Senin, 22 Oktober 2018 | 05:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Opsi revitalisasi jalur KA semicepat Jakarta-Surabaya diputuskan Maret

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2jpZgHL
Ilustrasi. Sumber foto: http://bit.ly/2jpZgHL
<p>Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan bahwa terkait empat opsi dalam proyek revitalisasi Jalur Kereta Api Lintas Utara Jawa atau KA Semicepat Jakarta-Surabaya akan diputuskan pada Maret 2018.</p><p>Empat opsi berdasarkan hasil kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Jica). tersebut, pertama yaitu menggunakan jalur yang sudah ada (eksisting), kedua membangun jalur baru di sebelah rel lama dengan lebar rel "narrow gauge" (1.607 mm), ketiga membangun rel baru di sebelah rel lama dengan "standar gauge" (1.435 mm) dan keempat membangun dua jalur eksklusif.&nbsp;</p><p>"Belum diputuskan, sekarang konsepnya apa yang paling pas untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kapasitas. Jadi, pendekatannya lebih ke pendapatan permintaan, kapasitas, teknis dan biaya," katanya usai ramah tamah di kantor Kemenhub, di Jakarta, seperti dikutip Antara.&nbsp;</p><p>Zulfikri mengatakan pihak Jepang menginginkan membangun jalur baru agar operasional kereta yang sudah ada tidak terganggu dengan adanya pengerjaan revitalisasi KA Jakarta-Surabaya.&nbsp;</p><p>Dia menambahkan Jepang menolak menggunakan sistem "window time" atau buka tutup saat pengerjaan revitalisasi.&nbsp;</p><p>"Dalam `window time` itu `kan susah. Jepang ingin tanpa ada interupsi terhadap operasi kereta yang eksisting. Walaupun menurut beberapa ahli bisa, Jepang enggak mau, mereka maunya tambah satu jalur," katanya.&nbsp;</p><p>Namun, lanjut dia, apabila jalur tambahan itu hanya dipakai sementara saat proses pengerjaan revitalisasi saja, maka tidak akan efisien.&nbsp;</p><p>"Makanya, daripada itu hilang, lebih efisien kalau kita tambahkan rel agar tidak terganggu," katanya.&nbsp;</p><p>Zulfikri sendiri mengaku mengarah ke opsi kedua dan ketiga karena pengerjaan bisa lebih cepat, meski akan ada potensi pembengkakan nilai investasi.&nbsp;</p><p>"Di antara `standard` dan `narrow`, itu kan sesuatu yang sama, kapasitas bisa lebih cepat, hitung-hitungan biaya, kita bicara nanti," katanya.&nbsp;</p><p>Dia mengaku saat ini soal biaya belum diputuskan karena pemerintah ingin rancangan yang paling murah.&nbsp;</p><p>Pasalnya, Menhub Budi Karya Sumadi pernah mengatakan bahwa dengan teknologi "slab track" atau tanpa ballas (batu-batu) serta seluruhnya layang akan sangat mahal, lebih dari yang dipatok yaitu Rp60 triliun, yakni bisa mencapai Rp90 triliun.&nbsp;</p><p>"Kalau ditambah dengan jalur baru tapi hanya sementara dan dihilangkan, lebih mahal lagi," katanya.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan bahwa terkait empat opsi dalam proyek revitalisasi Jalur Kereta Api Lintas Utara Jawa atau KA Semicepat Jakarta-Surabaya akan diputuskan pada Maret 2018.</p><p>Empat opsi berdasarkan hasil kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Jica). tersebut, pertama yaitu menggunakan jalur yang sudah ada (eksisting), kedua membangun jalur baru di sebelah rel lama dengan lebar rel "narrow gauge" (1.607 mm), ketiga membangun rel baru di sebelah rel lama dengan "standar gauge" (1.435 mm) dan keempat membangun dua jalur eksklusif.&nbsp;</p><p>"Belum diputuskan, sekarang konsepnya apa yang paling pas untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kapasitas. Jadi, pendekatannya lebih ke pendapatan permintaan, kapasitas, teknis dan biaya," katanya usai ramah tamah di kantor Kemenhub, di Jakarta, seperti dikutip Antara.&nbsp;</p><p>Zulfikri mengatakan pihak Jepang menginginkan membangun jalur baru agar operasional kereta yang sudah ada tidak terganggu dengan adanya pengerjaan revitalisasi KA Jakarta-Surabaya.&nbsp;</p><p>Dia menambahkan Jepang menolak menggunakan sistem "window time" atau buka tutup saat pengerjaan revitalisasi.&nbsp;</p><p>"Dalam `window time` itu `kan susah. Jepang ingin tanpa ada interupsi terhadap operasi kereta yang eksisting. Walaupun menurut beberapa ahli bisa, Jepang enggak mau, mereka maunya tambah satu jalur," katanya.&nbsp;</p><p>Namun, lanjut dia, apabila jalur tambahan itu hanya dipakai sementara saat proses pengerjaan revitalisasi saja, maka tidak akan efisien.&nbsp;</p><p>"Makanya, daripada itu hilang, lebih efisien kalau kita tambahkan rel agar tidak terganggu," katanya.&nbsp;</p><p>Zulfikri sendiri mengaku mengarah ke opsi kedua dan ketiga karena pengerjaan bisa lebih cepat, meski akan ada potensi pembengkakan nilai investasi.&nbsp;</p><p>"Di antara `standard` dan `narrow`, itu kan sesuatu yang sama, kapasitas bisa lebih cepat, hitung-hitungan biaya, kita bicara nanti," katanya.&nbsp;</p><p>Dia mengaku saat ini soal biaya belum diputuskan karena pemerintah ingin rancangan yang paling murah.&nbsp;</p><p>Pasalnya, Menhub Budi Karya Sumadi pernah mengatakan bahwa dengan teknologi "slab track" atau tanpa ballas (batu-batu) serta seluruhnya layang akan sangat mahal, lebih dari yang dipatok yaitu Rp60 triliun, yakni bisa mencapai Rp90 triliun.&nbsp;</p><p>"Kalau ditambah dengan jalur baru tapi hanya sementara dan dihilangkan, lebih mahal lagi," katanya.&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com