Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Presiden Jokowi terima Ombudsman Republik Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2jmzfq4
Sumber foto: http://bit.ly/2jmzfq4
<p>Presiden Joko Widodo menerima Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang dipimpin Ketuanya Amzulian Rifai di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).</p><p>Presiden Jokowi menerima Ombudsman RI di salah satu ruang di Istana Kepresidenan Bogor.</p><p>Selain Ketua Ombudsman RI juga tampak Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty dan anggota Ombudsman RI lainnya.</p><p>Ombudsman Republik Indonesia terdiri atas sembilan anggota (termasuk satu ketua dan satu wakil ketua), yang dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan calon yang diusulkan oleh Presiden RI.</p><p>Setelah menerima Ombudsman RI, Presiden Jokowi juga dijadwalkan menerima Panitia Peringatan Hari Asuransi Nasional di Istana Kepresidenan Bogor.</p><p>Usai diterima Presiden Jokowi, Ketua Ombudsman RI Amzukain Rifai menjelaskan sebagai lembaga pengawas pelayanan publik dan dugaan maladministrasi, secara rutin, pihaknya menyampaikan laporan kepada Presiden terkait tugas lembaga itu.</p><p>"Ini juga terkait penilaian kepada kementerian dan lembaga dalam pelayanan publik. Ombudsman RI berupaya memastikan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik berjalan baik sehingga sejumlah hal kami lakukan," katanya.</p><p>Pertama, lanjutnya, dengan pengawasan, kedua menindaklanjuti laporan- laporan yang disampaikan masyarakat kepada Ombudsman.</p><p>"Presiden berharap betul betul ada perbaikan dalam pelayanan publik, karena pelayanan yang baik dan terhindar dari mal administrasi itu sesungguhnya juga menutup kesempatan adanya korupsi," katanya.</p><p>Amzulian mengungkapkan laporan masyarakat kepada Ombudsman RI cenderung meningkat dari tahun ke tahun.</p><p>"Pada 2015 laporan kepada Ombudsmen berjumlah 6.897 kemudian pada tahun 2016 menjadi 9.075 laporan kemudian pada 2017 kami prediksi di atas 10.000 laporan," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Presiden Joko Widodo menerima Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang dipimpin Ketuanya Amzulian Rifai di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).</p><p>Presiden Jokowi menerima Ombudsman RI di salah satu ruang di Istana Kepresidenan Bogor.</p><p>Selain Ketua Ombudsman RI juga tampak Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty dan anggota Ombudsman RI lainnya.</p><p>Ombudsman Republik Indonesia terdiri atas sembilan anggota (termasuk satu ketua dan satu wakil ketua), yang dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan calon yang diusulkan oleh Presiden RI.</p><p>Setelah menerima Ombudsman RI, Presiden Jokowi juga dijadwalkan menerima Panitia Peringatan Hari Asuransi Nasional di Istana Kepresidenan Bogor.</p><p>Usai diterima Presiden Jokowi, Ketua Ombudsman RI Amzukain Rifai menjelaskan sebagai lembaga pengawas pelayanan publik dan dugaan maladministrasi, secara rutin, pihaknya menyampaikan laporan kepada Presiden terkait tugas lembaga itu.</p><p>"Ini juga terkait penilaian kepada kementerian dan lembaga dalam pelayanan publik. Ombudsman RI berupaya memastikan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik berjalan baik sehingga sejumlah hal kami lakukan," katanya.</p><p>Pertama, lanjutnya, dengan pengawasan, kedua menindaklanjuti laporan- laporan yang disampaikan masyarakat kepada Ombudsman.</p><p>"Presiden berharap betul betul ada perbaikan dalam pelayanan publik, karena pelayanan yang baik dan terhindar dari mal administrasi itu sesungguhnya juga menutup kesempatan adanya korupsi," katanya.</p><p>Amzulian mengungkapkan laporan masyarakat kepada Ombudsman RI cenderung meningkat dari tahun ke tahun.</p><p>"Pada 2015 laporan kepada Ombudsmen berjumlah 6.897 kemudian pada tahun 2016 menjadi 9.075 laporan kemudian pada 2017 kami prediksi di atas 10.000 laporan," katanya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com