Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Oknum `cabai` jelang Natal dan tahun baru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2BEUICJ
Ilustrasi. Sumber Foto: http://bit.ly/2BEUICJ
<p>Harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 terus melonjak tajam. Sementara stok cabai dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</p><p>Berdasarkan pantauan Satgas Pangan di sejumlah pasar, terjadi perbedaan harga yang cukup besar pada cabai, ada yang mencapai Rp22.000 hingga Rp36.000 per kilogram.</p><p>Menurut Wakil Ketua Satgas Pangan Polri dan juga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, saat dihubungi Elshinta, Rabu (20/12), terdapat oknum yang terhasut karena pemberitaan.</p><p>"Hal yang perlu kita ketahui, pemberitaan tentang ada kenaikan itu perlu kita sikapi. artinya kita harus sikapi dengan data dan kondisi yang ada di pasar seperti apa," kata dia.</p><p>Ia mencontohkan dengan cabai rawit besar. Setiap hari cabai rawit besar masuk dari tempat produksi cabai di beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, masuk ke Jakarta, yaitu ke Pasar Induk Kramat Jati.</p><p>"Diketahui data yang kami peroleh, harganya Rp22.000 tapi kemudian pasar sebelahnya di Jakarta harganya Rp36.000. Jadi ini hal yang saya rasa perlu kita dalami mengapa masih di wilayah Jakarta perbedaannya begitu mencolok," ujarnya.</p><p>Agung menambahkan, artinya ada pihak-pihak yang kemudian ketika mendengarkan pemberitaan adanya kenaikan harga menjadi berkeinginan untuk menaikkan harga. Menurutnya, hal tersebut tidaklah diperlukan.</p><p>Mengenai stok cabai rawit besar yang menjelaskan stock di bulan November, dikatakan, terdapat 102.000 ton yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati. Sementara itu di bulan Desember ini stok produksi yang akan masuk dan sudah masuk di pasar induk, menurutnya, terdapat 106.000 ton, sedangkan stok yang dibutuhkan hanya 93.000 ton untuk bulan Desember.</p><p>"Rasanya stoknya cukup berlimpah kemudian distribusi telah sampai di Pasar Induk Jakarta, udah dekat, namun Kenapa di pasar-pasar sebelahnya kemudian harganya melonjak sampai naik Rp14.000," jelasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Harga cabai menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 terus melonjak tajam. Sementara stok cabai dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.</p><p>Berdasarkan pantauan Satgas Pangan di sejumlah pasar, terjadi perbedaan harga yang cukup besar pada cabai, ada yang mencapai Rp22.000 hingga Rp36.000 per kilogram.</p><p>Menurut Wakil Ketua Satgas Pangan Polri dan juga Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, saat dihubungi Elshinta, Rabu (20/12), terdapat oknum yang terhasut karena pemberitaan.</p><p>"Hal yang perlu kita ketahui, pemberitaan tentang ada kenaikan itu perlu kita sikapi. artinya kita harus sikapi dengan data dan kondisi yang ada di pasar seperti apa," kata dia.</p><p>Ia mencontohkan dengan cabai rawit besar. Setiap hari cabai rawit besar masuk dari tempat produksi cabai di beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, masuk ke Jakarta, yaitu ke Pasar Induk Kramat Jati.</p><p>"Diketahui data yang kami peroleh, harganya Rp22.000 tapi kemudian pasar sebelahnya di Jakarta harganya Rp36.000. Jadi ini hal yang saya rasa perlu kita dalami mengapa masih di wilayah Jakarta perbedaannya begitu mencolok," ujarnya.</p><p>Agung menambahkan, artinya ada pihak-pihak yang kemudian ketika mendengarkan pemberitaan adanya kenaikan harga menjadi berkeinginan untuk menaikkan harga. Menurutnya, hal tersebut tidaklah diperlukan.</p><p>Mengenai stok cabai rawit besar yang menjelaskan stock di bulan November, dikatakan, terdapat 102.000 ton yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati. Sementara itu di bulan Desember ini stok produksi yang akan masuk dan sudah masuk di pasar induk, menurutnya, terdapat 106.000 ton, sedangkan stok yang dibutuhkan hanya 93.000 ton untuk bulan Desember.</p><p>"Rasanya stoknya cukup berlimpah kemudian distribusi telah sampai di Pasar Induk Jakarta, udah dekat, namun Kenapa di pasar-pasar sebelahnya kemudian harganya melonjak sampai naik Rp14.000," jelasnya.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno</p><p>Editor: Dewi Rusiana.</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com