Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Kelompok Yahudi ini tegas menolak pernyataan Trump soal Yerusalem

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Penganut Yahudi Ortodoks (sumber: http://bit.ly/2iSp3Vu)
Penganut Yahudi Ortodoks (sumber: http://bit.ly/2iSp3Vu)
<p>Ketika Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan rencana memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem sebagian besar warga negara Yahudi tersebut mendukungnya. Hal ini secara eksplisit merupakan pengakuan formal Yerusalem sebagai ibukota negara Zionis itu. Hal yang berdampak luas dengan penolakan bukan saja dari Palestina, ataupun negara-negara Arab yang mengelilingi Israel namun masyarakat internasional dunia pada umumnya, khususnya dari negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, seperti juga di Indonesia. Namun, ada sebagian kelompok Yahudi, yang sejak pendirian negara Israel pada tahun 1948 telah secara konsisten menolak keberadaan negara itu, ataupun Yerusalem sebagai ibukotanya. </p><p>Pimpinan sekte Satmar Hasidic, yang berkedudukan di negara bagian New York dengan keras menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh Amerika Serikat. Seorang rabbi (red: guru agama Yahudi) bernama Aaron Teitelbaum mengutuk pernyataan Donald Trump yang pekan lalu mengumumkan rencana pemindahan kedutaan besar negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem. </p><p>“Atas nama Yahudi Haredi kami mengumumkan bahwa kota suci Yerusalem bukanlah ibukota negara Zionis, bahkan jika hal itu dinyatakan oleh presiden Amerika Serikat,” kata Teitelbaum dalam sebuah acara yang berlangsung di New York Expo Center, Bronx itu, dilansir harian <i>The Times of Israel</i>. </p><p>“Sebagaimana Yahudi Haredi juga menolak pernyataan Presiden Truman di tahun 1948 bahwa Israel merupakan negara Yahudi, kami juga tidak mengakuinya kini,” lanjutnya.</p><p>Satmar merupakan sebuah sekte Yahudi Haredi (red.: ortodoks) yang menolak gerakan Zionisme untuk mendirikan negara khusus bagi bangsa Yahudi. </p><p>Teitelbaum tengah berbicara dalam acara memperingati kala pendiri gerakan Satmar, Yoel Teitelbaum hijrah ke Amerika Serikat di tahun 1944 guna menghindari kejaran kaum Nazi di Eropa. </p><p>“Yerusalem adalah kota suci, sebuah kota kebersahajaan. Zionisme adalah kebalikan dari takut akan Tuhan dan mengikut kitab Taurat dan tidak ada sangkut pautnya dengan kota Yerusalem,” ditegaskan oleh Teitelbaum. </p><p>Selain sekte Satmar ini, terkenal juga suatu kelompok yang bernama Neturei Karta yang sangat keras menolak keberadaan negara Zionis Israel itu. Gerakan ini mengambil nama dari Bahasa Aramaik untuk “Penjaga Kota”. Dari situs resminya, Neturei Karta meyakini bahwa sesuai ajaran lisan bangsa Yahudi yang kemudian dibukukan dalam bentuk kitab Talmud, bangsa Yahudi dilarang untuk mendirikan sebuah negara sebelum kedatangan Moshiach yang merupakan keturunan nabi Daud. </p><p>Di antara kaum Yahudi Haredi terpecah antara mereka yang meyakini bahwa diperbolehkan untuk mengakui negara Israel dan mereka yang meyakini penafsiran Taurat dan Talmud sebagaimana dilakukan oleh sekte Satmar dan gerakan Neturei Karta ini. Meskipun demikian, karena sifat dari ajaran ortodoks mereka ini, maka berbagai upaya negara Israel untuk mengintegrasikan mereka ke dalam kehidupan sehari-hari warga Israel lainnya sering kali gagal. Wajib militer contohnya, yang merupakan kewajban bagi semua warga negaranya, baik lelaki maupun perempuan yang berusia 18 tahun, kecuali mereka yang keturunan Arab. Ketika mahkamah tinggi Israel memutuskan bahwa pengecualian bagi penganut Yahudi Ortodoks untuk ikut wamil tidak konstitusional di bulan September 2018, sejumlah besar penganut tersebut demo besar-besaran di Yerusalem. </p><p><br></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Ketika Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengumumkan rencana memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat di Israel ke Yerusalem sebagian besar warga negara Yahudi tersebut mendukungnya. Hal ini secara eksplisit merupakan pengakuan formal Yerusalem sebagai ibukota negara Zionis itu. Hal yang berdampak luas dengan penolakan bukan saja dari Palestina, ataupun negara-negara Arab yang mengelilingi Israel namun masyarakat internasional dunia pada umumnya, khususnya dari negara-negara berpenduduk mayoritas Islam, seperti juga di Indonesia. Namun, ada sebagian kelompok Yahudi, yang sejak pendirian negara Israel pada tahun 1948 telah secara konsisten menolak keberadaan negara itu, ataupun Yerusalem sebagai ibukotanya. </p><p>Pimpinan sekte Satmar Hasidic, yang berkedudukan di negara bagian New York dengan keras menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh Amerika Serikat. Seorang rabbi (red: guru agama Yahudi) bernama Aaron Teitelbaum mengutuk pernyataan Donald Trump yang pekan lalu mengumumkan rencana pemindahan kedutaan besar negaranya dari Tel Aviv ke Yerusalem. </p><p>“Atas nama Yahudi Haredi kami mengumumkan bahwa kota suci Yerusalem bukanlah ibukota negara Zionis, bahkan jika hal itu dinyatakan oleh presiden Amerika Serikat,” kata Teitelbaum dalam sebuah acara yang berlangsung di New York Expo Center, Bronx itu, dilansir harian <i>The Times of Israel</i>. </p><p>“Sebagaimana Yahudi Haredi juga menolak pernyataan Presiden Truman di tahun 1948 bahwa Israel merupakan negara Yahudi, kami juga tidak mengakuinya kini,” lanjutnya.</p><p>Satmar merupakan sebuah sekte Yahudi Haredi (red.: ortodoks) yang menolak gerakan Zionisme untuk mendirikan negara khusus bagi bangsa Yahudi. </p><p>Teitelbaum tengah berbicara dalam acara memperingati kala pendiri gerakan Satmar, Yoel Teitelbaum hijrah ke Amerika Serikat di tahun 1944 guna menghindari kejaran kaum Nazi di Eropa. </p><p>“Yerusalem adalah kota suci, sebuah kota kebersahajaan. Zionisme adalah kebalikan dari takut akan Tuhan dan mengikut kitab Taurat dan tidak ada sangkut pautnya dengan kota Yerusalem,” ditegaskan oleh Teitelbaum. </p><p>Selain sekte Satmar ini, terkenal juga suatu kelompok yang bernama Neturei Karta yang sangat keras menolak keberadaan negara Zionis Israel itu. Gerakan ini mengambil nama dari Bahasa Aramaik untuk “Penjaga Kota”. Dari situs resminya, Neturei Karta meyakini bahwa sesuai ajaran lisan bangsa Yahudi yang kemudian dibukukan dalam bentuk kitab Talmud, bangsa Yahudi dilarang untuk mendirikan sebuah negara sebelum kedatangan Moshiach yang merupakan keturunan nabi Daud. </p><p>Di antara kaum Yahudi Haredi terpecah antara mereka yang meyakini bahwa diperbolehkan untuk mengakui negara Israel dan mereka yang meyakini penafsiran Taurat dan Talmud sebagaimana dilakukan oleh sekte Satmar dan gerakan Neturei Karta ini. Meskipun demikian, karena sifat dari ajaran ortodoks mereka ini, maka berbagai upaya negara Israel untuk mengintegrasikan mereka ke dalam kehidupan sehari-hari warga Israel lainnya sering kali gagal. Wajib militer contohnya, yang merupakan kewajban bagi semua warga negaranya, baik lelaki maupun perempuan yang berusia 18 tahun, kecuali mereka yang keturunan Arab. Ketika mahkamah tinggi Israel memutuskan bahwa pengecualian bagi penganut Yahudi Ortodoks untuk ikut wamil tidak konstitusional di bulan September 2018, sejumlah besar penganut tersebut demo besar-besaran di Yerusalem. </p><p><br></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com