Minggu, 24 Juni 2018 | 08:34 WIB

Daftar | Login

/

Penderita difteri harus dikarantina

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2jrYAyS
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2jrYAyS
<p><a href="http://m.elshinta.com/news/129642/2017/12/08/indonesia-terserang-wabah-difteri" rel="nofollow">Sebanyak 95 kabupaten kota di Indonesia ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah difteri.</a> Bagi mereka yang terkena, maka harus dikarantina.</p><p>Elizabeth Jane Soepardi, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mengatakan, bagi penderita yang sudah berstatus terkena difteri, selaput difteri akan diusap dan setelahnya selaput tersebut diteliti di laboratorium untuk diperiksa.</p><p>"Tanpa menunggu hasil laboratorium, <a href="https://elshinta.com/news/129646" rel="nofollow">pasien itu harus langsung diisolasi</a>, dirawat isolasi tidak boleh bertemu orang. Orang sekitarnya, kakak, adik, orang tua, semuanya harus segera diperiksa di laboratorium dan diberi pengobatan," terangnya saat dihubungi Elshinta, Jumat (8/12).&nbsp;</p><p>Elizabeth menjelaskan bahwa difteri adalah penyakit yang mudah menular. Ia menambahkan, guna <a href="https://elshinta.com/news/129650" rel="nofollow">antisipasi ke depannya maka lingkungan sekitar harus diberi suntikan vaksin kekebalan.</a></p><p>"Selama ini (vaksin) yang dilakukan cukup di desa setempat satu desa itu, tapi kenyataannya adalah kita menyadari ternyata tidak cukup," kata dia.&nbsp;</p><p> Hal itu dikarenakan, lebih lanjut Elizabeth menerangkan, terjadinya perubahan budaya. "Dulu kita jarang sekali bepergian, belum tentu satu bulan sekali bepergian. Sekarang kita bisa setiap hari bepergian atau setiap minggu bepergian," ujarnya.</p><p>Hal tersebutlah, menurut Elizabeth, kuman dibawa ke tempat lain. Karena hal itulah, jelas dia, <a href="https://elshinta.com/news/129655" rel="nofollow">bukan hanya penduduknya yang dikarantina namun wilayahnya juga dikarantina.</a></p><p> "Itulah yang menyebabkan KLB ini menjadi meluas. Penularannya lewat percikan udara langsung, jadi dengan kepadatan penduduk, memudahkan dia menyebar," ungkapnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 19:25 WIB

Bus AKAP dominasi arus balik ke sejumlah kota besar

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 19:14 WIB

Penurunan PPh UMKM akan perkuat pertumbuhan usaha

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com