Senin, 25 Juni 2018 | 03:12 WIB

Daftar | Login

/

PM Palestina: AS bukan lagi penaja perdamaian setelah pengumuman Trump

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
PM Palestina. Foto: www.thayyiba.com.
PM Palestina. Foto: www.thayyiba.com.
<p>Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah pada Kamis mengatakan Amerika Serikat tak bisa menjadi penaja perdamaian lagi setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa Jerusalem adalah Ibu Kota Negara Israel.</p><p><br></p><p>"Kami tak bisa menerima anda lagi sebagai penaja bagi proses perdamaian di Timur Tengah," kata Hamdallah dalam taklimat yang ia selenggarakan di Jalur Gaza setelah tiba dari Tepi Barat Sungai Jordan untuk pembicaraan perujukan internal Palestina.</p><p><br></p><p>Sikap Hamdallah adalah reaksi terhadap pengumuman Trump bahwa Jerusalem adalah Ibu Kota Israel, sehingga memicu kemarahan luas rakyat Palestina di seluruh Wilayah Palestina, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.</p><p><br></p><p>"Kami akan memberitahu anda dari Jalur Gaza bahwa kami akan menghadapi anda dengan persatuan nasional dan Palestina akan kembali dengan perbatasan 1967 dengan Jerusalem sebagai Ibu Kotanya," kata Hamdallah.</p><p><br></p><p>"Kami akan mencurahkan perhatian pada perujukan, tapi jika kami gagal, kami akan bangkit lagi untuk menghadapi secara bersama tantangan terbesar, pendudukan Israel," kata Perdana Menteri Palestina tersebut.</p><p><br></p><p>Sementara itu emir Qatar memperingatkan mengenai reaksi serius atas keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar negaranya di Israel ke Jerusalem, demikian laporan Kantor Berita Qatar (QNA) pada Kamis.</p><p><br></p><p>Tindakan semacam itu akan membuat rumit situasi di Timur Tengah dan secara negatif mempengaruhi keamanan dan kestabilan di wilayah tersebut, kata Sheikh Tamim bin Hamad Ath-Thani selama percakapan telepon dengan Turmp pada Rabu.</p><p><br></p><p>Qatar kembali menyampaikan sikapnya mengenai masalah Palestina dengan dasar resolusi sah internasional dan gagasan perdamaian Arab dengan dasar penyelesaian dua-negara, kata Sheikh Hamad Ath-Thani.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 24 Juni 2018 - 20:23 WIB

Transaksi kopi Indonesia capai Rp80 miliar pada WoC

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 20:11 WIB

18.273 pemudik tiba di Gambir hingga H+8 Lebaran

Aktual Dalam Negeri | 24 Juni 2018 - 19:49 WIB

Pemkab Banyuwangi normalkan saluran irigasi pasca banjir

Pembangunan | 24 Juni 2018 - 19:37 WIB

Pembangunan jembatan Bengawan Solo hampir selesai

Lingkungan | 24 Juni 2018 - 19:13 WIB

Bunga bangkai langka siap mekar di Bengkulu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com