Selasa, 12 Desember 2017

Penderita difteri harus dikarantina

Jumat, 08 Desember 2017 13:03

Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2jrYAyS Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2jrYAyS
Ayo berbagi!

Sebanyak 95 kabupaten kota di Indonesia ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah difteri. Bagi mereka yang terkena, maka harus dikarantina.

Elizabeth Jane Soepardi, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI mengatakan, bagi penderita yang sudah berstatus terkena difteri, selaput difteri akan diusap dan setelahnya selaput tersebut diteliti di laboratorium untuk diperiksa.

"Tanpa menunggu hasil laboratorium, pasien itu harus langsung diisolasi, dirawat isolasi tidak boleh bertemu orang. Orang sekitarnya, kakak, adik, orang tua, semuanya harus segera diperiksa di laboratorium dan diberi pengobatan," terangnya saat dihubungi Elshinta, Jumat (8/12). 

Elizabeth menjelaskan bahwa difteri adalah penyakit yang mudah menular. Ia menambahkan, guna antisipasi ke depannya maka lingkungan sekitar harus diberi suntikan vaksin kekebalan.

"Selama ini (vaksin) yang dilakukan cukup di desa setempat satu desa itu, tapi kenyataannya adalah kita menyadari ternyata tidak cukup," kata dia. 

Hal itu dikarenakan, lebih lanjut Elizabeth menerangkan, terjadinya perubahan budaya. "Dulu kita jarang sekali bepergian, belum tentu satu bulan sekali bepergian. Sekarang kita bisa setiap hari bepergian atau setiap minggu bepergian," ujarnya.

Hal tersebutlah, menurut Elizabeth, kuman dibawa ke tempat lain. Karena hal itulah, jelas dia, bukan hanya penduduknya yang dikarantina namun wilayahnya juga dikarantina.

"Itulah yang menyebabkan KLB ini menjadi meluas. Penularannya lewat percikan udara langsung, jadi dengan kepadatan penduduk, memudahkan dia menyebar," ungkapnya.

Penulis: Yuno.

Editor: Dewi Rusiana.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar