Minggu, 21 Oktober 2018 | 03:27 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Komnas Perempuan minta gerbong tambahan KRL commuter line

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yx4aEQ
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2yx4aEQ
<p dir="ltr">Komnas Perempuan menilai perlu adanya penambahan gerbong khusus perempuan sehubungan dengan masih adanya pelecehan di KRL Commuter Line Jabodetabek.</p><p dir="ltr">Tidak hanya itu, perlunya membangun kesatuan pemahaman masyarakat juga diperlukan untuk menolak sikap melecehkan.</p><p dir="ltr">Menurut Wakil Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Budi Wahyuni saat dihubungi Elshinta mengatakan, mengenai penambahan gerbong lebih karena menjawab persoalan praktis belum yang strategis.</p><p dir="ltr">"Jadi artinya memang gerbong itu dibutuhkan, praktisnya ditambahlah di jam-jam yang padat," tuturnya kepada Elshinta.</p><p dir="ltr">Tapi pada dasarnya, lebih lanjut ia menambahkan, perlu adanya edukasi terhadap semua pihak dan semua level di masyarakat karena tidak boleh lagi mentolerir hal-hal semacam itu.</p><p dir="ltr">"Edukasinya itu juga termasuk bagaimana&nbsp; mengajak masyarakat yang menyaksikan, mengalami, untuk membongkar kasus-kasus seperti ini," paparnya.</p><p dir="ltr">Tentunya, ungkapnya lebih lanjut, saat korban atau orang yang menyaksikan hal tersebut ingin melaporkan tentunya juga harus dibarengi dengan bagaimana PT KAI menempatkan atau memperbanyak pos aduan tersebut.</p><p dir="ltr">"Dimana PT KAI harus menempatkan pos aduan yang dilengkapi dengan aparat dan petugas yang lebih sensitif," paparnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 21:47 WIB

Relawan Juara rekrut sopir angkot Kalbar menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

Sandiaga: Lindungi lapangan kerja untuk putra putri Bangsa Indonesia

Ekonomi | 20 Oktober 2018 - 20:41 WIB

Kemenhub gelontorkan subsidi pelayaran rakyat Rp400 miliar

<p dir="ltr">Komnas Perempuan menilai perlu adanya penambahan gerbong khusus perempuan sehubungan dengan masih adanya pelecehan di KRL Commuter Line Jabodetabek.</p><p dir="ltr">Tidak hanya itu, perlunya membangun kesatuan pemahaman masyarakat juga diperlukan untuk menolak sikap melecehkan.</p><p dir="ltr">Menurut Wakil Ketua Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Budi Wahyuni saat dihubungi Elshinta mengatakan, mengenai penambahan gerbong lebih karena menjawab persoalan praktis belum yang strategis.</p><p dir="ltr">"Jadi artinya memang gerbong itu dibutuhkan, praktisnya ditambahlah di jam-jam yang padat," tuturnya kepada Elshinta.</p><p dir="ltr">Tapi pada dasarnya, lebih lanjut ia menambahkan, perlu adanya edukasi terhadap semua pihak dan semua level di masyarakat karena tidak boleh lagi mentolerir hal-hal semacam itu.</p><p dir="ltr">"Edukasinya itu juga termasuk bagaimana&nbsp; mengajak masyarakat yang menyaksikan, mengalami, untuk membongkar kasus-kasus seperti ini," paparnya.</p><p dir="ltr">Tentunya, ungkapnya lebih lanjut, saat korban atau orang yang menyaksikan hal tersebut ingin melaporkan tentunya juga harus dibarengi dengan bagaimana PT KAI menempatkan atau memperbanyak pos aduan tersebut.</p><p dir="ltr">"Dimana PT KAI harus menempatkan pos aduan yang dilengkapi dengan aparat dan petugas yang lebih sensitif," paparnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com