Jumat, 14 Desember 2018 | 00:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

DPR: Presiden tepat bawa Yerussalem ke OKI

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Taufik Kurniawan. Foto: Redaksi/Elshinta.com.
Taufik Kurniawan. Foto: Redaksi/Elshinta.com.
<p>Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai tepat langkah Presiden Joko Widodo yang akan membawa permasalahan terkait keputusan Amerika Serikat yang secara sepihak mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel, dalam forum sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).</p><p><br></p><p>"Itu salah satu langkah diplomasi yang memperkuat sikap pemerintah melalui Kementerian Luar negeri sehingga sebagai bukti keseriusan tersebut patut kita apresiasi," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12).</p><p><br></p><p>Dia mengatakan kebijakan AS yang telah memutuskan memindahkan kedubesnya untuk Israel ke Yerussalem, merupakan langkah yang mengejutkan.</p><p><br></p><p>Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang berdaulat tentunya harus mengkritik keras bahwa kebijakan Presiden Trump berpotensi mengganggu perdamaian dunia khususnya di Yerussalem.</p><p><br></p><p>"DPR akan lakukan lobi diplomasi parlemen dunia, kami sangat menyesalkan pemindahan Kedubes tersebut," ujarnya.</p><p><br></p><p>Dia mengatakan saat ini terjadi perkembangan cukup signifikan bahwa negara-negara di Eropa seperti Prancis dan Inggris sudah menolak keras kebijakan Presiden Trump tersebut, artinya Trump telah melakukan diplomasi kontroversial.</p><p><br></p><p>Politisi PAN itu sangat menyesalkan apabila Trump tetap melanjutkan keputusan tersebut dan menilainya sebagai kebijakan nekad.</p><p><br></p><p>Presiden Joko Widodo menyatakan akan menghadiri sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas keputusan Amerika Serikat secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.</p><p><br></p><p>"Yang jelas kalau OKI sudah memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung di sidang OKI tersebut," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).</p><p><br></p><p>Presiden menyebutkan Sidang OKI rencananya akan digelar di Istanbul, Turki, tanggal 13 Desember 2017.</p><p><br></p><p>Ketika ditanya apakah Indonesia akan mengirim nota diplomatik kepada Amerika Serikat setelah keputusan pemerintah Amerika Serikat secara sepihak mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Jokowi mengatakan hal itu akan ditindaklanjuti oleh Kemenlu.</p><p><br></p><p>Dan ketika ditanya apakah ada komunikasi dengan Presiden Donald Trump mengenai masalah itu, Jokowi mengatakan nanti setelah Sidang OKI.</p><p><br></p><p>Selain berkomunikasi dengan OKI, Pemerintah Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bersidang untuk membahas pengakuan sepihak Pemerintah Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel.</p><p><br></p><p>"Pemerintah Indonesia meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat," kata Presiden.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai tepat langkah Presiden Joko Widodo yang akan membawa permasalahan terkait keputusan Amerika Serikat yang secara sepihak mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel, dalam forum sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).</p><p><br></p><p>"Itu salah satu langkah diplomasi yang memperkuat sikap pemerintah melalui Kementerian Luar negeri sehingga sebagai bukti keseriusan tersebut patut kita apresiasi," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12).</p><p><br></p><p>Dia mengatakan kebijakan AS yang telah memutuskan memindahkan kedubesnya untuk Israel ke Yerussalem, merupakan langkah yang mengejutkan.</p><p><br></p><p>Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang berdaulat tentunya harus mengkritik keras bahwa kebijakan Presiden Trump berpotensi mengganggu perdamaian dunia khususnya di Yerussalem.</p><p><br></p><p>"DPR akan lakukan lobi diplomasi parlemen dunia, kami sangat menyesalkan pemindahan Kedubes tersebut," ujarnya.</p><p><br></p><p>Dia mengatakan saat ini terjadi perkembangan cukup signifikan bahwa negara-negara di Eropa seperti Prancis dan Inggris sudah menolak keras kebijakan Presiden Trump tersebut, artinya Trump telah melakukan diplomasi kontroversial.</p><p><br></p><p>Politisi PAN itu sangat menyesalkan apabila Trump tetap melanjutkan keputusan tersebut dan menilainya sebagai kebijakan nekad.</p><p><br></p><p>Presiden Joko Widodo menyatakan akan menghadiri sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas keputusan Amerika Serikat secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.</p><p><br></p><p>"Yang jelas kalau OKI sudah memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung di sidang OKI tersebut," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).</p><p><br></p><p>Presiden menyebutkan Sidang OKI rencananya akan digelar di Istanbul, Turki, tanggal 13 Desember 2017.</p><p><br></p><p>Ketika ditanya apakah Indonesia akan mengirim nota diplomatik kepada Amerika Serikat setelah keputusan pemerintah Amerika Serikat secara sepihak mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Jokowi mengatakan hal itu akan ditindaklanjuti oleh Kemenlu.</p><p><br></p><p>Dan ketika ditanya apakah ada komunikasi dengan Presiden Donald Trump mengenai masalah itu, Jokowi mengatakan nanti setelah Sidang OKI.</p><p><br></p><p>Selain berkomunikasi dengan OKI, Pemerintah Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bersidang untuk membahas pengakuan sepihak Pemerintah Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel.</p><p><br></p><p>"Pemerintah Indonesia meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat," kata Presiden.(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com