Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:58 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Presiden tunggu proses Panglima TNI dari DPR

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2xKURFO
Sumber foto: http://bit.ly/2xKURFO
<p>Presiden Joko Widodo menyatakan masih menunggu proses terkait Panglima TNI baru di DPR benar-benar selesai dan ada surat resmi dari DPR.</p><p>"Saya menunggu proses yang ada di DPR. Ya, selesai disanapun harus ada surat resmi yang harus kami terima," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Presiden Jokowi menyatakan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan kapan Panglima TNI baru akan dilantik.</p><p>"Kita menunggu selesai proses semuanya di DPR. Ditanyakan saja ke sana kok tanya ke saya," tegas Jokowi.</p><p>Sebelumnya Komisi I DPR menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan serta pendalaman visi-misi, kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyari.</p><p>"Setelah Komisi I DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan serta mendengarkan pandangan fraksi-fraksi maka Komisi I DPR memberikan persetujuan sebagai Panglima TNI," kata Abdul Kharis di Ruang Rapat Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Dia mengatakan Hadi dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni sehingga memenuhi syarat dan kecakapan sebagai Panglima TNI.</p><p>Politikus PKS itu menjelaskan ada beberapa poin yang disoroti dalam uji kelayakan tersebut yaktu kepemimpinan, profesionalitas, integritas, dan mampu menjaga serta merawat NKRI.</p><p>"Proses uji kelayakan yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu pemeriksaan administrasi, pemaparan visi-misi, pendalaman visi-misi dan pengambilan keputusan," ujarnya.</p><p>Dia mengatakan Komisi I DPR juga menyetujui pemberhentian Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI dan memberikan apresiasi atas dedikasi serta kesungguhannya dalam bekerja.</p><p>Menurut dia, capaian positif tersebut diharapkan bisa dilanjutkan Marsekal Hadi dalam memimpin institusi TNI.</p><p>"Kami segera mengirimkan surat ke Pimpinan DPR untuk dilaksanakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR agar dijadwalkan Rapat Paripurna yang akan dibacakan hasil uji kelayakan," katanya.</p><p>Abdul Kharis menjelaskan setelah hasil uji kelayakan itu dibacakan di Rapat Paripurna maka Pimpinan DPR akan mengirimkan surat ke Presiden lalu Presiden melantik Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI.</p><p>Dalam kesempatan itu Marsekal Hadi tidak memberikan banyak pernyataan namun dirinya mengaku senang proses uji kelayakan tersebut berjalan lancar. Dia mengatakan sudah memberikan paparan visi-misi di hadapan seluruh anggota Komisi I DPR serta menyampaikan kebijakan strategis yang akan dijalankannya kedepan. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 24 Oktober 2018 - 08:47 WIB

Gunung Anak Krakatau alami 336 kegempaan letusan

Liga Champions | 24 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Real Madrid pungkasi paceklik kemenangan, atasi Plzen 2-1

Aktual Dalam Negeri | 24 Oktober 2018 - 08:07 WIB

Moeldoko: 8,7 juta pengangguran terserap, kemiskinan tinggal 9,8 persen

Ekonomi | 24 Oktober 2018 - 07:58 WIB

Pengamat: Polemik data beras baiknya diselesaikan akarnya

<p>Presiden Joko Widodo menyatakan masih menunggu proses terkait Panglima TNI baru di DPR benar-benar selesai dan ada surat resmi dari DPR.</p><p>"Saya menunggu proses yang ada di DPR. Ya, selesai disanapun harus ada surat resmi yang harus kami terima," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Presiden Jokowi menyatakan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan kapan Panglima TNI baru akan dilantik.</p><p>"Kita menunggu selesai proses semuanya di DPR. Ditanyakan saja ke sana kok tanya ke saya," tegas Jokowi.</p><p>Sebelumnya Komisi I DPR menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan serta pendalaman visi-misi, kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyari.</p><p>"Setelah Komisi I DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan serta mendengarkan pandangan fraksi-fraksi maka Komisi I DPR memberikan persetujuan sebagai Panglima TNI," kata Abdul Kharis di Ruang Rapat Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (6/12).</p><p>Dia mengatakan Hadi dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni sehingga memenuhi syarat dan kecakapan sebagai Panglima TNI.</p><p>Politikus PKS itu menjelaskan ada beberapa poin yang disoroti dalam uji kelayakan tersebut yaktu kepemimpinan, profesionalitas, integritas, dan mampu menjaga serta merawat NKRI.</p><p>"Proses uji kelayakan yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu pemeriksaan administrasi, pemaparan visi-misi, pendalaman visi-misi dan pengambilan keputusan," ujarnya.</p><p>Dia mengatakan Komisi I DPR juga menyetujui pemberhentian Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI dan memberikan apresiasi atas dedikasi serta kesungguhannya dalam bekerja.</p><p>Menurut dia, capaian positif tersebut diharapkan bisa dilanjutkan Marsekal Hadi dalam memimpin institusi TNI.</p><p>"Kami segera mengirimkan surat ke Pimpinan DPR untuk dilaksanakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR agar dijadwalkan Rapat Paripurna yang akan dibacakan hasil uji kelayakan," katanya.</p><p>Abdul Kharis menjelaskan setelah hasil uji kelayakan itu dibacakan di Rapat Paripurna maka Pimpinan DPR akan mengirimkan surat ke Presiden lalu Presiden melantik Marsekal Hadi sebagai Panglima TNI.</p><p>Dalam kesempatan itu Marsekal Hadi tidak memberikan banyak pernyataan namun dirinya mengaku senang proses uji kelayakan tersebut berjalan lancar. Dia mengatakan sudah memberikan paparan visi-misi di hadapan seluruh anggota Komisi I DPR serta menyampaikan kebijakan strategis yang akan dijalankannya kedepan. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com