Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat pengalihan isu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2zXrk8R
Sumber foto: http://bit.ly/2zXrk8R
<p>Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menentang keras kebijakan Presiden Donald Trump yang memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Jerussalem, dan dinilai sebagai upaya pengalihan isu dari kondisi dalam negeri Trump yang semakin sulit.</p><p>"Sebagai politisi, dugaan saya ini upaya mengalihkan isu dalam negeri karena Donald Trump semakin hari semakin sulit posisinya dengan berbagai kasus yang dihadapinya," kata Fadli, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Dia menilai kondisi dalam negeri yang dihadapi Trump semakin banyak serangan politik sehingga mengangkat isu pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Jerussalem.</p><p>Namun hal itu menurut dia bukan menyelesaikan masalah namun menimbulkan masalah baru sehingga secara unilateral yang dilakukan Trump satu hal pasti keluar dari semangat untuk menyelesaikan persoalan Israel-Palestina.</p><p>"Kita harus mengecam pernyataan Donald Trump itu pernyataan itu tiba-tiba muncul dari langit. Sekretaris jenderal PBB pun telah menentang kebijakan Trump itu," ujarnya.</p><p>Fadli menegaskan, konstitusi Indonesia menentang segala bentuk penjajahan sehingga apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina, tidak pernah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dan rakyat Indonesia.</p><p>Karena itu menurut dia, kebijakan Trump sangat bertentangan dengan upaya perdamaian dunia termasuk menyelesaikan konflik yang ada di Timur Tengah.</p><p>"Indonesia ingin Palestina merdeka dan sudah jadi komitmen pemerintah, bahkan salah satu janji pemerintah sekarang kan membuka KBRI di wilayah Palestina," katanya.</p><p>Sebelumnya, Trump, Selasa (5/12) mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Arab bahwa ia berencana memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Jerusalem.</p><p>Keputusan seperti itu merupakan perubahan kebijakan Amerika Serikat dan berisiko memicu kekerasan di Timur Tengah.</p><p>Beberapa pejabat tinggi Amerika Serikat sebelumnya mengatakan, Trump kemungkinan, Rabu, akan menyatakan pengakuan bahwa Jerusalem merupakan ibu kota negara Israel namun akan menunda pemindahan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan.</p><p>Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, Raja Jordania, Abdullah, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, serta Raja Arab Saudi, Salman, yang seluruhnya menerima panggilan telepon dari Trump, memperingatkan, langkah sepihak Amerika Serikat menyangkut Jerusalem akan menggelincirkan upaya perdamaian pimpinan Amerika Serikat serta menimbulkan kekacauan di kawasan.</p><p>Pada saat yang sama, seorang menteri Israel menyambut baik keputusan Trump itu dan menyatakan tekad bahwa Israel siap menghadapi kekerasan yang mungkin muncul.</p><p>"Trump memberi tahu Abbas soal rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menentang keras kebijakan Presiden Donald Trump yang memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel dari Tel Aviv ke Jerussalem, dan dinilai sebagai upaya pengalihan isu dari kondisi dalam negeri Trump yang semakin sulit.</p><p>"Sebagai politisi, dugaan saya ini upaya mengalihkan isu dalam negeri karena Donald Trump semakin hari semakin sulit posisinya dengan berbagai kasus yang dihadapinya," kata Fadli, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Dia menilai kondisi dalam negeri yang dihadapi Trump semakin banyak serangan politik sehingga mengangkat isu pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Jerussalem.</p><p>Namun hal itu menurut dia bukan menyelesaikan masalah namun menimbulkan masalah baru sehingga secara unilateral yang dilakukan Trump satu hal pasti keluar dari semangat untuk menyelesaikan persoalan Israel-Palestina.</p><p>"Kita harus mengecam pernyataan Donald Trump itu pernyataan itu tiba-tiba muncul dari langit. Sekretaris jenderal PBB pun telah menentang kebijakan Trump itu," ujarnya.</p><p>Fadli menegaskan, konstitusi Indonesia menentang segala bentuk penjajahan sehingga apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina, tidak pernah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dan rakyat Indonesia.</p><p>Karena itu menurut dia, kebijakan Trump sangat bertentangan dengan upaya perdamaian dunia termasuk menyelesaikan konflik yang ada di Timur Tengah.</p><p>"Indonesia ingin Palestina merdeka dan sudah jadi komitmen pemerintah, bahkan salah satu janji pemerintah sekarang kan membuka KBRI di wilayah Palestina," katanya.</p><p>Sebelumnya, Trump, Selasa (5/12) mengatakan kepada para pemimpin negara-negara Arab bahwa ia berencana memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Jerusalem.</p><p>Keputusan seperti itu merupakan perubahan kebijakan Amerika Serikat dan berisiko memicu kekerasan di Timur Tengah.</p><p>Beberapa pejabat tinggi Amerika Serikat sebelumnya mengatakan, Trump kemungkinan, Rabu, akan menyatakan pengakuan bahwa Jerusalem merupakan ibu kota negara Israel namun akan menunda pemindahan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan.</p><p>Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, Raja Jordania, Abdullah, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, serta Raja Arab Saudi, Salman, yang seluruhnya menerima panggilan telepon dari Trump, memperingatkan, langkah sepihak Amerika Serikat menyangkut Jerusalem akan menggelincirkan upaya perdamaian pimpinan Amerika Serikat serta menimbulkan kekacauan di kawasan.</p><p>Pada saat yang sama, seorang menteri Israel menyambut baik keputusan Trump itu dan menyatakan tekad bahwa Israel siap menghadapi kekerasan yang mungkin muncul.</p><p>"Trump memberi tahu Abbas soal rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rdainah. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com