Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:56 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Perahu sarat penumpang terbalik di Waduk Cirata. 13 orang tenggelam

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Tita Sopandi
Foto: Tita Sopandi
<p>Tim Resque dari Dinas pemadam kebakaran Pemkab Purwakarta, Jawa Barat masih berupaya melakukan pencarian terhadap 7 korban tenggelam di Waduk Cirata Purwakarta akibat perahu yang ditumpangi terbalik di kawasan Waduk Cirata Maniis Purwakarta, Jawa Barat.</p><p><br></p><p>Hal itu dikatakan Danton Resque Kecamatan Maniis Luki Januar Anugerah kepada wartawan, termasuk Kontributor elshinta, Tita Sopandi, Kamis (21/12).&nbsp;</p><p><br></p><p>Menurut Luki,&nbsp;peristiwa perahu tenggelam terjadi pada siang tadi dimana perahu yang dikemudikan oleh Ujang telah membawa para petani yang akan pulang dari bercocok tanam di Pulau Nusa yang terdapat di tengah tengah Waduk Cirata tepatnya di Kp Pasir tangkil Maniis.&nbsp;Para petani yang terdiri dari orang tua itu telah membawa anak anaknya dengan jumlah sekitar 20 orang&nbsp; akan pulang ke Kp Rawa Baru di Desa Sinargalih, dengan menggunakan perahu.</p><p><br></p><p>"Kondisi cuaca pada saat itu telah terjadi hujan deras disertai angin kencang, sehingga perahu yang ditumpangi para petani itu ketika di tengah tengah telah terbawa angin sehingga masuk ke wilayah arus deras, perahu tidak seimbang dan terseok-seok karena penumpangnya diduga melebihi kapasitas akhirnya terbalik," kata Luki.&nbsp;</p><p><br></p><p>Menurut Luki, seluruh penumpang tenggelam, namun 13 diantaranya berhasil selamat, 7 lainnya tenggelam dan hingga saat ini belum ditemukan.</p><p><br></p><p>Sebanyak 10 petugas resque dikerahkan kelokasi tenggelam itu, dengan sejumlah peralatan dikerahkan ke lokasi namun upaya pencarian 7 korban masih belum berhasil.</p><p><br></p><p>Saat ini ada dua orang korban selamat berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu, Elis Lisnawati (36) dan Muhamad Sechan (3) merupakan ibu dengan anaknya warga Kp. Rawabaru Rt02/03 Desa Sirnagalih Kecamatan Maniis dengan kondisi masih dilakukan penanganan oleh dokter.&nbsp;</p><p><br></p><p>Sementara menurut keluarga korban Elis Yaitu Jubaedin, memang perahu itu ditumpangi oleh banyak orang dan juga anak anak, karena memasuki liburan sekolah sehingga anak-anaknya diajak untuk bercocok tanam di pulau Nusa yang berada di tengah waduk Cirata, dan ini sudah biasa dilakukan para warga Kp Rawabaru Maniis ini.</p><p><br></p><p>Dimungkinkan menurut Jubaedin perahu terbalik selain hujan deras disertai angin juga melebihi kapasitas atu perahunya bisa juga mengalami kebocoran.</p><p><br></p><p>Adapun tujuh orang korban yang belum ditemukan, yaitu:&nbsp;Erus (P),&nbsp;Dadang (L),&nbsp;Cicah (P),&nbsp;Iyat (P),&nbsp;Dudun (L),&nbsp;Bibi (P) dan&nbsp;Yadi (L).&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:49 WIB

Presiden minta aparatur pemerintah turun ke lapangan

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Panglima TNI tinjau dampak likuifaksi Palu

Liga Champions | 19 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Buffon tidak ingin PSG hadapi Juve di final Liga Champions

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 21:12 WIB

TMMD di Malinau, TNI dan warga semenisasi jalan

Pemasaran | 19 Oktober 2018 - 20:46 WIB

Cara “mencuri” followers akun instagram kompetitor bisnis

<p>Tim Resque dari Dinas pemadam kebakaran Pemkab Purwakarta, Jawa Barat masih berupaya melakukan pencarian terhadap 7 korban tenggelam di Waduk Cirata Purwakarta akibat perahu yang ditumpangi terbalik di kawasan Waduk Cirata Maniis Purwakarta, Jawa Barat.</p><p><br></p><p>Hal itu dikatakan Danton Resque Kecamatan Maniis Luki Januar Anugerah kepada wartawan, termasuk Kontributor elshinta, Tita Sopandi, Kamis (21/12).&nbsp;</p><p><br></p><p>Menurut Luki,&nbsp;peristiwa perahu tenggelam terjadi pada siang tadi dimana perahu yang dikemudikan oleh Ujang telah membawa para petani yang akan pulang dari bercocok tanam di Pulau Nusa yang terdapat di tengah tengah Waduk Cirata tepatnya di Kp Pasir tangkil Maniis.&nbsp;Para petani yang terdiri dari orang tua itu telah membawa anak anaknya dengan jumlah sekitar 20 orang&nbsp; akan pulang ke Kp Rawa Baru di Desa Sinargalih, dengan menggunakan perahu.</p><p><br></p><p>"Kondisi cuaca pada saat itu telah terjadi hujan deras disertai angin kencang, sehingga perahu yang ditumpangi para petani itu ketika di tengah tengah telah terbawa angin sehingga masuk ke wilayah arus deras, perahu tidak seimbang dan terseok-seok karena penumpangnya diduga melebihi kapasitas akhirnya terbalik," kata Luki.&nbsp;</p><p><br></p><p>Menurut Luki, seluruh penumpang tenggelam, namun 13 diantaranya berhasil selamat, 7 lainnya tenggelam dan hingga saat ini belum ditemukan.</p><p><br></p><p>Sebanyak 10 petugas resque dikerahkan kelokasi tenggelam itu, dengan sejumlah peralatan dikerahkan ke lokasi namun upaya pencarian 7 korban masih belum berhasil.</p><p><br></p><p>Saat ini ada dua orang korban selamat berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu, Elis Lisnawati (36) dan Muhamad Sechan (3) merupakan ibu dengan anaknya warga Kp. Rawabaru Rt02/03 Desa Sirnagalih Kecamatan Maniis dengan kondisi masih dilakukan penanganan oleh dokter.&nbsp;</p><p><br></p><p>Sementara menurut keluarga korban Elis Yaitu Jubaedin, memang perahu itu ditumpangi oleh banyak orang dan juga anak anak, karena memasuki liburan sekolah sehingga anak-anaknya diajak untuk bercocok tanam di pulau Nusa yang berada di tengah waduk Cirata, dan ini sudah biasa dilakukan para warga Kp Rawabaru Maniis ini.</p><p><br></p><p>Dimungkinkan menurut Jubaedin perahu terbalik selain hujan deras disertai angin juga melebihi kapasitas atu perahunya bisa juga mengalami kebocoran.</p><p><br></p><p>Adapun tujuh orang korban yang belum ditemukan, yaitu:&nbsp;Erus (P),&nbsp;Dadang (L),&nbsp;Cicah (P),&nbsp;Iyat (P),&nbsp;Dudun (L),&nbsp;Bibi (P) dan&nbsp;Yadi (L).&nbsp;</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com