Jumat, 19 Oktober 2018 | 12:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Masyarakat Indonesia masih mudah percaya berita hoax

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto :  Doddy Handoko.
Foto : Doddy Handoko.
<p>Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, masyarakat Indonesia masih mudah mempercayai berita bohong (hoax) yang disebar di internet maupun media sosial.</p><p>“Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berita di media sosial atau internet ini cukup besar 65 persen. Mereka bila baca berita langsung percaya gitu saja tanpa ada check ricek ini bahaya. Di internet segala sesuatu gampang di percaya,” katanya di Plaza UOB , Jakarta Pusat, Jumat (8/12). </p><p>Dikatakannya, untuk menangani persoalan tersebut pihaknya menggencarkan literasi dengan penyelenggaraan seminar di berbagai kota. “Gerakan kita untuk menghindari berita hoax adalah dari hulu ke hilir. Dari hulunya kita literasi dan di pertengahan kita lakukan pendampingan dan di hilirnya juga harus tegas melakukan tindakan kalau sudah ada yang berbahaya,” ungkapnya. </p><p>Sehubungan dengan itu, Kemkominfo &nbsp;menyelenggarakan rangkaian pelatihan “Indonesia: Cerdas Bermedia Sosial” guna memberdayakan generasi muda untuk dapat berkreasi membuat video positif. Rangkaian pelatihan diselenggarakan di 10 kota di Indonesia dan telah melatih lebih dari 2000 siswa dari 100 SMA/SMK.(Dody/SiK)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:42 WIB

Kepala BKN resmikan kantor UPT Lampung

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 12:26 WIB

DPRD DKI Jakarta setujui usulan anggaran ERP

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 12:09 WIB

BNPB sambut baik penelitian terkait bencana

<p>Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, masyarakat Indonesia masih mudah mempercayai berita bohong (hoax) yang disebar di internet maupun media sosial.</p><p>“Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berita di media sosial atau internet ini cukup besar 65 persen. Mereka bila baca berita langsung percaya gitu saja tanpa ada check ricek ini bahaya. Di internet segala sesuatu gampang di percaya,” katanya di Plaza UOB , Jakarta Pusat, Jumat (8/12). </p><p>Dikatakannya, untuk menangani persoalan tersebut pihaknya menggencarkan literasi dengan penyelenggaraan seminar di berbagai kota. “Gerakan kita untuk menghindari berita hoax adalah dari hulu ke hilir. Dari hulunya kita literasi dan di pertengahan kita lakukan pendampingan dan di hilirnya juga harus tegas melakukan tindakan kalau sudah ada yang berbahaya,” ungkapnya. </p><p>Sehubungan dengan itu, Kemkominfo &nbsp;menyelenggarakan rangkaian pelatihan “Indonesia: Cerdas Bermedia Sosial” guna memberdayakan generasi muda untuk dapat berkreasi membuat video positif. Rangkaian pelatihan diselenggarakan di 10 kota di Indonesia dan telah melatih lebih dari 2000 siswa dari 100 SMA/SMK.(Dody/SiK)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com