Kamis, 14 Desember 2017

Arab, Eropa dan PBB kecam pengakuan Trump atas Yerussalem ibukota Israel

Kamis, 07 Desember 2017 21:37

PBB. Foto: Redaksi/Elshinta.com. PBB. Foto: Redaksi/Elshinta.com.
Ayo berbagi!

Masyarakat Arab dan Muslim Timur Tengah, Rabu (7/12), mengecam pengakuan Amerika Serikat bahwa ibu kota Israel adalah Yerusalem adalah penyulut kemarahan di wilayah bergolak itu.

Selain itu, warga Palestina mengatakan bahwa Washington meninggalkan peran utamanya sebagai perantara perdamaian.

Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyuarakan kekhawatiran atas keputusan Presiden AS Donald Trump memindahkan kedutaan besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dan akibatnya pada kesempatan menghidupkan kembali langkah perdamaian Israel-Palestina.

Sebagian besar sekutu AS menentang langkah pembalikan kebijakan AS dan kebijakan dunia oleh Trump selama beberapa dasawarsa mengenai Yerusalem.

Prancis menolak keputusan "sepihak" tersebut sembari meminta ketenangan di wilayah tersebut. Inggris mengatakan bahwa langkah tersebut tidak akan membantu usaha perdamaian dan Yerusalem, dan pada akhirnya harus terbagi oleh Israel dan negara Palestina kedepannya. Jerman mengatakan bahwa status Yerusalem hanya bisa diselesaikan berdasarkan solusi dua negara.

Sebaliknya, Israel menyambut langkah Trump. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pesan video yang telah direkam sebelumnya bahwa hal tersebut merupakan "langkah penting menuju perdamaian" serta merupakan tujuan mereka dari hari pertama terbentuknya Israel.

Dia menambahkan bahwa setiap kesepakatan damai dengan Palestina harus menyertakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan dia mendesak negara-negara lain untuk mengikuti langkah Trump.

Trump membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade yang bertentangan dengan peringatan dari seluruh dunia bahwa isyarat tersebut berisiko memperparah konflik di Timur Tengah yang mudah tersulut.

Kedudukan Yerusalem merupakan rumah bagi tempat suci bagi agama Muslim, Yahudi dan Kristen. Wilayah timurnya diperoleh Israel dalam perang pada 1967 dan dianeksasi dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional. Masyarakat Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara merdeka yang mereka cari.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota abadi dan tak terpisahkan sejak zaman dulu, dan statusnya merupakan salah satu penghalang terberat yang abadi bagi perdamaian Israel-Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dalam pidato yang telah direkam sebelumnya, mengatakan bahwa Yerusalem adalah "ibu kota abadi Negara Palestina" dan bahwa langkah Trump "sama dengan menjadikan AS keluar dari perannya sebagai perantara perdamaian." Perundingan terakhir yang ditengahi AS kandas pada 2014 mengenai isu-isu seperti perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan tuduhan Israel akan hasutan Palestina terhadap kekerasan serta penolakan untuk mengakuinya sebagai negara Yahudi.

Kelompok Hamas Palestina yang telah mendominasi Gaza sejak Israel mengakhiri pendudukan 38 tahun pada 2005, mengatakan bahwa Trump telah melakukan "agresi dahsyat terhadap rakyat Palestina". Hamas mendesak masyarakat Arab dan Muslim untuk melemahkan kepentingan AS di wilayah tersebut dan untuk menghindari Israel.

Aksi protes pecah di beberapa bagian ibu kota Yordania, Amman, yang didiami oleh pengungsi Palestina, dengan para pemuda meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika. Di kamp pengungsi Baqaa di pinggiran Amman, ratusan orang berkeliaran di jalanan mencela Trump dan mendesak Yordania untuk membatalkan perjanjian damai 1994 dengan Israel. "Mampuslah Amerika ... Amerika adalah induk teror," kata teriakan mereka.

Masyarakat Palestina, yang marah, mematikan lampu Natal di tempat kelahiran tradisional Yesus di kota Tepi Barat Betlehem dan di Ramallah. Sebuah pohon yang dihiasi lampu di luar Gereja Peringatan Kelahiran Betlehem, tempat orang Kristen percaya di sanalah tempat Yesus lahir, dan satu lagi di Ramallah, di samping kuburan pemimpin Palestina Yasser Arafat, terperosok ke dalam kegelapan.

Semua unsur Palestina menyerukan mogok umum dan unjuk rasa siang hari pada Kamis (7/12).

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar