Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Waspadai, difteri bisa menyerang semua umur

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2j6yPav
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2j6yPav
<p>Berdasarkan data, kejadian terjangkitnya difteri sebagian besar terjadi pada anak usia 1-18 tahun. Usia itulah yang akan menjadi <a href="https://elshinta.com/news/129650" rel="nofollow">prioritas pemberian imunisasi massal.</a></p><p dir="ltr">Hal tersebut disampaikan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Elizabeth Jane Soepardi, saat dihubungi Elshinta terkait <a href="https://elshinta.com/news/129642" rel="nofollow">wabah difteri yang kembali menyerang tanah air.</a></p><p dir="ltr">"Kedepan nanti kita memang merencanakan pemberian imunisasi sampai dewasa, sampai seumur hidup 10 tahun sekali, itu belum, itu harus dihitung dan dianggarkan," terangnya terkait imunisasi massal yang akan dilakukan Kemenkes pada penghujung tahun 2017.</p><p dir="ltr">"Kita berharap, berasumsi, umur yang sudah diatas (usia imunisasi) itu waktu bayi sudah diimunisasi. Kalau umurnya tidak terlalu tua, karena kita baru mulai imunisasi tahun 1977," terangnya.</p><p dir="ltr">Jadi yang lahir sebelum itu yang mungkin saat ini usianya diatas 40, lebih lanjut Elizabeth menjelaskan, kemungkinan tidak pernah mendapat imunisasi semasa balita.</p><p dir="ltr">Ia menjelaskan bahwa <a href="https://elshinta.com/news/129645" rel="nofollow">difteri dapat menyerang semua umur.</a>&nbsp;</p><p dir="ltr">"Kemungkinan yang lebih tua seperti saya misalnya, pada waktu bayi belum ada imunisasi, jadi kemungkinan saya termasuk yang&nbsp;survive.&nbsp;Pernah terinfeksi namun kemudian <a href="https://elshinta.com/news/129646" rel="nofollow">infeksinya itu tidak menghasilkan racun</a> sehingga kuman itu bisa membentuk kekebalan secara alamiah pada tubuh saya," terangnya.</p><p dir="ltr">Lebih lanjut ia menerangkan, pada imunisasi seumur hidup yang rencananya akan dilaksanakan Kementerian Kesehatan, setiap orang segala golongan usia tetap harus diimunisasi.</p><p dir="ltr">"Karena jumlah kuman difteri di Indonesia sudah pasti jauh lebih menurun dibandingkan saya masih bayi, sehingga jumlah kuman itu tidak cukup untuk memberikan kekebalan alamiah kepada saya. Itu sebabnya ada kasus yang sampai (usia) 70-an juga ada," paparnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p dir="ltr"><br> </p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Berdasarkan data, kejadian terjangkitnya difteri sebagian besar terjadi pada anak usia 1-18 tahun. Usia itulah yang akan menjadi <a href="https://elshinta.com/news/129650" rel="nofollow">prioritas pemberian imunisasi massal.</a></p><p dir="ltr">Hal tersebut disampaikan Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, Elizabeth Jane Soepardi, saat dihubungi Elshinta terkait <a href="https://elshinta.com/news/129642" rel="nofollow">wabah difteri yang kembali menyerang tanah air.</a></p><p dir="ltr">"Kedepan nanti kita memang merencanakan pemberian imunisasi sampai dewasa, sampai seumur hidup 10 tahun sekali, itu belum, itu harus dihitung dan dianggarkan," terangnya terkait imunisasi massal yang akan dilakukan Kemenkes pada penghujung tahun 2017.</p><p dir="ltr">"Kita berharap, berasumsi, umur yang sudah diatas (usia imunisasi) itu waktu bayi sudah diimunisasi. Kalau umurnya tidak terlalu tua, karena kita baru mulai imunisasi tahun 1977," terangnya.</p><p dir="ltr">Jadi yang lahir sebelum itu yang mungkin saat ini usianya diatas 40, lebih lanjut Elizabeth menjelaskan, kemungkinan tidak pernah mendapat imunisasi semasa balita.</p><p dir="ltr">Ia menjelaskan bahwa <a href="https://elshinta.com/news/129645" rel="nofollow">difteri dapat menyerang semua umur.</a>&nbsp;</p><p dir="ltr">"Kemungkinan yang lebih tua seperti saya misalnya, pada waktu bayi belum ada imunisasi, jadi kemungkinan saya termasuk yang&nbsp;survive.&nbsp;Pernah terinfeksi namun kemudian <a href="https://elshinta.com/news/129646" rel="nofollow">infeksinya itu tidak menghasilkan racun</a> sehingga kuman itu bisa membentuk kekebalan secara alamiah pada tubuh saya," terangnya.</p><p dir="ltr">Lebih lanjut ia menerangkan, pada imunisasi seumur hidup yang rencananya akan dilaksanakan Kementerian Kesehatan, setiap orang segala golongan usia tetap harus diimunisasi.</p><p dir="ltr">"Karena jumlah kuman difteri di Indonesia sudah pasti jauh lebih menurun dibandingkan saya masih bayi, sehingga jumlah kuman itu tidak cukup untuk memberikan kekebalan alamiah kepada saya. Itu sebabnya ada kasus yang sampai (usia) 70-an juga ada," paparnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p dir="ltr"><br> </p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com