Minggu, 16 Desember 2018 | 07:19 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Apersi dukung pembangunan rumah DP Rp0

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Apersi. Foto: Bayu Istiqlal/Radio Elshinta.
Apersi. Foto: Bayu Istiqlal/Radio Elshinta.
<p>Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mendukung penuh program Pemprov DKI Jakarta yakni rumah dengan DP Rp0. Mereka pun mengusulkan agar program tersebut dikombinasikan dengan program-program bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR beberbentuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi selisih bunga (SSB)</p><p>“Dalam rangka meningkatkan minat bangun dari pengembang, Apersi mengusulkan, untuk meenggenjot supply, maka dibuat skema 'bukti membangun hunian subsidi' (BBHS) untuk menambah margin dalam pembangunan hunian bersubsidi sehingga lebih banyak pengembang yang akan terdorong untuk membangun hunian vertikal di DKI," ujar Ketua Umum Apersi, Endang Kawidjaja dalam keterangannya, Jumat (8/12) seperti dilaporkan <strong><i>Kontributor elshinta, Bayu Istiqlal.</i></strong></p><p>Dengan skema tersebut, Endang menjelaskan, selain memberi ekstra margin kepada pelaku pembangunan vertikal subsidi, yang menjadi subsidi silang dari pengembang hunian menengah dan mewah, juga memberi solusi terhadap pemenuhan kewajiban pengembang mewah dan menengah sesuai kewajiban yang tercantum pada hunian berimbang</p><p>“Dasar dari pada ini adalah Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2011 dimana pemda dapat memberi incentives kepda pelaku pembangunan hunian bersusidi,” terangnya.</p><p>Saat bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandigaa Uno, pihaknya pun mengusulkan agar Pemrov DKI membangun low rise vertical (LRV) atau bangunan dengan ketinggian kurang dari tujuh lantai. “Bangunan LRV ini murah dibangun dan murah pemeliharaan. Sehingga diharapkan tepat sasaran,” ujarnya.</p><p>Dari hasil pertemuannya dengan Sadiaga, Endang mengatakan pihaknya masih menjajaki kemungkinan adanya kerjasama antara Apersi dengan Pemprov DKI. Karena itu, Apersi akan melakukan forum group discussion (FGD) untuk menganalisa upaya maksimal dalam keterjangkauan hunian dari seluruh aspek, termasuk legalitas dan perbankan serta pajak.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 16 Desember 2018 - 07:12 WIB

Longsor akibatkan 3 rumah di Ponorogo rusak

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:49 WIB

Suami kalahkan isteri dalam Pilkades di Kotim

Liga Italia | 16 Desember 2018 - 06:26 WIB

Penalti Icardi amankan kemenangan Inter atas Udinese

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 06:16 WIB

TNI minta masyarakat Sulbar jaga kondusifitas Natal

Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

<p>Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mendukung penuh program Pemprov DKI Jakarta yakni rumah dengan DP Rp0. Mereka pun mengusulkan agar program tersebut dikombinasikan dengan program-program bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR beberbentuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau subsidi selisih bunga (SSB)</p><p>“Dalam rangka meningkatkan minat bangun dari pengembang, Apersi mengusulkan, untuk meenggenjot supply, maka dibuat skema 'bukti membangun hunian subsidi' (BBHS) untuk menambah margin dalam pembangunan hunian bersubsidi sehingga lebih banyak pengembang yang akan terdorong untuk membangun hunian vertikal di DKI," ujar Ketua Umum Apersi, Endang Kawidjaja dalam keterangannya, Jumat (8/12) seperti dilaporkan <strong><i>Kontributor elshinta, Bayu Istiqlal.</i></strong></p><p>Dengan skema tersebut, Endang menjelaskan, selain memberi ekstra margin kepada pelaku pembangunan vertikal subsidi, yang menjadi subsidi silang dari pengembang hunian menengah dan mewah, juga memberi solusi terhadap pemenuhan kewajiban pengembang mewah dan menengah sesuai kewajiban yang tercantum pada hunian berimbang</p><p>“Dasar dari pada ini adalah Pasal 34 UU Nomor 1 Tahun 2011 dimana pemda dapat memberi incentives kepda pelaku pembangunan hunian bersusidi,” terangnya.</p><p>Saat bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandigaa Uno, pihaknya pun mengusulkan agar Pemrov DKI membangun low rise vertical (LRV) atau bangunan dengan ketinggian kurang dari tujuh lantai. “Bangunan LRV ini murah dibangun dan murah pemeliharaan. Sehingga diharapkan tepat sasaran,” ujarnya.</p><p>Dari hasil pertemuannya dengan Sadiaga, Endang mengatakan pihaknya masih menjajaki kemungkinan adanya kerjasama antara Apersi dengan Pemprov DKI. Karena itu, Apersi akan melakukan forum group discussion (FGD) untuk menganalisa upaya maksimal dalam keterjangkauan hunian dari seluruh aspek, termasuk legalitas dan perbankan serta pajak.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com