Selasa, 23 Oktober 2018 | 22:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Bupati tegaskan tarik kendaraan dinas plat ganda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2zZhN15
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2zZhN15
<p>Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Azis menegaskan akan menarik paksa kendaraan dinas yang memiliki plat ganda yang dipakai oknum pejabat di pemerintahan itu.</p><p>"Jika masih ada kendaraan dinas di Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) memakai plat ganda bernomor seri satu dan dua angka akan ditarik paksa," kata Kuryana di Baturaja, Jumat (8/12).</p><p>Kuryana mengaku, pernah melihat secara langsung adanya oknum pejabat PNS Pemkab OKU memakai kendaraan plat merah nomor seri bukan yang seharusnya terpasang.</p><p>"Saya lihat ada pejabat yang pakai kendaraan roda empat plat merah satu dan dua angka. Sesuai aturan kendaraan dinas dilarang punya plat ganda," jelasnya.</p><p>Ia berharap agar PNS di pemerintahan itu mentaati aturan dalam menggunakan fasilitas kerja untuk memasang plat kendaraan dinas khususnya roda empat agar menyesuaikan dengan nomor polisi yang terdaftar.</p><p>"Jangan-jangan kendaraan dinas bupati BG 1 F juga sudah ada yang dipakai oleh pejabat selain saya di OKU ini," kata dia.</p><p>Untuk menertibkan plat ganda tersebut, dia meminta dinas atau lembaga terkait guna menginventaris setiap kendaraan dinas dilingkup Pemkab OKU agar dapat digunakan sesuai fungsinya.</p><p>Jika inventaris sudah dilakukan masih terdapat plat ganda, Kuryana memastikan akan melakukan penertiban secara tegas kendaraan dinas yang dipakai oknum pejabat tersebut.</p><p>"Caranya dengan mengambil alih paksa kendaraan yang memakai plat ganda. Bila perlu diambil di tengah jalan saat sedang digunakan," tegasnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 21:26 WIB

Kemenpar akan mendata agen perjalanan asing atasi paket wisata murah

Hukum | 23 Oktober 2018 - 21:15 WIB

DPRD Medan ingatkan Pemko terkait lokasi reklame

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:55 WIB

Presiden minta dana kelurahan tak dihubungkan dengan politik

Aktual Dalam Negeri | 23 Oktober 2018 - 20:37 WIB

AMAN klaim kebangkitan masyarakat adat di Jayapura positif

<p>Bupati Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kuryana Azis menegaskan akan menarik paksa kendaraan dinas yang memiliki plat ganda yang dipakai oknum pejabat di pemerintahan itu.</p><p>"Jika masih ada kendaraan dinas di Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) memakai plat ganda bernomor seri satu dan dua angka akan ditarik paksa," kata Kuryana di Baturaja, Jumat (8/12).</p><p>Kuryana mengaku, pernah melihat secara langsung adanya oknum pejabat PNS Pemkab OKU memakai kendaraan plat merah nomor seri bukan yang seharusnya terpasang.</p><p>"Saya lihat ada pejabat yang pakai kendaraan roda empat plat merah satu dan dua angka. Sesuai aturan kendaraan dinas dilarang punya plat ganda," jelasnya.</p><p>Ia berharap agar PNS di pemerintahan itu mentaati aturan dalam menggunakan fasilitas kerja untuk memasang plat kendaraan dinas khususnya roda empat agar menyesuaikan dengan nomor polisi yang terdaftar.</p><p>"Jangan-jangan kendaraan dinas bupati BG 1 F juga sudah ada yang dipakai oleh pejabat selain saya di OKU ini," kata dia.</p><p>Untuk menertibkan plat ganda tersebut, dia meminta dinas atau lembaga terkait guna menginventaris setiap kendaraan dinas dilingkup Pemkab OKU agar dapat digunakan sesuai fungsinya.</p><p>Jika inventaris sudah dilakukan masih terdapat plat ganda, Kuryana memastikan akan melakukan penertiban secara tegas kendaraan dinas yang dipakai oknum pejabat tersebut.</p><p>"Caranya dengan mengambil alih paksa kendaraan yang memakai plat ganda. Bila perlu diambil di tengah jalan saat sedang digunakan," tegasnya. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com