Kamis, 14 Desember 2017

Tanah amblas, pola operasi kereta api dari dan ke Bandung berubah

Kamis, 07 Desember 2017 13:20

Foto: Dudi Supriyadi Foto: Dudi Supriyadi
Ayo berbagi!

Menyusul terjadinya tanah ablas di Km 227 + 4/5 antara Stasiun Warung Bandrek dan Stasiun Bumiwaluya di wilayah Garut, Jawa Barat menyebabkan terjadinya perubahan pola operasi kereta api yang melintas di jalur tersebut. 

“Kami mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi. Petugas kami menemukan adanya pergerakan tanah berupa amblesan di Km 227 + 4/5 antara Stasiun Warung Bandrek dan Stasiun Bumiwaluya sehingga kami segera mengambil tindakan terberat dengan segera memasang semboyan larangan melintas pada jalur tersebut,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Joni Martinus seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Dudi Supriyadi.

Joni mengatakan, akibat kondisi tersebut pola operasi kereta api mengalami perubahan dengan pola memutar dan overstaapen (menggunakan feeder bus untuk kemudian melanjutkan menggunakan kereta api).

Kereta – kereta yang memutar arah  adalah kereta-kereta yang tertahan dari arah timur menuju Bandung yaitu KA Mutiara Selatan tujuan Malang – Surabaya – Bandung, KA Malabar tujuan Malang – Bandung, KA Turangga tujuan Surabaya – Bandung, dan KA Lodaya tujuan Solobalapan – Yogyakarta – Bandung,

“Kami berikan pilihan kepada penumpang kereta-kereta tersebut apakah mereka berkenan untuk tetap di dalam kereta namun jalurnya memutar atau bisa dengan peralihan kendaraan menggunakan bus menuju Bandung,” tambah Joni.

Untuk memfasilitasi perpindahan moda, pihak Daop 2 menyediakan 30 bus yang sudah siap di beberapa stasiun. Di Stasiun Tasikmalaya disediakan 9 bus untuk mengangkut penumpang KA Turangga dan KA Lodaya menuju Bandung.

Kemudian dari Stasiun Ciawi disediakan 11 bus untuk mengangkut penumpang KA Kahuripan menuju Bandung.

Sementara untuk KA Serayu tujuan Pasar Senen - Kiaracondong – Purwokerto dan Purwokerto – Kiaracondong – Pasar Senen disediakan 10 bus di Stasiun Cibatu.

Khusus untuk KA Serayu ini, penumpang dari kedua arah bertukar kereta untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan.

“Jadi untuk penumpang KA Serayu tetap menggunakan kereta api. Yang dari arah Bandung mereka akan menggunakan bus dari Stasiun Cibatu menuju Stasiun Cipeundeuy untuk kemudian naik kereta. Untuk penumpang KA Serayu dari arah Purwokerto mereka menggunakan bus dari Stasiun Cipeundeuy menuju Stasiun Cibatu untuk kemudian melanjutkan perjalanan penuju Bandung dengan tujuan akhir Pasar Senen,” papar Joni.

Sedangkan untuk keberangkatan kereta Lodaya pagi  jurusan  Bandung - Yogyakarta - Solo  jam 07:20  penumpang  dari stasiun Bandung dan  Kiaracondong  difasilitasi  dengan naik bus untuk  diantar ke Stasiun Tasikmalaya. Dari Tasikmalaya menggunakan kereta api yang telah  disediakan di sana.

"Untuk di lokasi amblesan, tim dari Daop 2 terus melakukan perbaikan," tandasnya.  

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar