Sabtu, 24 Februari 2018

Bawaslu Sumut luncurkan slogan dan maskot baru

Jumat, 22 Desember 2017 14:07

Launching maskot dan slogan baru Bawaslu Sumut. Foto: Prasetyo/Radio Elshinta. Launching maskot dan slogan baru Bawaslu Sumut. Foto: Prasetyo/Radio Elshinta.
Ayo berbagi!

Kamis (21/12) malam, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara meluncurkan slogan dan maskot pengawasan pemilihan Gubernur Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018.

Slogan terebut adalah bersama Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, gotong royong awasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018. Sedangkan untuk maskot sendiri diberi nama Bang Awas dimana maskot dengan bentuk orang yang tengah memegang teropong dengan memakai aksesori berupa Ampu, yaitu penutup kepala atau mahkota kebesaran adat Mandailing dan ornamen adat lainnya tersebut pada dasarnya ingin menggambarkan keberagamanan etnis di Sumatera Utara dan mengajak semuanya untuk bersama-sama memantau dan mengawasi tindak kecurangan yang terjadi pada saat berlangsungnya pesta demokrasi.

Dalam acara yang diadakan di Hotel JW Marriot, Jl. Putri Hijau Medan, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Syafrida R. Rasahan menyampaikan kepada Kontributor Elshinta, Prasetiyo bahwa peluncuran slogan dan maskot tersebut dimaksudkan sebagai bentuk sosialisasi agar masyarakat dapat bekerjasama untuk melakukan pengawasan pada pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 nantinya.

Lanjut Syafrida, peran dari semua elemen masyarakat akan pengawasan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta atau penyelenggara pemilu sangat penting guna menciptakan pemilihan kepala daerah yang jujur, adil serta mendapatkan pemimpin yang amanah dan bersih dari kecurangan.

"Bawaslu mengajak masyarakat untuk dapat bekerjasama dalam mengawasi pelaksanaan pilkada 2018," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Prasetyo, Jumat (22/12). 

Tak hanya sekedar peluncuran, slogan dan maskot baru ini juga sebagai upaya Bawaslu Provinsi Sumut dalam menepis stigma negatif masyarakat terhadap Bawaslu.

"Diharapkan masyarakat jadi terbiasa terhadap Bawaslu yang selama ini dianggap menyeramkan, tidak ramah dengan masyarakat dan selalu menindak pelanggaran," tambahnya.

Selain Anggota Bawaslu Sumut, Aulia Andri dan Hardi Munthe, Kasubag Hukum, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumut, Fery Apriansyah Pohan tampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur bidang politik, hukum dan pemerintahan, Nouval Mahyar, Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tantowi, Komisioner KPU provinsi Sumut, Nazir Salim Manik, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) se Sumatera Utara, perwakilan partai politik, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara T. Erry Nuradi melalui Staf Ahli Gubernur bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Nouval Mahyar menerangkan bahwa pada tahun 2018 nanti, selain pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara juga akan ada dilaksanakan pemilihan kepala daerah di delapan Kabupaten/kota yakni Deli Serdang, Langkat, Batubara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Dairi dan Padang Sidempuan. Untuk itulah, masyarakat harus berperan aktif ikut dalam mengawasi pelaksanaan pilkada dan Bawaslu segera menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang ada.

"Marilah masyarakat ikut berpartisipasi untuk mengawasi pelaksanaan pilkada 2018 nanti dan Bawaslu juga menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan,"tutur Nouval menyampaikan pesan dari Gubernur Sumatera Utara, T. Erry Nuradi.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar