Sabtu, 23 Juni 2018 | 05:50 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

BPBD Lebak minta warga waspadai hujan lebat

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat di daerah ini agar mewaspadai hujan lebat karena berpotensi terjadi genangan banjir.</p><p> "Kami mengintruksikan aparat kecamatan, desa dan relawan agar meningkatkan kewaspadaan hujan lebat," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Rabu (13/12).</p><p> Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG Serang potensi hujan lebat di Kabupaten Lebak pada siang sampai sore hari.</p><p> Peluang hujan lebat itu tentu bisa menimbulkan genangan banjir di wilayah bantaran sungai maupun jalan protokol.</p><p> Namun, curah hujan lebat itu tidak disertai angin kencang dan sambaran petir.</p><p> BPBD mengeluarkan peringatan waspada dini guna mengantisipasi bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa.</p><p> Selama beberapa hari terakhir cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Lebak, namun belum menimbulkan korban jiwa.</p><p> "Kita sudah menyalurkan bahan pokok dan peralatan dapur bagi warga yang terkena bencana alam, seperti banjir, longsor,kebakaran dan angin puting beliung," katanya menjelaskan.</p><p> Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ade Sutiana mengajak masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung agar meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan longsor.</p><p> Sebab, warga yang tinggal di daerah itu hingga ribuan kepala keluarga tersebar di Kelurahan Cijoro Lebak, Kelurahan Cijoro Pasir,Kelurahan MC Rangkasbitung Timur dan Kelurahan MC Rangkasbitung Barat.</p><p> Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar mengaktifkan ronda malam karena khawatir hujan malam bisa menimbulkan bencana alam.</p><p> Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya mendukung rencana Bupati Lebak merelokasi warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung.</p><p> "Kami berharap relokasi itu bisa direalisasikan sehingga ke depan tidak ada warga yang terkena banjir," katanya menjelaskan.</p><p> Sarti (45) warga Kebon Kelapa Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya sejak awal Desember merasa was-was rumahnya yang hanya berjarak dua meter dari Sungai Ciujung tergenang banjir.</p><p> Bahkan, anggota keluarganya jika hujan malam hari terpaksa mengungsi ke tempat tetangga atau saudara guna menghindari banjir.</p><p> "Kami menghadapi cuaca buruk terpaksa tidak tidur pulas karena khawatir tergenang banjir khususnya malam hari," katanya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 21:39 WIB

Bamsoet ajak elite politik fokus pada pilkada

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 21:27 WIB

Menkominfo ingatkan jajaran bekerja lebih efisien

Bencana Alam | 22 Juni 2018 - 21:12 WIB

Banjir bandang melanda dua kecamatan di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:58 WIB

Menhub minta pemuda Toba dididik ilmu pelayaran

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:45 WIB

Menlu Retno dijadwalkan hadiri pertemuan CEAPAD di Bangkok

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com