Senin, 18 Desember 2017

DPR: Presiden tepat bawa Yerussalem ke OKI

Kamis, 07 Desember 2017 20:46

Taufik Kurniawan. Foto: Redaksi/Elshinta.com. Taufik Kurniawan. Foto: Redaksi/Elshinta.com.
Ayo berbagi!

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai tepat langkah Presiden Joko Widodo yang akan membawa permasalahan terkait keputusan Amerika Serikat yang secara sepihak mengakui Yerussalem sebagai ibu kota Israel, dalam forum sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Itu salah satu langkah diplomasi yang memperkuat sikap pemerintah melalui Kementerian Luar negeri sehingga sebagai bukti keseriusan tersebut patut kita apresiasi," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/12).

Dia mengatakan kebijakan AS yang telah memutuskan memindahkan kedubesnya untuk Israel ke Yerussalem, merupakan langkah yang mengejutkan.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang berdaulat tentunya harus mengkritik keras bahwa kebijakan Presiden Trump berpotensi mengganggu perdamaian dunia khususnya di Yerussalem.

"DPR akan lakukan lobi diplomasi parlemen dunia, kami sangat menyesalkan pemindahan Kedubes tersebut," ujarnya.

Dia mengatakan saat ini terjadi perkembangan cukup signifikan bahwa negara-negara di Eropa seperti Prancis dan Inggris sudah menolak keras kebijakan Presiden Trump tersebut, artinya Trump telah melakukan diplomasi kontroversial.

Politisi PAN itu sangat menyesalkan apabila Trump tetap melanjutkan keputusan tersebut dan menilainya sebagai kebijakan nekad.

Presiden Joko Widodo menyatakan akan menghadiri sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas keputusan Amerika Serikat secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Yang jelas kalau OKI sudah memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung di sidang OKI tersebut," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (7/12).

Presiden menyebutkan Sidang OKI rencananya akan digelar di Istanbul, Turki, tanggal 13 Desember 2017.

Ketika ditanya apakah Indonesia akan mengirim nota diplomatik kepada Amerika Serikat setelah keputusan pemerintah Amerika Serikat secara sepihak mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Jokowi mengatakan hal itu akan ditindaklanjuti oleh Kemenlu.

Dan ketika ditanya apakah ada komunikasi dengan Presiden Donald Trump mengenai masalah itu, Jokowi mengatakan nanti setelah Sidang OKI.

Selain berkomunikasi dengan OKI, Pemerintah Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bersidang untuk membahas pengakuan sepihak Pemerintah Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Pemerintah Indonesia meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat," kata Presiden.(Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar