Senin, 10 Desember 2018 | 08:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Belasan rumah di Sampang tergenang banjir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Sedikitnya 15 unit rumah warga di Desa Panyepen, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin pagi tergenang banjir, akibat meluapnya Sungai Nyiburan setelah hujan hujan deras yang mengguyur kawasan itu dalam dua hari terakhir.</p><p> "Genangan banjir akibat luapan sungai ini, sudah terjadi sejak tadi malam, dan hingga saat ini masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda air akan surut," kata Manaf, warga setempat, kepada Antara melalui telepon, Senin (11/12)&nbsp;pagi.</p><p> Genangan akibat luapan sungai itu, mencapai ketinggian antara 30 hingga 50cm, sehingga air masuk ke rumah-rumah warga.</p><p> Manaf yang juga editor di salah satu televisi swasta di Pamekasan ini lebih lanjut menuturkan, wilayah tersebut selama ini memang rawan banjir dan sungai sering meluap, terutama saat hujan deras di hulu sungai, yakni di wilayah utara Sampang.</p><p> Sementara, meski terjadi genangan, penghuni belasan rumah ini tidak ada yang mengungsi.</p><p> Lokasi belasan rumah terdampak banjir akibat luapan Sungai Nyiburan di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Sampang ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan, atau sekitar 15 kilometer ke arah barat Kota Sampang.</p><p> Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Anang Djoenaedi mengaku, telah mengetahui kejadian itu, berdasarkan laporan yang disampaikan aparat desa melalui Camat Jrengik.</p><p> Ia menjelaskan, BPBD telah menerjunkan tim ke lokasi banjir, guna memantau perkembangan terkini, serta berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sampang yang bertugas di sejumlah kecamatan di wilayah utara Sampang.</p><p> "Hasil laporan sementara, diperkirakan genangan tidak akan bertambah tinggi, karena di wilayah utara hujan telah reda," katanya, menjelaskan.&nbsp;(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 10 Desember 2018 - 08:05 WIB

Sandiaga: Data pertanian harus dibenahi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 07:53 WIB

Jakarta berpotensi hujan lebat disertai petir

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 07:42 WIB

Zawawi Imron: Memajukan Indonesia butuh hati yang indah

Bencana Alam | 10 Desember 2018 - 07:19 WIB

Waspadai! Pakar: Geopark Ciletuh rawan gempa dan tsunami

<p>Sedikitnya 15 unit rumah warga di Desa Panyepen, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin pagi tergenang banjir, akibat meluapnya Sungai Nyiburan setelah hujan hujan deras yang mengguyur kawasan itu dalam dua hari terakhir.</p><p> "Genangan banjir akibat luapan sungai ini, sudah terjadi sejak tadi malam, dan hingga saat ini masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda air akan surut," kata Manaf, warga setempat, kepada Antara melalui telepon, Senin (11/12)&nbsp;pagi.</p><p> Genangan akibat luapan sungai itu, mencapai ketinggian antara 30 hingga 50cm, sehingga air masuk ke rumah-rumah warga.</p><p> Manaf yang juga editor di salah satu televisi swasta di Pamekasan ini lebih lanjut menuturkan, wilayah tersebut selama ini memang rawan banjir dan sungai sering meluap, terutama saat hujan deras di hulu sungai, yakni di wilayah utara Sampang.</p><p> Sementara, meski terjadi genangan, penghuni belasan rumah ini tidak ada yang mengungsi.</p><p> Lokasi belasan rumah terdampak banjir akibat luapan Sungai Nyiburan di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Sampang ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan, atau sekitar 15 kilometer ke arah barat Kota Sampang.</p><p> Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sampang Anang Djoenaedi mengaku, telah mengetahui kejadian itu, berdasarkan laporan yang disampaikan aparat desa melalui Camat Jrengik.</p><p> Ia menjelaskan, BPBD telah menerjunkan tim ke lokasi banjir, guna memantau perkembangan terkini, serta berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sampang yang bertugas di sejumlah kecamatan di wilayah utara Sampang.</p><p> "Hasil laporan sementara, diperkirakan genangan tidak akan bertambah tinggi, karena di wilayah utara hujan telah reda," katanya, menjelaskan.&nbsp;(Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 21:53 WIB

Kapolri: Separuh polisi belum punya rumah

Jumat, 07 Desember 2018 - 09:47 WIB

IHSG diprediksi masih bergerak melemah

Kamis, 06 Desember 2018 - 09:52 WIB

BTS peringkat 8 artis top Billboard

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com