Minggu, 16 Desember 2018 | 07:20 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

BNN: Waspada Palu jadi pasar narkoba

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2ykGvIp
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2ykGvIp
<p>Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto mengatakan saat ini Kota Palu telah menjadi pasar narkoba, bukan lagi lintasan seperti beberapa tahun lalu.</p><p>"Perkiraan kami, sekitar lima tahun terakhir," kata Andjar dihubungi dari Palu, Jumat (8/12).</p><p>Menurut Andjar, para bandar narkoba melihat potensi semakin banyaknya pengguna narkoba di Palu yang diimbangi dengan banyaknya permintaan barang haram tersebut.</p><p>"Buktinya, dalam setahun terakhir, penyelundupan kilo-an gram narkoba ke Palu digagalkan aparat penegak hukum," ungkapnya.</p><p>Menurut Andjar, tertariknya para bandar menjadikan Palu sebagai pasar karena narkoba bisa didapatkan dengan cukup murah, jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.</p><p>Di Palu, ada yang namanya paket hemat," ungkapnya.</p><p>Pada akhir November 2017, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng menggagalkan masuknya empat kilogram narkotika jenis sabu-sabu di Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala.</p><p>Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto mengatakan narkoba itu berasal dari Tarakan, Kalimantan Timur, yang diseludupkan ke Palu, melalui jalur laut.</p><p>Sementara itu, awal Januari 2017, Polda Sulteng juga menembak Brigadir Polisi Samsu Rizal yang membawa sabu-sabu sebanyak 4,5 kilogram di area parkir Hotel Santika Palu, dikutip dari laman Antara.</p><p>Selain itu, Kepala BNNP Sulteng Andjar Dewanto mengatakan kampanye stop narkoba tidak hanya sebatas slogan seremonial.</p><p>Menurut Andjar, stop narkoba harus diikuti dengan tindakan nyata sebagai bentuk pencegahan terhadap barang terlarang tersebut.</p><p>"Stop narkoba, tetapi setelah keluar dari ruangan atau setelah selesai kampanye stop narkoba, tidak ada tindakan pencegahan," imbuhnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto mengatakan saat ini Kota Palu telah menjadi pasar narkoba, bukan lagi lintasan seperti beberapa tahun lalu.</p><p>"Perkiraan kami, sekitar lima tahun terakhir," kata Andjar dihubungi dari Palu, Jumat (8/12).</p><p>Menurut Andjar, para bandar narkoba melihat potensi semakin banyaknya pengguna narkoba di Palu yang diimbangi dengan banyaknya permintaan barang haram tersebut.</p><p>"Buktinya, dalam setahun terakhir, penyelundupan kilo-an gram narkoba ke Palu digagalkan aparat penegak hukum," ungkapnya.</p><p>Menurut Andjar, tertariknya para bandar menjadikan Palu sebagai pasar karena narkoba bisa didapatkan dengan cukup murah, jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.</p><p>Di Palu, ada yang namanya paket hemat," ungkapnya.</p><p>Pada akhir November 2017, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng menggagalkan masuknya empat kilogram narkotika jenis sabu-sabu di Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala.</p><p>Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto mengatakan narkoba itu berasal dari Tarakan, Kalimantan Timur, yang diseludupkan ke Palu, melalui jalur laut.</p><p>Sementara itu, awal Januari 2017, Polda Sulteng juga menembak Brigadir Polisi Samsu Rizal yang membawa sabu-sabu sebanyak 4,5 kilogram di area parkir Hotel Santika Palu, dikutip dari laman Antara.</p><p>Selain itu, Kepala BNNP Sulteng Andjar Dewanto mengatakan kampanye stop narkoba tidak hanya sebatas slogan seremonial.</p><p>Menurut Andjar, stop narkoba harus diikuti dengan tindakan nyata sebagai bentuk pencegahan terhadap barang terlarang tersebut.</p><p>"Stop narkoba, tetapi setelah keluar dari ruangan atau setelah selesai kampanye stop narkoba, tidak ada tindakan pencegahan," imbuhnya.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com