Selasa, 23 Januari 2018

Medsos dituduh merusak, begini kata Facebook

Senin, 18 Desember 2017 09:05

Facebook. Sumber foto: http://bit.ly/2BxT4VR Facebook. Sumber foto: http://bit.ly/2BxT4VR
Ayo berbagi!

Facebook Inc memberikan komentar mereka terhadap tuduhan ilmiah dari para peneliti maupun orang dalam industri teknologi yang mengkritik media sosial (medsos) mengubah perilaku dan emosi.

Facebook melalui unggahannya, pada Jumat (15/12) lalu menyatakan, media sosial dapat berfungsi positif jika digunakan secara aktif, misalnya mengirim pesan, daripada tindakan pasif seperti hanya melihat-lihat unggahan orang lain, seperti diberitakan Reuters.

Facebook sudah mengetahui ada "riset menarik" mengenai efek buruk media sosial.

Menurut perusahaan tersebut, studi tersebut "tidak menyeluruh" dan berpendapat ada penelitian yang melebih-lebihkan bahaya media sosial.

"Kami melibatkan psikolog sosial, ilmuwan sosial dan sosiolog, kami juga berkolaborasi dengan akademisi terbaik untuk memahami kesejahteraan dan berusaha membuat Facebook menjadi tempat berkontribusi hal-hal positif," demikian bunyi unggahan yang ditulis oleh Direktur Riset Facebook, David Ginsberg dan peneliti Moira Burke.

Mantan pejabat Facebook, Chamath Palihapitiya, beberapa waktu lalu berpendapat "menghancurkan fungsi masyarakat". Menanggapi komentar tersebut, Facebook menyatakan Palihapitiya sudah tidak bersama mereka selama enam tahun dan tidak memahami perbaikan yang mereka lakukan.

Palihapitiya kemudian mengubah pendapatnya, menyatakan layanan tersebut "untuk kebaikan di dunia".

Media sosial Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, dan YouTube dituduh membuat penggunanaya ketagihan dan meningkatkan perilaku anti-sosial.

Studi di Amerika Serikat pada Maret lalu menyatakan penggunaan media sosial dua jam sehari berkaitan dengan perasaan isolasi sosial. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar