Jumat, 14 Desember 2018 | 04:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Banjir bandang landa Kecamatan Gunung Purei Barito Utara

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2j1EOdo
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2j1EOdo
<p>Sedikitnya 150 rumah warga di tujuh desa di Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, diterjang banjir bandang akibat meluapnya Sungai Teweh, anak Sungai Barito.</p><p>"Banjir bertambah naik sejak Kamis sore atau menjelang Maghrib hingga malam ini (Kamis)," kata Sekretaris Kecamatan Gunung Purei Winardi Aspirin ketika dihubungi dari Muara Teweh, Kamis (7/12) malam.</p><p>Menurut Winardi, ratusan rumah di tujuh desa itu berada di dataran rendah, antara lain Desa Lampeong I, Lampeong II, Lawarang, Muara Mea, Linon Besi I, Linon Besi II, dan Desa Tanjung Harapan.</p><p>Ketinggian banjir di tujuh desa itu bervariasi antara 2 meter hingga 4 meter. Desa Lampeong II paling parah terkena dampak banjir tersebut.</p><p>"Banjir bandang kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan banjir sebelumnya," kata Winardi yang rumahnya juga tergenang banjir dengan ketinggian 1,5 meter.</p><p>Warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau menumpang ke keluarga yang rumahnya tidak terendam banjir.</p><p>"Kami berharap banjir bandang ini cepat surut sehingga aktivitas warga tidak terganggu, apalagi saat ini anak sekolah sedang melaksanakan ujian," ujar Winardi.</p><p>Dia mengatakan, banjir akibat luapan air sungai biasanya tidak lama surutnya atau paling lama sekitar delapan jam.</p><p>Banjir bandang di Kecamatan Gunung Purei yang merupakan kecamatan paling pedalaman di Kabupaten Barito Utara dan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur ini kemungkinan akan berdampak pada desa-desa di Kecamatan Teweh Timur yang berada di hilir. (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

<p>Sedikitnya 150 rumah warga di tujuh desa di Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, diterjang banjir bandang akibat meluapnya Sungai Teweh, anak Sungai Barito.</p><p>"Banjir bertambah naik sejak Kamis sore atau menjelang Maghrib hingga malam ini (Kamis)," kata Sekretaris Kecamatan Gunung Purei Winardi Aspirin ketika dihubungi dari Muara Teweh, Kamis (7/12) malam.</p><p>Menurut Winardi, ratusan rumah di tujuh desa itu berada di dataran rendah, antara lain Desa Lampeong I, Lampeong II, Lawarang, Muara Mea, Linon Besi I, Linon Besi II, dan Desa Tanjung Harapan.</p><p>Ketinggian banjir di tujuh desa itu bervariasi antara 2 meter hingga 4 meter. Desa Lampeong II paling parah terkena dampak banjir tersebut.</p><p>"Banjir bandang kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan banjir sebelumnya," kata Winardi yang rumahnya juga tergenang banjir dengan ketinggian 1,5 meter.</p><p>Warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau menumpang ke keluarga yang rumahnya tidak terendam banjir.</p><p>"Kami berharap banjir bandang ini cepat surut sehingga aktivitas warga tidak terganggu, apalagi saat ini anak sekolah sedang melaksanakan ujian," ujar Winardi.</p><p>Dia mengatakan, banjir akibat luapan air sungai biasanya tidak lama surutnya atau paling lama sekitar delapan jam.</p><p>Banjir bandang di Kecamatan Gunung Purei yang merupakan kecamatan paling pedalaman di Kabupaten Barito Utara dan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur ini kemungkinan akan berdampak pada desa-desa di Kecamatan Teweh Timur yang berada di hilir. (Ant) </p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 13 Desember 2018 - 10:51 WIB

KPK panggil Bupati Jepara terkait kasus suap

Rabu, 12 Desember 2018 - 06:25 WIB

Mantan diplomat Kanada dikabarkan ditahan di China

Senin, 10 Desember 2018 - 10:28 WIB

IHSG alami tekanan searah bursa Asia

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com