Minggu, 16 Desember 2018 | 07:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Isu BPJS tak jamin perokok, ini tanggapan Kemenkes

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Logo Kemenkes. Sumber foto: http://bit.ly/2nE25GZ
Logo Kemenkes. Sumber foto: http://bit.ly/2nE25GZ
<p>Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan terkait isu tentang tidak dijaminnya peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merokok lantaran efek buruk rokok, dengan pertimbangan pencegahan konsumsi tembakau.<br></p><p>Staf Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, Donald Pardede di Jakarta, Kamis (7/12), mengatakan bahwa menjustifikasi suatu penyakit katastropik murni diakibatkan oleh rokok tidaklah mudah.</p><p>"Misalnya sakit kanker paru, memang salah satu penyebabnya adalah rokok, tapi untuk memastikan itu akibat rokok itu tidak mudah," kata Donald, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Meski ada semangat dari berbagai pihak pada sektor kesehatan untuk tidak menjamin biaya pengobatan bagi perokok. Tapi, sekali lagi ditegaskan bahwa hal itu tidak mudah dijalani.</p><p>Dia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan lebih bergerak pada sektor hulunya dengan mencegah masyarakat untuk merokok dan menganjurkan perokok untuk berhenti.</p><p>"Kemkes lebih memilih gerakan ke hulunya. Bagaimana membuat orang tidak merokok lebih penting ketimbang menghukum orang yang merokok ketika sakit. Dan pembuktian penyakit akibat rokok itu sulit," ucap dia.</p><p>Kementerian Kesehatan sudah menyediakan akses layanan konseling berhenti merokok melalui saluran telepon bebas biaya yang disediakan.</p><p>Layanan ini dinamakan "Quit Line". Berhenti Merokok yang dapat diakses melalui nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tanpa dipungut biaya.</p><p>Diharapkan, layanan tersebut dapat membantu mereka yang ingin berhenti merokok tetapi memiliki keterbatasan akses dan waktu. Melalui komunikasi via telepon, klien yang ingin berhenti merokok dapat diberikan konseling dan bimbingan, serta rujukan jika sekiranya membutuhkan tindak lanjut.</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan terkait isu tentang tidak dijaminnya peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merokok lantaran efek buruk rokok, dengan pertimbangan pencegahan konsumsi tembakau.<br></p><p>Staf Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, Donald Pardede di Jakarta, Kamis (7/12), mengatakan bahwa menjustifikasi suatu penyakit katastropik murni diakibatkan oleh rokok tidaklah mudah.</p><p>"Misalnya sakit kanker paru, memang salah satu penyebabnya adalah rokok, tapi untuk memastikan itu akibat rokok itu tidak mudah," kata Donald, dikutip <i>Antara</i>.</p><p>Meski ada semangat dari berbagai pihak pada sektor kesehatan untuk tidak menjamin biaya pengobatan bagi perokok. Tapi, sekali lagi ditegaskan bahwa hal itu tidak mudah dijalani.</p><p>Dia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan lebih bergerak pada sektor hulunya dengan mencegah masyarakat untuk merokok dan menganjurkan perokok untuk berhenti.</p><p>"Kemkes lebih memilih gerakan ke hulunya. Bagaimana membuat orang tidak merokok lebih penting ketimbang menghukum orang yang merokok ketika sakit. Dan pembuktian penyakit akibat rokok itu sulit," ucap dia.</p><p>Kementerian Kesehatan sudah menyediakan akses layanan konseling berhenti merokok melalui saluran telepon bebas biaya yang disediakan.</p><p>Layanan ini dinamakan "Quit Line". Berhenti Merokok yang dapat diakses melalui nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tanpa dipungut biaya.</p><p>Diharapkan, layanan tersebut dapat membantu mereka yang ingin berhenti merokok tetapi memiliki keterbatasan akses dan waktu. Melalui komunikasi via telepon, klien yang ingin berhenti merokok dapat diberikan konseling dan bimbingan, serta rujukan jika sekiranya membutuhkan tindak lanjut.</p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com