Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

MUI: Trump tidak peka terhadap perasaan umat Islam

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2xvTWJ6
Sumber foto: http://bit.ly/2xvTWJ6
<p>Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia seiring sikapnya yang mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>"Membuktikan Donald Trump tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan umat Islam," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Menurut dia, rencana tersebut akan semakin memicu ketegangan di wilayah kawasan Teluk, mengganggu ketenangan dan stabilitas Timur Tengah dan dunia.</p><p>Selain itu, kata dia, tindakan Trump itu akan memantik kemarahan besar umat Islam di seluruh dunia. Alih-alih dapat memberikan solusi perdamaian di wilayah kawasan, yang terjadi justru akan semakin menyuburkan fanatisme, kekerasan dan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina.</p><p>"Dan yang pasti akan memperpanjang penderitaan bangsa Palestina karena semakin tidak memiliki kepastian akan kemerdekaannya," kata dia.</p><p>Dia mengatakan tindakan Trump sangat bertentangan dengan semangat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 yang menuntut Israel menghentikan semua kegiatan permukiman di Yerusalem Timur, termasuk pemindahan ibu kotanya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Dengan begitu, seharusnya AS menolak rencana Israel tersebut bukan sebaliknya justru memberikan pengakuan.</p><p>MUI, kata dia, mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia untuk kemerdekaan negara Palestina dan terciptanya perdamaian melalui solusi dua negara.</p><p>Solusi itu, kata dia, mencakup pembentukan negara merdeka Palestina di dalam garis perbatasan sebelum Perang 1967 yang terdiri dari Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur sementara Israel hidup berdampingan secara damai.</p><p>Dia mengatakan MUI meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menggalang lobi dengan negara-negara Muslim di dunia untuk menekan AS agar mengurungkan niatnya dan mendesak PBB agar memberikan sanksi berat kepada Israel dan AS karena kedua negara tersebut telah nyata-nyata melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia seiring sikapnya yang mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>"Membuktikan Donald Trump tidak memiliki kepekaan terhadap perasaan umat Islam," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Menurut dia, rencana tersebut akan semakin memicu ketegangan di wilayah kawasan Teluk, mengganggu ketenangan dan stabilitas Timur Tengah dan dunia.</p><p>Selain itu, kata dia, tindakan Trump itu akan memantik kemarahan besar umat Islam di seluruh dunia. Alih-alih dapat memberikan solusi perdamaian di wilayah kawasan, yang terjadi justru akan semakin menyuburkan fanatisme, kekerasan dan mengancam proses perdamaian Israel-Palestina.</p><p>"Dan yang pasti akan memperpanjang penderitaan bangsa Palestina karena semakin tidak memiliki kepastian akan kemerdekaannya," kata dia.</p><p>Dia mengatakan tindakan Trump sangat bertentangan dengan semangat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 yang menuntut Israel menghentikan semua kegiatan permukiman di Yerusalem Timur, termasuk pemindahan ibu kotanya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Dengan begitu, seharusnya AS menolak rencana Israel tersebut bukan sebaliknya justru memberikan pengakuan.</p><p>MUI, kata dia, mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia untuk kemerdekaan negara Palestina dan terciptanya perdamaian melalui solusi dua negara.</p><p>Solusi itu, kata dia, mencakup pembentukan negara merdeka Palestina di dalam garis perbatasan sebelum Perang 1967 yang terdiri dari Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur sementara Israel hidup berdampingan secara damai.</p><p>Dia mengatakan MUI meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menggalang lobi dengan negara-negara Muslim di dunia untuk menekan AS agar mengurungkan niatnya dan mendesak PBB agar memberikan sanksi berat kepada Israel dan AS karena kedua negara tersebut telah nyata-nyata melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com