Selasa, 23 Oktober 2018 | 02:46 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Obsesi terhadap selfie termasuk gangguan mental

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Sumber foto: http://bit.ly/2zFI2Zi
Sumber foto: http://bit.ly/2zFI2Zi
<p>Jurnal internasional kesehatan mental dan ketergantungan mengklasifikasikan terlalu terobsesi untuk mengambil swafoto atau selfie sebagai penyakit jiwa yang nyata dan bahkan diberi nama "selfitis".</p><p>Kembali pada 2014, kabar hoax menyebut bahwa American Psychiatric Association (APA) telah menemukan "selfitis" sebagai gangguan mental baru. Namun, hal itu masih merupakan berita palsu saat itu.</p><p>Studi yang meneliti gangguan mental baru tersebut ditulis Janarthanan Balakrishnan of the Thiagarajar School of Management in Madura, India, dan Mark D Griffiths of Nottingham Trent University, di Nottingham, Inggris.</p><p>Penelitian itu menetapkan Skala Perilaku Pelaku Swafoto (SBS) yang membuat orang terobsesi mengambil foto selfie dalam kategori yang berbeda, tergantung pada tingkat keparahan "kondisi" mereka.</p><p>Sebanyak 225 siswa dari India kemudian diperiksa dalam penelitian ini dan dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu mereka yang ada di garis batas, akut, dan kronis.&nbsp;</p><p>Mungkin terdengar lucu, namun penelitian ini benar-benar menemukan bahwa sembilan persen peserta mengambil delapan foto selfie per hari, dan 25 persen membagikan tiga atau lebih foto swafoto di media sosial mereka, demikian Phone Arena. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Dua Babinsa jajaran Kodim 0201/BS gerebek pesta narkoba

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 22:10 WIB

Kudus darurat TBC

Hukum | 22 Oktober 2018 - 21:59 WIB

SP RSIS desak PN Sukoharjo laksanakan eksekusi putusan MA

Sosbud | 22 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Malinau gelar Irau dalam rangka HUT ke-19

Arestasi | 22 Oktober 2018 - 21:25 WIB

Polisi bekuk pembunuh wanita tanpa busana di Binjai

<p>Jurnal internasional kesehatan mental dan ketergantungan mengklasifikasikan terlalu terobsesi untuk mengambil swafoto atau selfie sebagai penyakit jiwa yang nyata dan bahkan diberi nama "selfitis".</p><p>Kembali pada 2014, kabar hoax menyebut bahwa American Psychiatric Association (APA) telah menemukan "selfitis" sebagai gangguan mental baru. Namun, hal itu masih merupakan berita palsu saat itu.</p><p>Studi yang meneliti gangguan mental baru tersebut ditulis Janarthanan Balakrishnan of the Thiagarajar School of Management in Madura, India, dan Mark D Griffiths of Nottingham Trent University, di Nottingham, Inggris.</p><p>Penelitian itu menetapkan Skala Perilaku Pelaku Swafoto (SBS) yang membuat orang terobsesi mengambil foto selfie dalam kategori yang berbeda, tergantung pada tingkat keparahan "kondisi" mereka.</p><p>Sebanyak 225 siswa dari India kemudian diperiksa dalam penelitian ini dan dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu mereka yang ada di garis batas, akut, dan kronis.&nbsp;</p><p>Mungkin terdengar lucu, namun penelitian ini benar-benar menemukan bahwa sembilan persen peserta mengambil delapan foto selfie per hari, dan 25 persen membagikan tiga atau lebih foto swafoto di media sosial mereka, demikian Phone Arena. (Ant)</p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com