Rabu, 18 Juli 2018 | 23:27 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Lima tren otomotif ini layak dipantau di 2018 (bagian IV)

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sumber ilustrasi: http://bit.ly/2C4E3Yf
Sumber ilustrasi: http://bit.ly/2C4E3Yf
<p>Di ulasan ini, dibahas pengumpulan infomasi dalam skala besar, yang dapat digunakan untuk menganalisa berbagai kemungkinan pada kendaraan, baik dari penggunaannya, waktu pemeliharaan, premi asuransi bahkan ke selera pasar. </p><p>Secara konvensional, pengumpulan informasi diolah untuk keperluan yang sangat spesifik dan korelasi banyak variabel tidak selalu dapat diterjemahkan dengan efektif guna memprediksi suatu kejadian. Pendekatan yang paling canggih sekalipun kala dulu tidak dapat melakukan proses informasi dalam jumlah banyak secara singkat. Hal ini telah berubah dengan adanya kemampuan komputasi yang jauh lebih dahsyat disbanding kala sebelumnya. </p><p>Dilansir dari situs <i>Linknovate</i>, berikut adalah tren industri otomotif lain yang berasal dari fenomena disruption seperti kendaraan terkoneksi,&nbsp;IoT,&nbsp;<a href="https://elshinta.com/news/130254/2017/12/14/lima-tren-otomotif-ini-layak-dipantau-di-2018-bagian-iii" rel="nofollow" target="_blank">blockchain</a> dan layak diperhatikan para pelaku industri serta pecinta otomotif di 2018.</p><p><br></p><p><strong>Analisa prediktif menggunakan Big Data</strong></p><p>Penggunaan <a href="https://elshinta.com/news/105290/2017/04/18/indonesia-butuh-ini-agar-sistem-industry-40-terlaksana" rel="nofollow" target="_blank">Big Data</a> atau pengumpulan informasi dalam skala yang sangat besar dan luas telah menjadi suatu kenyataan dalam banyak industri tidak terkecuali di dunia otomotif. Menggunakan serangkaian teknik seperti penambangan data, modelling, kecerdasan buatan (<i>artificial intelligence</i>) dan lainnya guna menganalisa data tersedia untuk meramalkan peristiwa di masa depan. </p><p>Teknologi seperti itu sangat bermanfaat dalam hal menekan risiko-risiko yang timbul, terlebih pada suatu sistem dimana semua kendaraan akan terkoneksi satu sama lainnya, dan berbagi informasi. </p><p>Penerapan lainnya adalah dengan membantu konsumen guna menentukan pilihannya dalam berkendara. Dengan informasi yang ada, konsumen dapat mencari premi asuransi yang lebih murah baginya, serta mengantisipasi kendaraan yang mogok atau bahkan menghindarinya sama-sekali dengan sistem pemeliharaan berkala yang lebih menyeluruh. Satu konsekuensi dari <a href="http://elshinta.com/info/13910" rel="nofollow" target="_blank">pemeliharaan</a> yang lebih cermat itu adalah panjangnya usia kendaraan itu sendiri, yang tentu menguntungkan konsumen.</p><p>Dalam hal ini, pabrikan besar dari Amerika Serikat seperti Ford dan General Motors menggandeng sejumlah kampus, antara lain University of Michigan guna memprediksi respons dari gerakan manusia (dalam hal ini, pandangan mata pengendara mobil guna merancang kendaraan yang lebih sesuai. Sementara perusahaan teknologi informasi IBM mengembangkan paten yang dapat membuat perkiraan untuk pemeliharaan kendaraan secara otomatis. Hal ini jauh lebih akurat tentunya dibanding dengan perkiraan berdasarkan usia pakai atau jarak tempuh kendaraan saja. </p><p>Penerapan di bidang akademis berfokus pada mempelajari informasi yang dikumpulkan secara massif untuk melihat dampak penggunaan kendaraan pada polusi suara dan udara di wilayah perkotaan. Tongji University di Tiongkok contohnya, melakukan sebuah studi guna mempelajari dampak bunyi yang dihasilkan dari mengerem kendaraan dalam mengembangkan mekanisme rem yang menghasilkan polusi suara lebih rendah serta memprediksi bunyi akibat pengereman. </p><p>Terkait tren ini, nampaknya ada sinergi erat antara pabrikan kendaraan dan dunia akademis, yang salah satu tujuan pentingnya adalah memperoleh informasi aktual yang dapat diolah guna membantu membaca selera konsumen. Dengan pendekatan ini, sejumlah efisiensi dicapai melalui jadwal produksi yang optimal, stock barang yang minimal dan mata rantai suplai <a href="https://elshinta.com/news/110377/2017/06/06/otomotif-dan-mamin-dongkrak-pertumbuhan-industri-kuartal-ii" rel="nofollow" target="_blank">otomotif</a>&nbsp;yang jauh lebih ramping. </p><p>Pada bagian akhir rangkaian artikel ini, kita akan melihat penggunaan salah satu inovasi paling dahsyat yang dikenal dalam industri modern pada umumnya, yang merubah banyak sektor selain otomotif, dan bagi dunia otomotif berpotensi merubah total pendekatan dalam hal merancang suatu kendaraan itu sendiri. Simak, bagian <a href="https://elshinta.com/news/130277/2017/12/14/lima-tren-otomotif-ini-layak-dipantau-di-2018-bagian-v-habis" target="_blank" rel="nofollow">final ulasan tren otomotif</a> ini. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 18 Juli 2018 - 21:46 WIB

Kemkominfo RI minta masyarakat tak percayai informasi hoax

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 21:26 WIB

130 ASN di Kudus cuti Haji

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 21:12 WIB

Wapres: Indonesia terbanyak tangani teroris

Aktual Dalam Negeri | 18 Juli 2018 - 20:58 WIB

Pertamina bangun masjid dan sekolah di Tapanuli Tengah

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com