Senin, 18 Desember 2017

Natal dan Tahun Baru 2018

Mendag waspadai peningkatan konsumsi di tujuh wilayah

Jumat, 08 Desember 2017 08:26

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita. Sumber foto: http://bit.ly/2j4OaIL Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita. Sumber foto: http://bit.ly/2j4OaIL
Ayo berbagi!

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita memperingatkan seluruh jajarannya untuk mewaspadai potensi peningkatan konsumsi dan transportasi menjelang Natal 2017 dan Libur Tahun Baru 2018, di tujuh wilayah.

Usai menyaksikan nota kesepahaman di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/12), Menteri Enggar memaparkan, ketujuh wilayah yang berpotensi terjadi peningkatan konsumsi yakni Sumatera Utara, seluruh Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

"Saya sudah turun ke beberapa provinsi, Eselon I sudah terjadwal untuk keliling dan melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Bank Indonesia di provinsi-provinsi yang berpotensi konsumsinya meningkat di hari besar keagamaan dan akhir tahun," kata Enggar.

Dikutip Antara, ia menjelaskan, Kemendag telah berkoordinasi dengan seluruh Dinas Perdagangan di tingkat provinsi dan pihak terkait lainnya seperti distributor dan produsen, untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Enggar pun telah meninjau ketersediaan stok bahan pokok dan memastikan sejak awal Desember, stok tersebut sudah tersedia di daerah.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan melakukan operasi pasar di tujuh wilayah tersebut untuk mengendalikan harga bahan pokok, terutama beras medium dan premium.

Menurut dia, beras medium dan premium yang dijual di beberapa daerah sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diberlakukan pemerintah. Namun, ia tidak menampik ada sedikit kenaikan harga untuk beras medium.

"Beras premium harga jualnya di bawah HET, sedangkan beras medium di beberapa tempat masih sesuai HET, ada yang naik sedikit sekitar 100 sampai 200 rupiah," kata dia.

Ia menambahkan, operasi pasar akan dilakukan oleh Bulog guna meredam harga bahan pokok agar tidak bergejolak selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar