

Pemilihan Presiden 2019 | 19 September 2018 - 20:57 WIB

Pakar: Perang kata-kata dan tagar bisa picu perpecahan

Aktual Dalam Negeri | 19 September 2018 - 20:36 WIB

Bekraf gelar sosialisasi hak kekayaan intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

Senin, 17 September 2018 - 06:47 WIB

Kemenkominfo buka beasiswa pelatihan digital

Minggu, 16 September 2018 - 14:48 WIB

Kalapas Sukamiskin benarkan Sel Setnov lebih luas

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com