Senin, 22 Oktober 2018 | 05:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Guatemala ikuti jejak Trump, pindahkan kedubes ke Yerusalem

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Presiden Guatemala Jimmy Morales (kiri). Sumber Foto: http://bit.ly/2DLfeSv
Presiden Guatemala Jimmy Morales (kiri). Sumber Foto: http://bit.ly/2DLfeSv
<p>Presiden Guatemala Jimmy Morales mengumumkan bahwa negaranya akan memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem., sehingga menjadi negara pertama yang mengikuti Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.</p><p>Negara di Amerika Tengah ini adalah satu dari sembilan negara yang menolak resolusi tak mengikat Majelis Umum PBB yang mengecam pengakuan Yerusalem ibu kota Israel oleh Trump.</p><p>Baik Trump maupun Morales tidak mengungkapkan kapan persisnya mereka akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.</p><p>Dalam posting pada akun resmi Facebook-nya berkaitan dengan Natal, Morales mengungkapkan berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dia memutuskan untuk memerintahkan kementerian luar negeri memindahkan kedutaan besarnya di Israel.</p><p>Sebelum ini tidak ada negara yang menyatakan akan mengikuti jejak Trump memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem, walaupun Republik Ceko mengaku mempertimbangkan langkah itu.</p><p>Pekan lalu Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang didukung 128 negara melawan 9 negara yang menyebut pengakuan Trump itu sebagai "batal demi hukum".</p><p>Morales, mantan komedian yang memiliki basis pendukung Kristen konservatif, sempat terlibat perang kata-kata dengan PBB belum lama tahun ini ketika lembaga antikorupsi negara itu yang disokong PBB berusaha mengadilinya yang sekaligus menjadi jalan kepada pemakzulan.</p><p>Kendati gagal dimakzulkan, Morales tak bisa mencopot kepala badan antikorupsi itu setelah dikritik luas PBB, AS dan Uni Eropa, demikian The Guardian. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

<p>Presiden Guatemala Jimmy Morales mengumumkan bahwa negaranya akan memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem., sehingga menjadi negara pertama yang mengikuti Presiden Amerika Serikat Donald Trump memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.</p><p>Negara di Amerika Tengah ini adalah satu dari sembilan negara yang menolak resolusi tak mengikat Majelis Umum PBB yang mengecam pengakuan Yerusalem ibu kota Israel oleh Trump.</p><p>Baik Trump maupun Morales tidak mengungkapkan kapan persisnya mereka akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.</p><p>Dalam posting pada akun resmi Facebook-nya berkaitan dengan Natal, Morales mengungkapkan berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dia memutuskan untuk memerintahkan kementerian luar negeri memindahkan kedutaan besarnya di Israel.</p><p>Sebelum ini tidak ada negara yang menyatakan akan mengikuti jejak Trump memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem, walaupun Republik Ceko mengaku mempertimbangkan langkah itu.</p><p>Pekan lalu Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang didukung 128 negara melawan 9 negara yang menyebut pengakuan Trump itu sebagai "batal demi hukum".</p><p>Morales, mantan komedian yang memiliki basis pendukung Kristen konservatif, sempat terlibat perang kata-kata dengan PBB belum lama tahun ini ketika lembaga antikorupsi negara itu yang disokong PBB berusaha mengadilinya yang sekaligus menjadi jalan kepada pemakzulan.</p><p>Kendati gagal dimakzulkan, Morales tak bisa mencopot kepala badan antikorupsi itu setelah dikritik luas PBB, AS dan Uni Eropa, demikian The Guardian. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com