Minggu, 21 Oktober 2018 | 09:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Panglima Gatot berikan pengarahan terakhir di Kopassus

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sumber foto: http://bit.ly/2z04dgx
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sumber foto: http://bit.ly/2z04dgx
<p>Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan terakhir sekaligus berpamitan dengan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Gedung Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).</p><p>"Tidak ada yang lebih penting, saya ingin sampaikan pada kesempatan ini. Saya bangga, saya hormat diberi kesempatan memimpin prajurit-prajurit hebat seperti kalian," kata Panglima TNI dihadapan 1.200 prajurit Kopassus.</p><p>Gatot diketahui akan segera memasuki masa pensiun, posisinya akan digantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang sudah lolos uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi I DPR.</p><p>"Saya sebagai manusia biasa mohon pamit dari Panglima TNI. Izinkan saya menyimpan semua kebanggaan dan kehormatan di setiap detak jantung dan sanubari saya," kata Gatot.</p><p>Dalam kesempatan itu, Gatot nampak terharu saat berpamitan dengan ribuan prajurit Kopassus. Hal tersebut nampak dari mata Gatot yang berkaca-kaca.</p><p>"Sebagai manusia saya minta maaf dan khilaf semua itu yakinlah karena rasa cinta," tuturnya.</p><p>Dia juga mengungkapkan rasa bangga karena telah diberi kesempatan untuk memimpin prajurit Kopassus.</p><p>"Saya tidak pernah menemukan keraguan kebimbangan dari prajurit komando. Bahkan, ketika risikonya nyawa kalian tetap tegak berdiri sebagai prajurit menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya dan sebagai penjuru tarikan nafasmu," tuturnya.</p><p>Ia pun mengingatkan, agar TNI ke depan harus netral mengingat akan menghadapi tahun politik. "Ingat TNI harus netral, tidak ada kata lain," katanya.</p><p>Dalam kesempatan itu, Gatot bercerita bahwa saat masuk Akabri ingin menjadi bagian dari pasukan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau yang sekarang disebut Kopassus karena itu merupakan keinginan almarhum ibu dia.</p><p>"Saya didesain dengan doa oleh ibu saya untuk menjadi prajurit seperti kalian dan pesan ibu saya kalau kamu masuk Akabri harus masuk RPKAD," tuturnya.</p><p>Gatot pun menjadi warga kehormatan Kopassus ketika menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Ia pun sempat menolak menjadi warga kehormatan Kopassus karena dirinya ingin pemberian warga kehormatan itu dilalui seperti prajurit-prajurit yang lain.</p><p>"Mungkin orang banyak yang bertanya kenapa diusia tak muda begitu (55 tahun) menjalani tes prajurit komando. Tapi itulah yang aku serap sebagai prajurit komando, kami bukan prajurit hebat, tapi kami terlatih," ujarnya.</p><p>Dalam kesempatan itu, Gatot juga meminta Presiden Jokowi untuk segera melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI agar sistem di tubuh TNI tetap berjalan.</p><p>"Saya sampaikan dalam menghadapi situasi ke depan setelah fit dan proper tes kemudian DPR mengajukan persetujuan Marsekal Hadi jadi Panglima TNI. Presiden agar mengeluarkan keputusan jangan lama-lama dan segera dilantik dan saya segera sertijab," katanya.</p><p>Sebelum memberikan pengarahan kepada prajurit Kopassus, Gatot Nurmantyo lebih dulu mendatangi Kostrad di Cilodong. Rencananya, pada Jumat (8/12), Gatot mendatangi Paskhas TNI AU dan dilanjutkan ke Korps Marinir.</p><p>Ketika hendak meninggalkan Mako Kopassus, sejumlah prajurit Kopassus telah menunggu di luar gedung. Kemudian para prajurit itu memanggul Jenderal Gatot beserta Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menuju gerbang utama sambil menyanyikan Mars Komando. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 21 Oktober 2018 - 09:41 WIB

Salah sasaran, seorang remaja tewas dibacok

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 09:28 WIB

66 hari diterapkan, 36.643 pengendara langgar ganjil genap

Pembangunan | 21 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Presiden resmikan Tol Bocimi akhir Oktober

Amerika | 21 Oktober 2018 - 08:50 WIB

Trump: AS akan mundur dari perjanjian nuklir dengan Rusia

Liga Italia | 21 Oktober 2018 - 08:26 WIB

Bermain imbang, Genoa akhiri start sempurna Juventus

<p>Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan pengarahan terakhir sekaligus berpamitan dengan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Gedung Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).</p><p>"Tidak ada yang lebih penting, saya ingin sampaikan pada kesempatan ini. Saya bangga, saya hormat diberi kesempatan memimpin prajurit-prajurit hebat seperti kalian," kata Panglima TNI dihadapan 1.200 prajurit Kopassus.</p><p>Gatot diketahui akan segera memasuki masa pensiun, posisinya akan digantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang sudah lolos uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi I DPR.</p><p>"Saya sebagai manusia biasa mohon pamit dari Panglima TNI. Izinkan saya menyimpan semua kebanggaan dan kehormatan di setiap detak jantung dan sanubari saya," kata Gatot.</p><p>Dalam kesempatan itu, Gatot nampak terharu saat berpamitan dengan ribuan prajurit Kopassus. Hal tersebut nampak dari mata Gatot yang berkaca-kaca.</p><p>"Sebagai manusia saya minta maaf dan khilaf semua itu yakinlah karena rasa cinta," tuturnya.</p><p>Dia juga mengungkapkan rasa bangga karena telah diberi kesempatan untuk memimpin prajurit Kopassus.</p><p>"Saya tidak pernah menemukan keraguan kebimbangan dari prajurit komando. Bahkan, ketika risikonya nyawa kalian tetap tegak berdiri sebagai prajurit menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya dan sebagai penjuru tarikan nafasmu," tuturnya.</p><p>Ia pun mengingatkan, agar TNI ke depan harus netral mengingat akan menghadapi tahun politik. "Ingat TNI harus netral, tidak ada kata lain," katanya.</p><p>Dalam kesempatan itu, Gatot bercerita bahwa saat masuk Akabri ingin menjadi bagian dari pasukan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau yang sekarang disebut Kopassus karena itu merupakan keinginan almarhum ibu dia.</p><p>"Saya didesain dengan doa oleh ibu saya untuk menjadi prajurit seperti kalian dan pesan ibu saya kalau kamu masuk Akabri harus masuk RPKAD," tuturnya.</p><p>Gatot pun menjadi warga kehormatan Kopassus ketika menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Ia pun sempat menolak menjadi warga kehormatan Kopassus karena dirinya ingin pemberian warga kehormatan itu dilalui seperti prajurit-prajurit yang lain.</p><p>"Mungkin orang banyak yang bertanya kenapa diusia tak muda begitu (55 tahun) menjalani tes prajurit komando. Tapi itulah yang aku serap sebagai prajurit komando, kami bukan prajurit hebat, tapi kami terlatih," ujarnya.</p><p>Dalam kesempatan itu, Gatot juga meminta Presiden Jokowi untuk segera melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI agar sistem di tubuh TNI tetap berjalan.</p><p>"Saya sampaikan dalam menghadapi situasi ke depan setelah fit dan proper tes kemudian DPR mengajukan persetujuan Marsekal Hadi jadi Panglima TNI. Presiden agar mengeluarkan keputusan jangan lama-lama dan segera dilantik dan saya segera sertijab," katanya.</p><p>Sebelum memberikan pengarahan kepada prajurit Kopassus, Gatot Nurmantyo lebih dulu mendatangi Kostrad di Cilodong. Rencananya, pada Jumat (8/12), Gatot mendatangi Paskhas TNI AU dan dilanjutkan ke Korps Marinir.</p><p>Ketika hendak meninggalkan Mako Kopassus, sejumlah prajurit Kopassus telah menunggu di luar gedung. Kemudian para prajurit itu memanggul Jenderal Gatot beserta Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menuju gerbang utama sambil menyanyikan Mars Komando. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com