Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Pagar Nusa NU kecam Trump tetapkan Jerussalem ibukota Israel

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Nabil Haroen. Foto: Istimewa/Elshinta.com.
Nabil Haroen. Foto: Istimewa/Elshinta.com.
<p>Ketua Umum PP Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen mengutuk keras atas langkah dan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendukung penetapan Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Menurutnya, langkah tersebut justru membuat konstelasi politik Timur Tengah, dan secara lebih luas, dunia internasional, menjadi terguncang.</p><p>"Kebijakan ini akan merusak inisiasi damai yang dikembangkan Palestina-Israel, yang juga didukung oleh banyak negara, di antaranya pemerintah Indonesia, termasuk Nahdlatul Ulama sudah bersikap tentang bagaimana pentingnya perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya perdamaian Palestina-Israel," kata Nabil dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (7/12).</p><p>Nabil menjelaskan, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang berkonsentrasi pada ranah security, geo-politik dan pertahanan, Pagar Nusa mengutuk keras Kebijakan Presiden Donald Trump. Inisiasi perdamaian yang selama ini dibangun akan porak-poranda. Terlebih, Jerussalem sebagai kota suci, yang menjadi rujukan kota spiritual tiga agama: Islam, Yahudi, dan Nasrani.</p><p>Nabil menegaskan, jangan sampai kebijakan ini menjadi bumerang bagi politik internasional Amerika Serikat dan mendorong meningkatnya ketegangan. "Pagar Nusa mengutuk keras kebijakan ini, dan berharap dialog antar pemuka umat agama di lintas negara, menjadi jembatan untuk membangun perdamaian Palestin-Israel," tandasnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Ketua Umum PP Pagar Nusa Nahdlatul Ulama, M. Nabil Haroen mengutuk keras atas langkah dan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mendukung penetapan Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Menurutnya, langkah tersebut justru membuat konstelasi politik Timur Tengah, dan secara lebih luas, dunia internasional, menjadi terguncang.</p><p>"Kebijakan ini akan merusak inisiasi damai yang dikembangkan Palestina-Israel, yang juga didukung oleh banyak negara, di antaranya pemerintah Indonesia, termasuk Nahdlatul Ulama sudah bersikap tentang bagaimana pentingnya perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya perdamaian Palestina-Israel," kata Nabil dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (7/12).</p><p>Nabil menjelaskan, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang berkonsentrasi pada ranah security, geo-politik dan pertahanan, Pagar Nusa mengutuk keras Kebijakan Presiden Donald Trump. Inisiasi perdamaian yang selama ini dibangun akan porak-poranda. Terlebih, Jerussalem sebagai kota suci, yang menjadi rujukan kota spiritual tiga agama: Islam, Yahudi, dan Nasrani.</p><p>Nabil menegaskan, jangan sampai kebijakan ini menjadi bumerang bagi politik internasional Amerika Serikat dan mendorong meningkatnya ketegangan. "Pagar Nusa mengutuk keras kebijakan ini, dan berharap dialog antar pemuka umat agama di lintas negara, menjadi jembatan untuk membangun perdamaian Palestin-Israel," tandasnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com