Minggu, 16 Desember 2018 | 23:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

0 /

Presiden Turki tegaskan kembali akan buka kedubes di Yerusalem Timur

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Sumber foto: http://bit.ly/2AE6akI
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Sumber foto: http://bit.ly/2AE6akI
<p>Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (17/12) kembali menegaskan keinginan Turki untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem Timur, yang diakui sebagai Ibu Kota Palestina oleh para pemimpin Islam beberapa hari lalu.</p><p>"Kami sudah mengumumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina, tapi kami belum bisa membuka kedutaan besar kami di sana sebab Yerusalem saat ini berada di bawah pendudukan," kata Erdogan dalam satu pertemuan Partai Pembangunan dan Keadilan, yang memerintah Turki, di Provinsi Karaman, Anatolia Tengah.</p><p>"Dengan izin Tuhan, kami akan membuka kedutaan besar kami di sana," kata Erdogan, yang dikutip oleh harian Hurriyet.</p><p>Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengungkapkan rencana Ankara untuk membuka Kedutaan Besar di Yerusalem Timur pada Kamis (14/12), sehari setelah Organisasi Kerja Sama Islam bertemu di Istanbul dan mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina, sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>Tindakan sepihak yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember telah menyulut bentrokan rusuh di wilayah Palestina serta protes di negara lain.</p><p>"Jangan berusaha melakukan operasi Zionis (Israel). Jika Anda melakukannya, biayanya akan besar," demikian peringatan Presiden Turki tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua, Senin siang.</p><p>Status Yerusalem termasuk masalah inti yang berkaitan dengan proses perdamaian Palestina-Israel, yang hampir mati.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

<p>Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (17/12) kembali menegaskan keinginan Turki untuk membuka kedutaan besar di Yerusalem Timur, yang diakui sebagai Ibu Kota Palestina oleh para pemimpin Islam beberapa hari lalu.</p><p>"Kami sudah mengumumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina, tapi kami belum bisa membuka kedutaan besar kami di sana sebab Yerusalem saat ini berada di bawah pendudukan," kata Erdogan dalam satu pertemuan Partai Pembangunan dan Keadilan, yang memerintah Turki, di Provinsi Karaman, Anatolia Tengah.</p><p>"Dengan izin Tuhan, kami akan membuka kedutaan besar kami di sana," kata Erdogan, yang dikutip oleh harian Hurriyet.</p><p>Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengungkapkan rencana Ankara untuk membuka Kedutaan Besar di Yerusalem Timur pada Kamis (14/12), sehari setelah Organisasi Kerja Sama Islam bertemu di Istanbul dan mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina, sebagai tanggapan atas keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</p><p>Tindakan sepihak yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember telah menyulut bentrokan rusuh di wilayah Palestina serta protes di negara lain.</p><p>"Jangan berusaha melakukan operasi Zionis (Israel). Jika Anda melakukannya, biayanya akan besar," demikian peringatan Presiden Turki tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua, Senin siang.</p><p>Status Yerusalem termasuk masalah inti yang berkaitan dengan proses perdamaian Palestina-Israel, yang hampir mati.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 16:13 WIB

Ini cara cegah kejahatan `SIM swap fraud` ala Bareskrim

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:27 WIB
Hari Menanam Nasional 2018

PKSM dan Pramuka bagikan 3.500 batang pohon kepada pengguna jalan

Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:19 WIB

Disdukcapil Kotabaru memusnahkan ratusan KTP-el rusak

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:56 WIB

Capres Jokowi dialog dengan pelaku usaha muda UKM

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com