Minggu, 22 April 2018

Lima tren otomotif ini layak dipantau di 2018 (bagian V - habis)

Kamis, 14 Desember 2017 16:25

Kendaraan hasil 3Printing oleh Local Motors. Sumber foto: http://bit.ly/2yqAole Kendaraan hasil 3Printing oleh Local Motors. Sumber foto: http://bit.ly/2yqAole
Ayo berbagi!

Di ulasan ini, dibahas akan dibahas penggunaan salah satu inovasi paling dahsyat yang dikenal dalam industri modern pada umumnya, yang merubah banyak sektor selain otomotif, dan bagi dunia otomotif berpotensi merubah total pendekatan dalam hal merancang suatu kendaraan itu sendiri.

Sebelumnya dibahas pengembangan kendaraan yang terkoneksi satu sama lain; juga adanya Internet of Things dalam rancangan kendaraan masa depan. Blockchain sebagai pengaman dari upaya pemalsuan juga satu tren yang semakin luas diterapkan termasuk di sektor otomotif. Tidak lupa pengalaman yang lebih baik bagi pengendara dapat diraih dengan penggunaan Big Data.

Dilansir dari situs Linknovate, berikut adalah tren industri otomotif yang juga berasal dari fenomena disruption, dan sangat layak diperhatikan para pelaku industri serta pecinta otomotif di 2018.

3D Printing

Proses di belakang 3D Printing adalah guna menciptakan obyek tiga dimensi dimana bahan dasarnya dibentuk dari rancangan yang dihasilkan dan dikontrol oleh sebuah komputer. Tidak terbatas bentuk serta tingkat kerumitan benda yang hendak direproduksi rancangannya itu

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh Linknovate terkait dokumentasi pengembangan teknologi 3D Printing di bidang otomotif, nampaknya segmen ini juga bepotensi melejit penerapannya. Antara tahun 2015-2017 saja, tercatat lebih dari 800 dokumen pengembangan teknologi 3D Printing di industry otomotif, yang merupakan peningkatan lebih dari 330 persen dibanding 3 tahun sebelumnya. Pabrikan Ford antara lain di bulan Maret 2017 diberitakan akan menggunakan teknik 3D Printing untuk pembuatan komponen penting kendaraan yang dibuatnya. Sedangkan untuk urusan pembuatan prototipe kendaraan, Ford telah menggunakan teknologi ini selama 20 tahun terakhir, demi mengurangi waktu rancangan.

Keunggulan yang diperoleh dari penggunaan 3D Printing dalam manufaktur kendaraan seperti akurasi dan penggunaan bahan-bahan yang ringan sayangnnya diimbangi dengan tingkat kecepatan yang rendah. Sehingga, pada saat ini, produksi masal komponen kendaraan masih sangat terbatas.

Akan tetapi seiring perkembangan teknologi yang ada, maka proses ini bukan saja dapat menggunakan materi yang lebih kuat, namun kecepatan produksinya pun akan semakin cepat. Dilansir dari situs Machine Design, suatu perusahaan bernama Vader Systems menggunakan alat yang dapat mengatur bukan saja posisi bahan dasar yang dipakai dalam proses produksi tetapi volumenya juga – hal yang sukar dilakukan secara presisi sebelumnya. Dengan proses ini contohnya, proses 3D Printing dapat mencetak satu satu pon aluminium per jam dengan harga yang sangat rendah. Dalam beberapa tahun saja, diperkirakan bahwa kecepatannya akan semakin bersaing dengan proses manufaktur konvensional. Selain itu, kemampuan untuk mencetak dengan bahan dasar baja dan logam lainnya.

Penggunaan proses 3D Printing bagi badan kendaraan bukan saja dapat meningkatkan tingkat keamanan yang lebih baik, akan tetapi dapat menyesuaikan juga dengan selera konsumen. Contohnya kendaraan dengan rangka dan mesin yang orisinal, dapat digonta-ganti karoserinya dengan proses yang relatif mudah, sehingga kendaraan tetap terlihat baru dan berbeda.

Di AS, dua universitas ternama menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi ini di bidang otomotif, yaitu Georgia Tech serta MIT dengan dana hibah terkait yang paling besar.

Kira-kira apakah tren-tren ini akan menjalar juga di sektor otomotif Indonesia di tahun 2018? Melihat peran startup di hampir semua tren yang di bahas dalam rangkaian ulasan ini ada kesempatan besar bagi startup asal Indonesia untuk berperan juga. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar