Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Tindakan Trump dinilai provokatif

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2xvTWJ6
Sumber foto: http://bit.ly/2xvTWJ6
<p>Wakil Ketua MPR-RI Mahyudin menilai tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat memprovokasi banyak kalangan sekaligus meningkatkan ketegangan politik di Timur Tengah.</p><p>Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/12), Mahyudin saat berada di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan kebijakan Trump itu akan menimbulkan ketidakstabilan di Timur Tengah.</p><p>Mahyudin mengharapkan pemerintah Amerika Serikat bisa mempertimbangkan kembali kebijakan itu dengan memperhatikan situasi yang dapat berkembang.</p><p>"Bagi Palestina, Yerusalem adalah ibu kota yang abadi. Kalau Israel memindahkan ibu kotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem, tentu bakal menimbulkan pertikaian yang lebih besar," katanya.</p><p>Mahyudin mengatakan Indonesia harus menolak pengakuan tersebut agar kisruh di Timur Tengah tidak meningkat.</p><p>Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Kota Yerusalem yang disengketakan sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12), sebuah keputusan yang merusak kebijakan puluhan tahun Amerika Serikat, melanggar kesepakatan internasional, dan berisiko menimbulkan gelombang kekerasan baru di Timur Tengah. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Wakil Ketua MPR-RI Mahyudin menilai tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat memprovokasi banyak kalangan sekaligus meningkatkan ketegangan politik di Timur Tengah.</p><p>Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/12), Mahyudin saat berada di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan kebijakan Trump itu akan menimbulkan ketidakstabilan di Timur Tengah.</p><p>Mahyudin mengharapkan pemerintah Amerika Serikat bisa mempertimbangkan kembali kebijakan itu dengan memperhatikan situasi yang dapat berkembang.</p><p>"Bagi Palestina, Yerusalem adalah ibu kota yang abadi. Kalau Israel memindahkan ibu kotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem, tentu bakal menimbulkan pertikaian yang lebih besar," katanya.</p><p>Mahyudin mengatakan Indonesia harus menolak pengakuan tersebut agar kisruh di Timur Tengah tidak meningkat.</p><p>Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Kota Yerusalem yang disengketakan sebagai ibu kota Israel pada Rabu (6/12), sebuah keputusan yang merusak kebijakan puluhan tahun Amerika Serikat, melanggar kesepakatan internasional, dan berisiko menimbulkan gelombang kekerasan baru di Timur Tengah. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com