Kamis, 19 Juli 2018 | 12:41 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Beredar diduga surat Setnov ke Presiden Jokowi, ini kata KPK

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
<p>Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah menyatakan, KPK belum mengetahui soal surat yang diduga dibuat oleh tersangka kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Setya Novanto kepada Presiden Joko Widodo.</p><p>"Saya tidak tahu surat itu benar atau tidak benar dan kami juga tidak pernah tahu, tidak pernah mendapatkan surat tersebut secara formal ke KPK," kata Febri di Jakarta, Kamis (7/12).</p><p>Surat yang beredar di kalangan awak media itu berisi empat poin soal kondisi dan keadaan yang dihadapi Novanto saat ini. Surat itu tertanggal 5 Desember 2017 dan ditandatangani sendiri oleh Setya Novanto.</p><p>Salah satu poin yang disinggung dalam surat itu adalah Novanto mengalami kriminalisasi terkait kasus KTP-el.</p><p>Berikut isi lengkap poin tersebut, "Ketiga, dikarenakan usaha itulah saya mengalami kriminalisasi seperti sekarang. Kasus ini terjadi pada 2010 tetapi diungkap kembali atas rekayasa kelompok tertentu dengan menggunakan KPK".</p><p>Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa proses penanganan dan substansi perkara KTP-el sudah didukung oleh bukti yang kuat.</p><p>"Penyidikan sudah kami lakukan sejak lama untuk tersangka pertama pada saat itu Irman dan Sugiharto. Mereka juga sudah divonis bersalah sampai dengan di Pengadilan Tinggi dan kami sedang kasasi saat ini," ucap Febri.</p><p>Selain itu, kata dia, ada satu orang lagi yang diproses di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yaitu Andi Agustinus alias Andi Narogong.</p><p>Bahkan, kata Febri, yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan menjelaskan dugaan keterlibatan Novanto dalam kasus KTP-el itu.</p><p>"Jadi, kami yakin betul kasus ini ditangani berdasarkan bukti dan sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ada," ungkap Febri, dikutip <i>Antara</i>.</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:32 WIB

Saksi: Pelempar molotov rumah Mardani berjumlah dua orang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:24 WIB

DPR pertimbangkan setujui pengajuan kenaikan anggaran PKH

Ekonomi | 19 Juli 2018 - 12:16 WIB

Garis kemiskinan di Jambi naik 7,54 persen

Kriminalitas | 19 Juli 2018 - 12:08 WIB

Dua bom molotov di rumah Mardani berisi pertamax

Aktual Dalam Negeri | 19 Juli 2018 - 12:00 WIB

Bagir Manan usulkan aturan siaran langsung persidangan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com